BAN-PT Libatkan LLDikti Sumut untuk Konsultasi Akreditasi Prodi Kedaluarsa -->

Advertisement

BAN-PT Libatkan LLDikti Sumut untuk Konsultasi Akreditasi Prodi Kedaluarsa

Kamis, 03 Desember 2020

GLOBALMEDAN.COM,MEDAN

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN- PT) libatkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) untuk dimintakan guna konsultasi dalam proses evalusi akreditasi program studi (prodi) Pergurun Tinggi Swasta (PTS) yang kedaluarsa.

"Tahun ini kita dilibatkan selama proses penyelesaian akreditasi prodi yang kedaluarsa untuk dilakukan evaluasi, agar aplikasi Sistem Akreditasi Online atau SAPTO bisa dibuka setelah mendapat rekomendasi dari Dirjen Dikti,” ungkap Sekretaris LLDikti Wilayah I Sumut Dr Mahriyuni M.Hum, Kamis (3/12/2020).

Mahriyuni menuturkan, sesuai permintaan dari Dirjen dikti bahwa LLDikti melakukan evaluasi secara administrasi dan visitasi. Hal ini untuk memastikan apakah program studi tersebut masih aktif dalam pengelolaan penyelenggaraan tridharma.

"Prodi-prodi yang sudah kadaluarsa akreditasinya, memasukkan usulan ke SAPTO BAN-PT belum bisa diproses tanpa adanya surat rekomendasi dari Dirjen Dikti," ujarnya.

Sesuai pengarahan dari Dirjen Dikti, prodi-prodi yang akreditasinya kadaluarsa itu disampaikan evaluasinya ke LLDikti.

Menurut Mahriyuni ada sekira 41 prodi kadaluarsa yang pada Februari 2019 lalu dikirim ke LLDikti Wilayah I Sumut.

"Sekarang kalau akreditasi kadaluarsa, mereka dimintakan ke LLDikti untuk konsultasi. Tidak otomatis dibukakan SAPTO-nya oleh BAN- PT. LLDikti juga tidak bisa langsung ke ke BAN-PT tapi harus menyampaikan hasil evaluasi ke Dirjen dikti," jelasnya.

Mahriyuni menuturkan, LLDikti sesuai fungsinya menjalankan fungsi pembinaan, mengundang 41 PTS tersebut untuk dilakukan pemetaan masalah terkait program studi yang kadaluarsa.

"Nah, setelah dilakukan diskusi dan wawancara dengan pimpinan perguruan tinggi, maka dilakukan pemetaan masalah berkaitan dengan pertama ketidakmampuan mengerjakan instrumen ke-9.

Kedua masalah rasio yang tidal terpenuhi antara jumlah dosen dan mahasiswa, dan ketiga fasilitas yang tidak terpenuhi dalam penyelenggaraan proses perkuliahan

"Dari pemetaan masalah itu, maka kami kirimkan ke Dirjen Dikti yang selanjutnya Dirjen Dikti mengusulkan prodi tersebut untuk diselesaikan kepada BAN PT untuk membukakan SAPTO-nya, agar prodi-prodi yang kadaluarsa dilakukan asesmen oleh asesor BAN-PT," papar Mahriyuni.

Disebutkannya, saat ini ada 41 prodi yang sudah kadaluwarsa yang diberikan kepada LLDikti Wilayah I. Namun dari data web BAN-PT, ada 200 prodi dan saat ini sedang berproses di BAN-PT.

Penyebab akreditasi kedaluarsa, kata Mahriyuni salahsatunya karena akreditasinya belum ada dikarenakan prodi baru.

Selain itu tidak melakukan perpajangan reakreditasi dan melaporkannya ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti) seperti mencakup data mahasiwa, dosen dan lulusannya.

Karena itu pimpinan perguruan tinggi diharapkan mengajukan permohonan akreditasi ulang paling lambat 6 bulan sebelum masa berlaku status akreditasi dan peringkat terakreditasi Program Studi dan/atau Perguruan Tinggi berakhir,” tegas Mahriyuni.

Berkaitan dengan itu, tambah Mahriyuni, LLDikti Wilayah I Sumut sudah melakukan coaching clinic dokumen akreditasi BAN-PT 9 kriteria bagi prodi kadaluarsa.

“Kita melakukan coaching clinic sebanyak 4 tahap kepada PTS di kantor LLDikti Sumut dengan membatasi jumlah peserta dan penerapan protokoler kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19,” demikian ujar Mahriyuni. ( tanai)