Atlet Planters Archery Club Lenggar Prokes Diberikan Sanksi -->

Advertisement

Atlet Planters Archery Club Lenggar Prokes Diberikan Sanksi

Jumat, 11 Desember 2020

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN

Planters Archery Club salah satu klub panahan yang telah memberikan kontribusi atlet untuk Medan, Deliserdang dan Sumatera Utara.

Selama pandemi klub panahan ini menerapkan protokol kesehatan ( prokes) secara ketat kepada atlet saat latihan.

"Protokol kesehatan kita terapkan mulai pemeriksaan suhu badan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Bagi atlet yang melanggar prokes akan diberikan sanksi tidak diperkenankan ikut latihan," kata Head Coach Planters Archery Club Yose Andri Sinuhaji di Lembaga Pendidikan Perkebunan Kampus Medan/STIP-AP Jalan Willem Iskandar Medan, Selasa (8/12/2020).

Disebutkannya setelah terhenti selama empat bulan akibat pandemi Covid-19, atlet panahan dari Planters Archery Club menggelar kembali latihan pada akhir Juni lalu guna menjaga kebugaran stamina para atlet.

Saat melaksanakan aktivitas panahan dengan menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu, pihaknya mengeluarkan aturan bagi para anggota klub yang akan latihan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ia mengatakan penerapan protokol kesehatan mulai dari pemeriksaan suhu tubuh para atlet dengan termometer tembak sebelum memasuki area latihan.

Pemeriksaan suhu tubuh ini ini sangat penting di masa pandemi saat ini. Hal ini untuk mengetahui gejala-gejala dari infeksi Covid-19 tersebut paling mudah dilihat yakni menggunakan suhu tubuh.

Selain itu, dengan mengukur suhu tubuh sebagai salah satu penapisan (pendeteksian) terutama saat masuk tempat latihan.

“Suhu tubuh normal manusia itu biasanya di sekitar kisaran 36,5 derajat sampai 37,5 derajat celcius. Jika melebihi batas normal maka atlet tidak diperkenankan masuk lapangan untuk latihan”, terang Yose Andri.

Selain itu, sambungnya, bagi atlet yang akan latihan diwajibkan memakai masker saat di area latihan.  Bagi atlet dan keluarga atlet yang tidak menggunakan masker maka disuruh keluar area latihan dan diperkenankan masuk bila telah menggunakan masker. Pemakaian masker diwajibkan agar mencegah penularan virus lewat droplet.

Yose menambahkan setiap atlet yang latihan sebelum memasuki area latihan juga diwajibkan mencuci tangan dengan sabun ditempat yang telah disediakan.

Selain itu, para atlet dianjurkan membawa hand sanitizer masing-masing, saat di lapangan harus rajin cuci tangan dengan hand sanitizer.

Peralatan panahan masing-masing atlet juga diinstrusikan untuk dibersihkan dengan cairan yang mengandung alkohol untuk membasmi virus dan bakteri yang melekat di peralatan tersebut.

"Kami membatasi yang latihan di range maksimal hanya 20 orang setiap Sabtu dan Minggu. Jarak antar pemanah hingga 2 meter, dengan 14 papan bantalan tembak. Perbantal 2 orang saat pendemi saat ini, biasa 3 orang sebelum pandemi”. terangnya.

Yose menuturkan, olahraga panahan terbilang aman dilakukan saat pandemi, pasalnya tidak ada kontak fisik antar sesama pemanah.

Kendati demikian, para pemanah harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Selama pandemi, Planters Archery Club tetap menggelar latihan di Lembaga Pendidikan Perkebunan Kampus Medan/STIP-AP Jalan Willem Iskandar Medan sejak akhir juni lalu.

Tak hanya sekedar latihan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, Planters Archery Club juga turut membina para atlet yang akan bertanding dalam PON XXI/2024 Sumut-Aceh cabang olahraga panahan.

“Maret awal 2020, sebelum pandemi Planters Archery Club mampu menembus skor terbaik saat pertandingan terakhir di Tebing Tinggi pada kejuaraan bertajuk “Archery Championship 2020”, dalam rangkaian Milad Ponpes Al-Hasyimiyah.

Selain itu, untuk menguji kemampuan dan keahlian atlet selama latihan di masa pandemi. Kami mengundang klub ATC Junior USU dalam pertandingan persahabatan “Planters Hero Squad Competition #3, Juli lalu dengan wajib menerapkan protokol kesehatan.

" Alhamdulilah  Planters Archery Club mendominasi juara dari nomor yang dipertandingkan”, paparnya.

Lebih lanjut Yose menyebutkan sebagai pelatih, sangat berharap pandemi ini bisa segera berakhir. Karena bagaimana pun dengan adanya pandemi ini, kegiatan atlet menjadi sangat terbatas dan itu akan mempengaruhi skill, fisik dan mental dari atlet dimasa depan .

"Semoga kita semua bisa menjaga diri dengan baik dan sehat sampai dengan pandemi ini berakhir dan aktiftas olah raga dapat kembali normal, sehingga semua atlet dari cabor apapun dapat kembali meraih prestasi tertingginya dan harus mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah," ungkapnya

Kepada atlet diharapkan tetap mematuhi protol kesehatan sesuai anjuran  pemerintah dengan penerapan 3M. Tetap menjaga kebugaran fisik dgn terus berlatih fisik dirumah dan tetap berlatih panahan dengan serius.

"Sehingga saat nanti pandemi ini berakhir, atlet atlet ini tetap dan mampu bisa mempertahankan prestasi terbaiknya. Selain itu, mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan sehingga dapat mematahkan mata rantai penyebaran Covid-19”. pungkasnya. (swisma)