Kasus Prajurit TNI Dikeroyok Pengendara Moge: Tersangka Bertambah 2 Orang -->

Advertisement

Kasus Prajurit TNI Dikeroyok Pengendara Moge: Tersangka Bertambah 2 Orang

Minggu, 01 November 2020

 


GLOBALMEDAN.COM, BUKIT TINGGI - Motor-motor anggota Harley Owners Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC) sempat diamankan terkait kasus pengeroyokan 2 prajurit TNI di Bukittinggi, Sumatera Barat. Surat-surat moge ini pun telah diperiksa polisi. "Kita sudah cek kalau motornya itu ada suratnya semua," kata Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara saat dihubungi, Minggu (1/11/2020).


Dody mengatakan polisi telah memeriksa kelengkapan surat moge milik anggota HOG SBC ini ke Korlantas Polri. Dari pengecekan ini, lanjutnya, tidak ada motor yang 'bodong'.


"Saya amankan motornya, kemudian dicek suratnya, gitu kan. Ada nggak nih, sesuai nggak dengan data yang ada di Mabes Polri, Korlantas, gitu, yang online. Ternyata mereka ada semua suratnya, gitu. Kalau suratnya ada kan, ya otomatis kita keluarkan (kembalikan) kalau ada, gitu," tandas dia.


Polisi pun menetapkan dua orang tersangka baru terkait kasus pengeroyokan prajurit TNI ini. Total empat anggota HOG SBC yang ditetapkan menjadi tersangka.


"Tadi malam saya tentukan tersangka lagi dua (orang). Jadi total tersangka 4 semuanya," ujarnya.


Dua anggota klub Harley yang baru ditetapkan tersangka itu berinisial HS alias A (48) dan JAD alias D (26). Kedua orang tersebut diduga ikut mengeroyok Serda M Yusuf dan Serda Mistari.


"Kedua tersangka sudah ditahan di Rutan Polres Bukittinggi sehingga jumlah total tersangka adalah 4 orang kesemuanya ditahan di rutan Polres Bukittinggi," ujar Dody.


Sebelumnya, Anggota klub motor gede (moge) Harley-Davidson terlibat pengeroyokan terhadap dua prajurit TNI. Peristiwa tersebut terjadi saat klub moge Harley Owners Group Siliwangi Bandung Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC) konvoi di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar).


Buntut dari peristiwa ini, dua anggota HOG SBC ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan. Selain itu, 13 unit moge Harley-Davidson yang dipakai dalam konvoi ikut disita.


Polisi ingin mengecek kelengkapan surat-surat dari motor mewah tersebut. Pihak Reskrim berkoordinasi dengan Satlantas.


"Sementara yang kami amankan 13 unit moge Harley-Davidson dan 1 unit Yamaha X-Max untuk dilakukan pengecekan surat kendaraan motor tersebut dan untuk pengecekan saya berkoordinasi dengan kasat lantas," kata Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution saat dimintai konfirmasi, Sabtu (31/10). 




2 TERSANGKA


Sebelumnya, Kepolisian Resort (Polres) Kota Bukittinggi menetapkan dua pengendara rombongan Motor Gede (Moge) Harley Davidson asal Bandung, Jawa Barat sebagai tersangka. Penetapan tersangka itu setelah anggota moge tersebut melakukan pengeroyokan terhadap dua pemotor yang diketahui Anggota TNI.


Kapolres Kota Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, membenarkan jika adanya penetapan tersangka terhadap dua pengendara Moge tersebut. "Benar, masing-masing berinisial MS (49) dan B (18). Keduanya sementara sudah kami tahan,” kata Kapolres kepada merdeka.com, Sabtu (31/10).


Dia menjelaskan, kedua tersangka ditetapkan dikenakan Pasal 170 KUHP terkait dugaan pengeroyokan. Saat ini, kedua tersangka sudah ditahan di Rutan Polres Bukittinggi untuk penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, para pelaku mengucapkan permintaan maaf usai menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.


"Iya, ada permintaan maaf yang disampaikan setelah menjalani pemeriksaan tadi malam," kata Kapolres Kota Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, di Bukittinggi, Sabtu (31/10).


Dia menjelaskan, permintaan maaf disampaikan yang direkam dalam bentuk video. Namun, lanjut Dody, walaupun pengendara telah menyatakan permintaan maaf, kasus dugaan pengeroyokan itu tetap berlanjut. Keduanya dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.


"Pasal yang kita persangkakan Pasal 170 junto Pasal 351 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara," kata Stefanus. (sumber: merdeka/detik)