Restoran di Medan Dihimbau Terus Patuhi Protokol Kesehatan -->

Advertisement

Restoran di Medan Dihimbau Terus Patuhi Protokol Kesehatan

Selasa, 10 November 2020

GLOBALMEDAN.COM,MEDAN

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Mebidang Azhar Mulyadi mengatakan belasan restoran di Kota Medan telah mematuhi protokol kesehatan.
Berbicara dengan wartawan, Sabtu (7/11/2020), Azhar Mulyadi menyatakan belasan restoran ini sadar akan bahaya Covid-19, sehingga mereka patuh menjalankan protokol kesehatan.

Dan saya optimis kesadaran belasan restoran ini akan diikuti oleh pelaku usaha kuliner lainnya yang ada di Kota Medan, kata Azhar Mulyadi.

Dia menyebutkan Tim Satgas Covid-19 Medan Binjai Deliserdang (Mebidang) terus menggelar razia pada siang dan malam ke berbagai tempat makanan yang dianggap berpotensi menimbulkan kerumunan atau melanggar protokol kesehatan di masa pandemi.

Dari langka itu kita lihat memang sebagian besar usaha telah mematuhi aturan yang disosialisasikan pemerintah, sebut Azhar Mulyadi.
Tim menggelar razia protokol kesehatan di sejumlah tempat dengan kondisi yang mulai lebih baik dari sebelumnya. Terutama soal keberadaan orang di rumah makan atau cafe.

Mengingat perkembangan penegakan disiplin protokol kesehatan, kita melihat warga mulai memahami pentingnya protokol kesehatan. Beberapa memang memilih tutup agar tidak timbul pelanggaran. Ini yang kami lihat saat razia siang hari, kata Azhar di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Jl Sudirman Medan.
Sementara razia pada malam hari, katanya, kondisi yang ditemukan sudah lebih baik dari sebelumnya. Mengingat selama ini terjadi dilema bagi pelaku usaha dan juga pengunjung, di mana keduanya punya kepentingan yang saling mendukung namun tidak sesuai aturan di masa pandemi.

Mayoritas semuanya sudah memenuhi persyaratan protokol kesehatan, sehingga kepada para pelaku usaha ini perlu dipertahankan. Bagi yang belum kami datangi, semoga mengikuti petunjuk yang ada, sebut Azhar. 

Atas kondisi itu, pihaknya berterima kasih kepada masyarakat dan pelaku usaha yang sudah mau mengikuti anjuran pemerintah di masa pandemi Covid-19. Dengan begitu, Azhar menilai upaya penegakan disiplin protokol kesehatan oleh tim Satgas selama beberapa bulan terakhir ini tidak sia-sia.

Ini adalah kerja sama kita yang baik, teruskan. Dan bagi masyarakat, tetap pelihara 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun dengan air memgalir. Semoga Covid-19 ini segera tuntas, pungkasnya. (Swisma)


======

Kasus Aktif COVID-19 Sumut Bertambah Jadi 1.949 Orang

Medan, Jam 14.00 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Sumatera Utara (Sumut) mengumumkan jumlah kasus aktif per tanggal 9 November 2020 sebanyak 1.949 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.475 orang diantaranya melakukan isolasi mandiri, sedangkan 474 lainnya dirawat secara isolasi di sejumlah rumah sakit.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan COVID-19 Sumut Mayor Kes Whiko Irawan SpB melalui live streaming, Senin, mengatakan jumlah kasus aktif ini didapatkan setelah terjadinya penambahan sebanyak 545 kasus konfirmasi positif dalam sepekan terakhir, sehingga total saat ini menjadi 13.818 orang.

Kemudian didapatkan penambahan sebanyak 461 orang kasus kesembuhan juga dalam pekan yang sama menjadi 11.303 orang, dan didapatkan 28 kasus kematian menjadi 566 orang.

"Karenanya, Gubernur Sumut melalui Satgas Penanganan COVID-19 Sumut kembali mengucapkan terimakasih kepada masyarakat, instansi dan pelaku usaha yang telah menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Sedangkan bagi yang belum, supaya dapat menerapkannya, agar pandemi COVID-19 di Sumut bisa cepat berakhir," ujarnya.

Sebab, tidak tertutup kemungkinan terjadinya lonjakan angka penderita COVID-19 positif yang baru, sehingga wilayah yang sudah berzonasi kuning atau oranye menjadi merah kembali bila protokol kesehatan diabaikan di wilayahnya.

Oleh karena itu, Bidang Penegakan Hukum dan Disiplin Satgas COVID-19 masih akan terus memantau di lapangan untuk mendisiplinkan masyarakat, instansi dan pelaku usaha dalam rangka memutuskan rantai penularan COVID-19 tersebut.

Sanksi yang diberikan berupa peringatan, teguran sampai pada penutupan sementara tempat usaha yang dinilai melanggar protokol kesehatan.

"Selain itu, bagi yang menjalani isolasi mandiri agar dapat disiplin menjalaninya dan tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan kepada orang lain," ujarnya. (Swisma)