Pria Paruh Baya Tewas Dianiaya Gara-gara Gitar -->

Advertisement

Pria Paruh Baya Tewas Dianiaya Gara-gara Gitar

Senin, 02 November 2020



GLOBALMEDAN.COM, MEDAN - PERKELAHIAN berujung maut terjadi di Jalan Platina 1, Lingkungan VII, Gang Puskesmas, Kelurahan Titi Papan, Medan Deli, Jumat (30/10) sore. Toni Syahrul Damanik alias Toni (42) tewas dianiaya oleh Zainun alias pak Zai dan M Wahyu Hutomo (20). Motifnya, gara-gara gitar. 


M Wahyu Hutomo, warga Jalan Platina, Lingkungan 7, Gang Puskesmas, Kelurahan Titi Papan, Medan Deli sudah diamankan polisi, Zainun dalam pengejaran. 


Informasi diperoleh metro24jam, Toni Syahrul Damanik (korban), warga Jalan Deli, Komplek Satpolair Polda Sumut, Kelurahan Belawan I, Medan Belawan, empat bulan lalu meminjam gitar milik salah seorang pelaku. 


Jumat (30/10) sore, korban dan pelaku bertemu di Jalan Platina 1, Lingkungan VII, Gang Puskesmas, Kelurahan Titi Papan, Medan Deli. Lalu, Zainun menanyakan gitar tersebut kepada korban. 


Tidak dijelaskan bagaimana jawaban korban kala itu, yang pasti korban dan pelaku terlibat cekcok mulut dan berakhir dengan penganiayaan. Akibatnya, korban tak sadarkan diri dan kedua pelaku langsung kabur.

 

Melihat itu, Saprita ayah dari M Wahyu Hutomo membawa korban ke rumahnya dan memberitahu Dedi, abang korban. Setengah jam kemudian, korban menghembuskan nafas terakhirnya tanpa sempat mendapat pertolongan medis.  


Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Andi Rahmadsyah mengatakan, jenazah korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk otopsi. Menurut dia, pelaku bernama M Wahyu Hutomo sudah diamankan, sementara pelaku Zainun masih dalam pengejaran petugas. 


Anak Ditangkap, Ayah Menyerahkan Diri 


Zainun alias pak Zai (46) tersangka pelaku penganiayaan yang menyebabkan Toni Sahrul Damanik Alias Toni (46) tewas, akhirnya menyerahkan diri. Pak Zai datang ke Polsek Medan Labuhan, Sabtu (31/10) sekitar jam 21.00 WIB. 


Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edi Safari, SH melalui Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Andi Rahmadsyah mengatakan, kedua pelaku sudah diamankan dan masih dalam prosen penyidikan. Anak pak Zai, yakni tersangka MWH (20), diamankan tak lama setelah korban tewas. 


Tersangka pak Zai dan MWH ditahan karena menganiaya Toni Sahrul Damanik Alias Toni (46) warga Komplek Asrama Satpol Air Jalan Deli, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan hingga tewas di Jalan Platina I, Gang Puskesmas, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Jumat (30/10).


Informasi diperoleh metro24jam, penganiayaan yang dilakukan ayah dan anak itu, karena korban tidak mengembalikan gitar yang dipinjamnya empat bulan lalu. Awalnya tersangka MWH bertanya kenapa gitarnya belum dikembalikan. 


Karena korban tak menjawab, kedua pelaku emosi dan memukuli korban hingga terjatuh dan kepalanya terhempas ke lantai dan berdarah. Usai memukuli korban, tersangka pak Zai dan anak kandungnya MWH serta istri pak Zai, sempat membawa korban ke dalam rumahnya untuk diobati.


Selanjutnya, istri pelaku Safrita (44) memangil adik korban bernama Dedi Hendrawan Damanik (40) dan memberitahu bahwa korban dalam kondisi kritis karena dianiaya. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit namun dalam perjalanan akhirnya korban meninggal dunia.


Adik korban, Dedi Hendrawan Damanik, warga Jalan Platina I, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli langsung membuat laporan pengaduan ke Polsek Medan Labuhan sesuai Laporan Polisi Nomor: Lp/777/X/2020/SU/Pel-belawan/Sek M Labuhan, Jumat (30/10), jam 17.00 WIB. 

 

Beberapa jam kemudian, tersangka MWH berhasil ditangkap oleh personel Reskrim Polsek Medan Labuhan sedangkan ayahnya pak Zai langsung melarikan diri. Karena diultimatum oleh polisi akhirnya keesokan harinya pak Zai menyerahkan diri ke Polsek Medan Labuhan. (24j)