HUT KSEI ke-23, Dukungan Infrastruktur Digital Upaya Peningkatan Jumlah Investor -->

Advertisement

HUT KSEI ke-23, Dukungan Infrastruktur Digital Upaya Peningkatan Jumlah Investor

Rabu, 23 Desember 2020

GLOBALMEDAN.COM,MEDAN

Memasuki usia ke 23 tahun, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian komit mendukung
geliat pasar modal Indonesia meski
pandemi Covid-19 masih belum mereda.

"Sebagai bentuk dukungan industri pasar modal Indonesia, KSEI bersama dengan BEI dan KPEI memberikan insentif atas layanan jasa yang diberikan kepada pelaku industri sehubungan dengan kondisi pandemi mulai Juni – Desember 2020," ungkap Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo, Rabu (23/12/2020).

Pada media gathering bertepatan dengan perayaan hari jadi ke-23 mengangkat tema ‘Agility in The New Normal itu, Uriep menyebutkan beberapa pengembangan yang berhasil dilakukan KSEI, khususnya terkait dengan teknologi digital sehingga dapat mendukung kegiatan di pasar modal Indonesia secara online.

Disebutkan, selama 2020 terdapat penambahahan 1 Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) yang bekerjasama dengan KSEI. Dengan demikian total terdapat 17 bank yang dapat mendukung pembukaan RDN dalam berinvestasi di pasar modal.

Jumlah perusahaan efek yang dapat mendukung program Simplifikasi pembukaan rekening sepanjang 2020 juga bertambah 8 perusahaan sehingga total ada 19 perusahaan efek yang dapat mendukung proses pembukaan rekening secara online

Senada dikatakan Direktur KSEI Syafruddin yang sepanjang 2020 eASY.KSEI telah memberikan kemudahan bagi para pihak yang terlibat pada penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), di antaranya Emiten, Biro Administrasi Efek, Partisipan KSEI, sampai dengan Investor.

Disebutkannya eASY.KSEI telah digunakan 642 Emiten. Dari jumlah tersebut, 633 Emiten berhasil menggunakan eASY.KSEI untuk penyelenggaraan RUPS.

Selain itu eASY.KSEI juga telah mendukung penyelenggaraan total 979 RUPS, baik RUPS-Tahunan maupun RUPS-Luar Biasa dengan total 12.134 investor yang menghadiri RUPS.

Syafruddin mengatakan dalam waktu dekat, platform eASY.KSEI juga akan dilengkapi dengan fasilitas  e-Voting, yang memungkinkan investor pasar modal untuk dapat melakukan voting secara elektronik serta menyaksikan jalannya RUPS melalui fasilitas live streaming pada eASY.KSEI.

Direktur KSEI Supranoto Prajogo juga menambahkan dukungan infrastruktur digital yang disediakan KSEI untuk pasar modal Indonesia dalam upaya mendukung peningkatan jumlah investor.

"Dari data demografi investor milenial semakin mendominasi dengan jumlah total 73,83% investor berusia di bawah 30 tahun sampai dengan 40 tahun.

Berdasarkan data di KSEI per 30 November 2020, investor pasar modal didominasi oleh 61,11% laki-laki, 50,24% usia di bawah 30 tahun, 53,69% pegawai swasta, 44,09% lulusan sarjana, 58,16% berpenghasilan 10-100 juta/tahun dan 72,12% berdomisili di pulau Jawa.

Dari sisi jumlah investor, dari akhir 2019 hingga 23 Desember 2020, jumlah Single Investor Identification (SID) tumbuh 45,51% menjadi 3.615.019 SID.

Jumlah tersebut merupakan jumlah Single Investor Identification (SID) terkonsolidasi yang terdiri dari investor Saham, Surat Utang, Reksa Dana, Surat Berharga Negara (SBSN) dan Efek lain yang tercatat di KSEI.

Jumlah itu dengan komposisi  1.547.619 SID yang memiliki aset Saham, 2.905.718 SID memiliki aset Reksadana dan 452.635 SID memiliki aset Surat Berharga Negara.

Saat ini KSEI juga telah menyusun 30 program kerja yang 9 diantaranya merupakan program strategis, salah satunya adalah rencana pengembangan alternatif penyimpanan Dana Nasabah pada Sub Rekening Efek (SRE) untuk instrumen Efek Bersifat Ekuitas dan Efek Bersifat Utang dan Investor Fund Unit Account (IFUA) untuk instrumen Reksa Dana.

Program ini bertujuan untuk memberikan alternatif tempat penyimpanan dana dalam rangka penyelesaian transaksi di pasar modal. 

Program strategis KSEI lainnya adalah Information Hub yang meliputi pengembangan validasi data investor, baik dengan Ditjen Dukcapil terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) untuk investor diaspora serta pengembangan SRE Syariah dalam rangka mendukung Roadmap Pengembangan Pasar Modal Syariah.

Terdapat juga 3 rencana strategis yang baru dari KSEI yaitu Optimaliasi Sub Registry KSEI, Securities Crowd Funding dan Pengembangan Layanan SRE Syariah. ( swisma)