Features #####  Ngaku Kebal Covid-19, Jhonson Tetap Pakai Masker -->

Advertisement

Features #####  Ngaku Kebal Covid-19, Jhonson Tetap Pakai Masker

Senin, 28 Desember 2020

MEDAN JAM 11.00 WIB

PEMERINTAH menyayangkan masih adanya sebagian masyarakat Indonesia yang percaya bahwa diri mereka tidak mungkin tertular Covid-19. Fakta ini terungkap dalam survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan masih ada 17 persen masyarakat yang yakin tidak akan terinfeksi corona.

Jhonson Purba, mungkin salahsatu dari 17 persen masyarakat yang punya anggapan seperti itu. Supir bus rute Berastagi - Medan - Berastagi ini mengaku sangat yakin dirinya kebal, atau tidak akan terkena Covid.

Jhonson menyatakan yakin dirinya tidak akan terinfeksi Covid. Pasalnya, dalam beberapa bulan ini walau di masa pandemi ia tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak merasa sakit atau mengalami gejala Covid.

"Saya bawa penumpang Berastagi - Medan, dan Medan - Berastagi setiap hari. Sampai sekarang, saya tidak ada sakit, apalagi kenak Corona," ungkapnya.

Meski mengaku kebal, pria berusia 42 tahun ini tetap memakai masker demi mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dan membasuh tangan dengan sabun setiap usai menyupiri kenderaannya.

Di awal masa pandemi Covid-19 menyerang Indonesia pada pertengahan Maret lalu, bapak dari tiga anak ini  menyebutkan penghasilannya sempat beberapa bulan mengalami penurunan yang sangat drastis.

“Sedih juga pendapatan saya menjadi berkurang lebih setengah dari sebelum pandemi. Biasanya saya bisa mendapatkan Rp 700 ribu bahkan Rp 800 ribu per harinya menjadi Rp 300 ribuan,” ujar pria warga Kabanjahe ini.

Untungnya bus itu miliknya sendiri, sehingga ia tidak terbebani dengan uang setoran. Kendati demikian, ia juga harus 'menyetor' penghasilannya untuk kebutuhan keluarganya di rumah.

Begitupun untuk menambah kebutuhan hidup, istrinya saat ini turut membantu mendapatkan penghasilan dengan bekerja di warung rumah makan.

Meskipun dia mengaku kebal dengan Covid-19, namun Jhonson  prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini. Sebab dengan mewahnya penyakit yang ditakuti itu berdampak di pelbagai sektor usaha termasuk orang perseorangan.

“Saya berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu dan aktivitas kembali sedia kala. Dengan demikian roda perekonomian bisa lancar lagi,” ungkap Jhonson.


Tidak Ada Yang Kebal

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito beberapa waktu lalu mengaku sangat  menyayangkan adanya persepsi masyarakat yang menyatakan kebal terhadap covid-19,

Wiku mengingatkan, pada prinsipnya tidak ada yang namanya manusia kebal dari Covid-19. Infeksi virus ini bisa menyerang siapapun tanpa memandang latar belakang kesehatannya.

"Virus ini tidak mengenal tua atau muda, kaya atau miskin, siapapun bisa tertular. Sekali lagi tidak ada yang kebal. Jangan sekali-sekali kita berpikir bahwa karena rajin olahraga atau berdiam diri di rumah kita bisa kebal. Karena tertular itu bisa mudah terjadi dari siapapun yang kita temui," katanya.

Karena penularan yang sangat mudah bida bisa menyerang siapapun, Wiku meminta, masyarakat agar benar-benar menjalankan protokol kesehatan atau 3M, yakni mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Untuk masyarakat yang sudah paham mohon agar saudara-saudara sekalian ingatkan orang lain yang belum sadar agar betul-betul kita menjadi satu kekuatan besar secara nasional untuk melawan virus ini," ujarnya.

Dalam survei daring BPS pada 7-14 September lalu  menunjukkan sebanyak 29,4 persen responden menilai 'mungkin' untuk tertular. Sementara itu 34,3 persen responden berpikir 'cukup mungkin' untuk tertular. Sebanyak 19,3 persen responden juga menilai 'sangat mungkin' tertular. 

Sisanya 12,5 persen responden meyakini diri mereka 'tidak mungkin' untuk tertular dan 4,5 persen menilai 'sangat tidak mungkin'. Jadi 17 dari 100 responden, mereka katakan bahwa mereka sangat tidak mungkin atau tidak mungkin tertular covid-19. (swisma)