Laksanakan PTM di Tengah Pandemi, SMKN 3 Sediakan Masker dan Hand Sanitizer -->

Advertisement

Laksanakan PTM di Tengah Pandemi, SMKN 3 Sediakan Masker dan Hand Sanitizer

Rabu, 30 Desember 2020

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN

Pasca Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan memberi izin bagi sekolah untuk mulai pembelajaran tatap muka (PTM) pada Januari 2021 di tengah pandemi Covid-19, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 (SMKN 3) Medan menyatakan siap untuk melaksanakannya.

Kesiapan tersebut diungkapkan Kepala SMKN 3 Medan H. Maraguna Nasution MAP, Sabtu (26/12) setelah diperoleh hasil rapat persiapan jelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dihadiri para guru, perwakilan wali murid, dan utusan dari Sub Rayon SMKN 3, di aula sekolah Jalan STM Medan.

Dijelaskan Maraguna, rapat persiapan jelang  PTM bersama wali murid di SMKN 3 Medan, berlangsung tertib. Kegiatan ini sangat penting, guna menyiapkan segala keperluan dan mengantisipasi tidak ada masalah dalam PTM.

Dalam pelaksanaan rapat kepada guru dan wali murid, juga dilakukan bergantian. Selain menghindari jumlah orang dalam satu ruangan, juga memastikan semua yang masuk ke SMKN 3 Medan dalam kondisi sehat.

,Menurut Maraguna hasil rapat ini akan disampaikan kepada Cabang Dinas Medan Selatan, sebagai usulan untuk dilan-jutkan ke Dinas Pendidikan Sumut.

Dijelaskan Maraguna, pada hari pertama masuk sekolah Senin 4 Januari 2021, hanya ada 50 persen siswa yang hadir, sedangkan 50 persen tetap belajar secara daring dari rumah.

“Sistem PTM dan daring akan dilaksanakan secara bergantian dalam satu minggu. Sehingga semua siswa berkesempatan untuk TPM dan daring,” ungkapnya.

Untuk itu, kata dia, pihak sekolah sudah menyiapkan per-lengkapan di sekolah, termasuk tempat cuci tangan, alat pengu-kur suhu tubuh, tempat sampah, bahkan masker dan multi vitamin.

SeTetapi pihak sekolah menyiapkan surat pernyataan yang ditandatangani orangtua siswa yang tidak keberatan anaknya ikut PTM. Surat diserahkan saat pembagian raport siswa dan bisa dikembalikan kepada panitia kegiatan PTM atau wali kelas,” ujarnya.

Menurut Maraguna, pada pelaksanaan PTM ada lima ketentuan yang harus dilaku-kan. Pertama, pada hari pertama masuk sekolah, pihaknya menyediakan masker untuk siswa dan multi vitamin terma-suk untuk guru.

Kedua, siswa yang hadir, hanya 50 persen atau 535 orang saja. Sedangkan 50 persen lagi belajar secara daring dan diatur jadwal bergantian untuk sistem tatap muka.

Ketiga, semua siswa yang akan ikut PTM maupun guru, menyerahkan surat keterangan sudah rafid test karena pihak sekolah tidak bisa membiayai.

 Keempat, kelengkapan sarana seperti tempat cuci tangan dan kelengkapannya, alat pengukur suhu tubuh, serta tempat sam-pah sudah disediakan di berbagai titik oleh pihak sekolah.

Kelima, tidak ada kantin di sekolah yang buka, sehingga di-harapkan siswa dan guru membawa bekal masing-masing, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Saya berharap kerjasama semua pihak di sekolah, sehingga bisa berjalan normal dan siswa sehat walafiat dalam mengikuti proses PTM,” tutur Maraguna. (swisma)