Berpikir Positif saat Positif Covid-19 -->

Advertisement

Berpikir Positif saat Positif Covid-19

Jumat, 30 Oktober 2020

GLOBALMEDAN.COM,MEDAN

COVID-19 bagi banyak orang saat ini sangat menakutkan karena tidak sedikit jumlah yang mendera penyakit ini meninggal dunia.
Sebagai penyakit infeksi yang menular, virus ini tak pandang bulu. 

Siapa saja bisa terkena selama daya tahan tubuhnya lemah. Baik dia itu tua dan muda, rakyat jelata maupun pejabat negara sekalipun tidak ada yang luput dari penyakit Covid ini.

Salah seorang di antara penderita yang terjangkit virus mematikan ini adalah Rektor Universitas Sumatara Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum. 

Meskipun dia divonis dokter positif Covid-19, namun Runtung tetap berpikir positif di tengah deraan yang dialaminya.

Berita tentang terjangkitnya virus Covid-19 yang didera orang nomor satu di perguruan tinggi negeri ternama di Sumatera Utara ini demikian cepat menyebar di berbagai kalangan baik di daerah maupun pusat.

Sebagai pejabat publik, Runtung pun secara terbuka mengumumkan tentang dirinya  yang dinyatakan positif covid-19 berdasarkan dari hasil swab di RS USU pada 10 Juli 2020 sekaligus menyatakan melakukan isolasi mandiri untuk proses penyembuhan dirinya.

Selama isolasi mandiri seluruh anggota keluarga besarnya dilarang untuk bertemu. Meskipun dia mengaku sempat sedih harus berpisah dengan seluruh keluarganya, namun dia tetap berpikir positif sehingga menambah semangat dan percaya diri akan sembuh.

Sesuai petunjuk dari dokter dan saran dari teman-temannya saat menjalani masa isolasi itu, Runtung mengkonsumsi banyak vitamin dan obat, di antaranya vitamin C 500 mg  sebanyak 2 x sehari ditambah 1 kapsul pagi dan 1 malam, kemdian Zinc 1 kapsul sehari.

Kemudian vitamin Natur E juga diminumnya 1 kapsul sehari termasuk juga Habbatusauda 2 kapsul pagi dan 2 kapsul malam, serta minum madu 1 sendok makan pagi dan  malam serta buah-buahan.

Selain mengkonsumsi buah-buahan dan vitamin, Runtung juga membiasakan mengusap hidung dengan minyak kayu putih.

“Alhamdulillah hasil swab pada Juli 2020 saya sudah  negative dan saat dilakukan pengulangan pada 14 Juli juga hasilnya negatif,” ungkap Runtung saat mengisahkan pengalamannya menjalani penyembuhan terhadap penyakit Covid-19.

Menurut Runtung, meskipun dia sudah kembali bergabung dengan keluarga tapi masih menjalani isolasi mandiri 14 hari lagi hingga hasil terakhir swabnya pada 24 Juli tetap menyatakan hasilnya negatif.

Bagi Runtung kesembuhan yang dialaminya selain mengikuti anjuran dokter juga berpikiran positif selama menjalani perawatan, karena dia meyakini dengan berpikir positif dan semangat bisa meningkatkan imunitas tubuhnya.

Menurut Runtung, imunitas yang baik itu bisa tercipta dari suasana hati. Jika  pikiran bisa positif pasien  ternyata menjadi salah satu obat yang mujarab untuk penyembuhan.

“Saya percaya dengan pikiran positif dan tetap semangat itu juga merupakan kunci yang tak kalah pentingnya. Dan itulah yang membuat percepatan penyembuhan saya,” kata Runtung.

Berkaca dari deraan penyakit yang ditakuti manusia di belahan bumi ini, banyak  hal yang bisa menjadi pelajaran untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di tengah pandemic Covid- 19 ini.

Adanya imbauan dari Satgas Penanganan Covid-19, kata Runtung hendaknya harus diterapkan untuk pencegahan dari bahaya maut virus mematikan yang bisa mengancam sewaktu-waktu jika menyepelekan imbauan tersebut.

“Marilah kita berpikir positif dengan mendukung kebijakan pemerintah demi pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 ini dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru atau AKB,” ucap Runtung.

Pada saat ini dalam beraktivitas masyarakat tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan Covid-19 dengan protokol kesehatan untuk membiasakan menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak dimana saja berada. Bahkan jika tidak penting sekali, jangan keluar rumah. (swisma)