Vaksinasi Warga Medan Menunggu Arahan Pusat -->

Advertisement

Vaksinasi Warga Medan Menunggu Arahan Pusat

Kamis, 05 November 2020

GLOBALMEDAN.COM,MEDAN

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan, menyebut bahwa penggunaan vaksin Covid-19 tidak boleh sembarangan dan perlu beberapa penelitian lebih lanjut.

Pihaknya pun sampai dengan hari ini belum tahu mengenai rencana vaksinasi yang sudah digaungkan oleh pemerintah pusat.

“Sampai hari ini kami belum dapat informasi terkait itu. Informasi dari pusat. Vaksin ini tidak sembarangan, masih menunggu,” terangnya dalam keterangan resmi di posko Satgas Covid-19 Medan Jalan Rotan Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Senin (2/11).

Menyoal harga vaksin, lanjut Mardohar, Satgas Gugus Tugas Covid-19 Kota Medan juga belum mengetahui apakah dibebankan ke masyarakat atau ditanggung pemerintah.

Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan data yang dimiliki Satgas Covid-19 Kota Medan per 13 Oktober 2020 lalu, jumlah jenazah yang dimakamkan di TPU khusus Covid-19, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan mencapai 567 jenazah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 425 orang merupakan warga Kota Medan. Sedangkan sisanya dari luar daerah.

“Ini bukan data terbaru. Ini data pertanggal 13 Oktober. Jumlah jenazah yang dimakamkan di TPU Simalingkar B yakni 567,” tambahnya.

Ditambahkan, untuk suspek Covid-19 per Minggu (1/11), jumlahnya mencapai 9.306.

Sedangkan jumlah pasien yang sudah pulang mencapai 8.783. Sedangkan masih dirawat berjumlah 293. Meninggal sebanyak 391 orang.

“Di Kota Medan tingkat penyebaran Covid-19 sendiri grafik penyebarannya mulai menurun. Di September tingkat penyebarannya mencapai 55 orang per hari. Sedangkan di Oktober menjadi 44 orang per hari,” katanya.

Hal ini dikarenakan tingkat kesadaran masyarakat sudah mulai tinggi. Terlebih lagi, bagi mereka keluarganya yang sudah terkena.

“Kami juga terus memberikan sosialisasi dan edukasi bagi seluruh lapisan masyarakat agar tetap mengedepankan protokol kesehatan. Selain itu, masyarakat yang terkena Covid-19 semakin terlayani. Sehingga grafik mereka yang sembuh terus meningkat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Mandohar juga menuturkan, di Kota Medan, tingkat penyebaran Covid-19 terbesar ada di Kecamatan Medan Timur, Selayang dan terakhir di Medan Tuntungan. (swisma)