Indosat Ooredoo Dukung PJJ Menuju Indonesia Maju -->

Advertisement

Indosat Ooredoo Dukung PJJ Menuju Indonesia Maju

Rabu, 18 November 2020

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Dukung program pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah pandemic Covid-19, Indosat OOredoo peduli pendidikan dengan kesediannya untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Bentuk dukungan yang diberikan Indosat OOredoo tersebut berupa bantuan kuota bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen hingga Desember 2020 sebagai peran sertanya untuk menjadikan Indonesia menuju Negara maju.

Pemberian bantuan kuota gratis itu patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, dukungan yang diberikan Indosat Ooredoo sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan bukan suatu hal yang murah dan gampang. Namun dengan kesadaran dan tanggungjawab perusahaan ini ikut ambil bagian dari program pemerintah menghasilkan SDM berkualitas yang siap berkompetisi global.

Sediakan Layanan

Ritesh Kumar Singh, Chief Marketing Officer Indosat Ooredoo mengatakan, untuk mendapatkan benefit ini, pelanggan tidak perlu mengganti kartu baru, cukup mendaftarkan nomor IM3 Ooredoo yang dimiliki ke sekolah atau kampus, dan selanjutnya diverifikasi untuk bisa langsung mendapatkan bantuan kuota pembelajaran jarak jauh dari pemerintah.

Lebih dari itu, katanya IM3 Ooredoo juga menyediakan paket pintar IMClass dengan kuota 30GB hanya Rp1 yang bisa digunakan untuk mengakses platform belajar online terpopuler dan portal edukasi universitas-universitas di Indonesia untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menjalani kegiatan PJJ di situasi sulit ini.

Paket IMClass ini, kata Kumar Singh dapat dinikmati kapan saja, dimana saja dengan masa aktif 30 hari dan pelanggan bisa dengan mudah mendapatkannya melalui aplikasi myIM3 atau kunjungi im3ooredoo.com/imclass .

Dukung Program PJJ

Senada dikatakan Bayu Hanantasena, Chief Business Officer Indosat Ooredoo. Selama pandemi, akses internet merupakan salah satu kebutuhan utama untuk kelancaran kegiatan pembelajaran secara daring.

“Indosat Ooredoo melalui IM3 Ooredoo sejak awal terus mendukung para pelajar dan pengajar agar tetap semangat belajar online di rumah, dan kami sangat senang dapat kembali bersama-sama membantu pemerintah dalam pendistribusian bantuan kuota data internet untuk memastikan bahwa pendidikan di Indonesia dapat tetap bisa berlangsung meski dalam kondisi yang sulit,” kata Bayu.

Disebutkannya mulai September 2020, besaran bantuan kuota data internet yang didapatkan oleh pengguna IM3 Ooredoo akan bervariasi sesuai dengan jenjang pendidikan.

Untuk PAUD akan mendapatkan total kuota 20GB yang terdiri dari kuota 5GB untuk akses ke semua, dan kuota belajar 15GB yang bisa digunakan untuk mengakses aplikasi dan situs belajar daring. 

Untuk pelajar memperoleh total kuota 35GB, 5GB untuk akses ke semua dan 30GB untuk kuota belajar.

Sementara untuk guru total kuota yang diberikan adalah 42GB, 5GB untuk akses ke semua dan kuota belajar 37GB, serta total kuota 50GB untuk mahasiswa dan dosen yang terdiri dari 5GB akses ke semua dan kuota belajar 45GB.

Untuk kuota belajar yang diperoleh dapat digunakan untuk mengakses aplikasi belajar online seperti Ruangguru, Zenius, Quipper, Rumah Belajar, Google Classroom, dan lainnya serta ke lebih dari 300 portal universitas di Indonesia yang bisa digunakan selama 24 jam.

Selain itu, layanan pelanggan Indosat Ooredoo juga terus disiagakan untuk membantu kendala yang dihadapi saat ini. Hal itu dilakukan sebagai upaya menjaga kapasitas jaringan agar peserta didik dan para guru, dosen dan mahasiswa dapat menjalankan proses pembelajaran dengan baik dan optimal.

Indosat Ooredoo melakukan monitoring dan kontrol jaringan selama 24x7 secara realtime demi memastikan pelanggan merasakan pengalaman digital terbaik. 

Respon Positif

Dukungan yang diberikan perusahaan telekomunikasi digital ini mendapat responsif yang positif dari masyarakat khususnya kalangan pendidik (guru dan dosen) dan peserta didik (pelajar dan mahasiswa).

Seperti diungkapkan Tanai, mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU). Menurutnya dengan pembelajaran jarak jauh tentunya murid atau mahasiswa dan dosen maupun guru tidak perlu ke sekolah atau kampus. Hal ini tentunya bisa menghemat ongkos. Namun satu sisi lainnya mereka harus membeli kuota internet untuk belajar dari rumah secara online.

“Itu tidaklah murah. Saat pembelajaran jarak jauh bisa membutuhkan satu gigabyte data untuk kuliah selama sekitar satu jam atau sekali tatap muka dengan dosen. Jika dihitung berapa kali pertemuan dalam satu bulan, lumayan besar juga biaya yang saya harus keluarkan,” ungkap Tanai.

Bagi mahasiswi program studi Fakultas Teknik Sipil ini pembelian paket kuota internet dengan biaya sendiri, diakuinya sempat dijalani sekitar 2 bulan lamanya. Sebab pada bulan berikutnya, terhitung sekira Juni 2020 pihak kampus memberikan biaya untuk pembelian kuota internet melalui rekening tabungan masing-masing mahasiswa dan itu berlangsung selama 3 bulan.

Namun sejak September 2020, sistem pembagian kuota gratis berubah. Tanai mendapatkan kiriman kuota internet yang sebelumnya telah mendaftarkan nomor ponselnya kepada pihak kampus.

“Lumayan juga dapat kuota 50GB yang terdiri kuota belajar 45GB dan 5GB akses ke semua,” ungkap Tanai merinci kuota yang diterimanya setiap bulan itu.

Menurutnya, bantuan paket internet gratis ini sangat membantunya dan lumayan banyak sehingga mengurangi beban kuota untuk kuliah jarak jauh.

Diakui Tanai, dalam PJJ itu ada juga mengalami kendala jaringan. Mahasiswi yang mengandalkan handphone sebagai alat kuliahnya ini mengeluhkan koneksi internet yang buruk atau jaringan lemot. 

“Memang ada sekali waktu koneksi internet buruk, sehingga paparan dosen agak terputus-putus. Tetapi secara keseluruhan pembelajaran jarak jauh itu masih berjalan baik dan saya harapkan hingga Desember mendatang,” harap Tanai.

Begitupun Tanai berharap bantuan kuota internet ini tidak hanya untuk kuota belajar, namun dapat digunakan seluruhnya secara umum. Sebab ada dosen memberikan materi melalui YouTube dan beberapa pembelajaran lainnya. Sedangkan kuota yang diberikan hanya 5 GB dan tidak mencukupi.

Pembelajaran jarak jauh ini menurut Tanai dan diakui sejumlah temannya sebagai suatu pengalaman baru. Selain mereka tidak perlu ke kampus karena ada pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga lebih rileks dan bisa belajar dari rumah bahkan kadang-kadang sambil tiduran dan sebagainya.

Lain lagi halnya belajar jarak jauh bagi Fahri, siswa tingkat Sekolah Dasar (SD). Menurutnya, dia belajar di rumah dan mendapat bantuan dari ibunya.

Bagi siswa yang masih duduk di bangku kelas IV ini, belajar jarak jauh lebih santai, bahkan diakuinya mendapat bantuan dalam mengerjakan tugas yang diberi guru.

”Enak tidak ke sekolah. Pelajaran juga dibantu ibu,” kata Fahri yang mengaku kurang menyukai jika ada pelajaran dengan menggunakan aplikasi video call karena harus memperagakan yang ditugasi guru, seperti pada pelajaran pendidikan jasmani (penjas) atau pelajaran seni budaya dan keterampilan (SBK).

Beda lagi dengan respon yang dipaparkan orangtua siswa yang mengaku lebih banyak kesulitan dalam mengajari mata pelajaran sekolah anaknya. Seperti diungkapkan Evi saat menjadi guru bagi anaknya diperlukan kesabaran lebih . 

Pasalnya anaknya yang duduk di kelas 3 Sekolah Dasar itu lebih banyak bermain dan menyerahkan tugas yang diberikan guru kepada dirinya. Jika dia berikap tegas dan sedikit keras, anaknya menangis atau merajuk yang ujung-ujungnya tidak mau lagi melanjutkan belajarnya. 

Menurut Evi pola pengajaran yang dilakukan guru lebih sering menggunakan aplikasi WhatsApp dan Zoom ataupun video call. Namun sekali dalam sepekan anaknya mendatangi guru untuk mengumpulkan tugas.

“Saya merasa bersyukur dengan bantuan kuota internet gratis tersebut. Pembelajaran jarak jauh bisa berjalan dengan baik dan lancar. Meskipun ada juga beberapa kendala, namun sampai sekarang masih bisa ditangani. Apalagi dalam penggunaan internet secara online memang tidak setiap hari, sehingga bantuan kuota internet selalu bersisa,” kata Evi.

Meskipun Evi bersyukur dapat bantuan internet untuk belajar jarak jauh, tetapi dia tetap berharap agar penyebaran virus covid-19 ini cepat berakhir, sehingga anak-anak bisa ke sekolah karena dinilainya pembelajaran tatap muka langsung lebih efektif daripada online.

Mendikbud Apresiasi

Kerjasama yang dilakukan Indosat OOredoo dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam pemberian kuota gratis kepada peserta didik dan tenaga pendidik itu mendapat apresiasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Nadiem dalam sambutannya pada acara peresmian kebijakan bantuan kuota data internet 2020 belum lama ini menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada sejumlah operator, termasuk Indosat OOredoo. 

Mendikbud. berharap kerjasama ini akan berjalan baik, hingga batas pemberian kuota gratis berakhir. Dengan begitu, manfaat kuota gratis bisa dirasakan dengan baik oleh tenaga pendidik dan peserta didik. 

Raih Penghargaan

Berbagai bentuk kepedulian Indosat OOredo dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat dan dunia pendidikan, tentunya tidak mengherankan jika perusahaan telekomunikasi digital ini mendapat sejumlah penghargaan.

Penghargaan yang diraih Indosat OOredo itu antara lain itu Frost & Sullivan Indonesia Excellent Award 2020 untuk Customer Experience untuk dua kategori, yaitu In Store Experience dan Contact Center Experience. 

Penghargaan ini merupakan hasil dari studi Frost & Sullivan yang menilai pengalaman pelanggan di industri telekomunikasi Indonesia pada customer journey di seluruh touch points.

Sebelumnya, Indosat Ooredoo juga meraih penghargaan Frost & Sullivan pada kategori Indonesia Mobile Service Provider of the Year pada 2017, Data Communications Service Provider of The Year di 2015, Infrastructure as a Service Provider of the Year di tahun 2014, Data Center Services Provider of The Year di tahun 2013 dan 2012, serta Telecom Service Provider of the Year dan Mobile Service Provider of the Year pada 2011.

Selain itu pada Oktober 2020 ini Tim Legal Indosat Ooredoo meraih penghargaan sebagai Innovative In-House Legal Team of the Year pada Asian Legal Business (ALB) Indonesia Law Awards 2020.

Sebagai perusahaan digital telekomunikasi terdepan di Indonesia, Indosat Ooredoo juga memenangkan dua penghargaan internasional yaitu Silver Stevie International Business Award 2020 untuk kategori Telecommunications Service dan Asia Responsible Enterprise Award 2020 untuk kategori Social Empowerment melalui IDCamp.

Dengan capaian sejumlah prestasi yang diraih Indosat Ooredoo menjadi salahsatu langkah yang tepat sebagai upaya mencerdaskan SDM selaku generasi penerus bangsa untuk menuju Indonesia maju . (swisma)

### Lomba.
Tulisan ini disertakan dalam lomba karya tuliis HUT ke 53 Indosat OOredoo.