Satgas Covid Razia Masker di Tempat Umum -->

Advertisement

Satgas Covid Razia Masker di Tempat Umum

Selasa, 29 Desember 2020

MEDAN, JAM 10 WIB

Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menjaring 55 orang warga yang melanggar protokol kesehatan (prokes).

Aksi tersebut dilakukan saat Tim Satgas menggelar razia masker di Jalan Ring Road Gagak Hitam, tepatnya di depan Ringroad City Walk (RCW), Senin (28/12/2020).

Bersama tim gabungan, Tim Satgas menahan 8 kartu tanda penduduk (KTP) sebagai sanksi atas pelanggaran yang dilakukan warga karena kedapatan tidak mengenakan masker.

Adapun tim gabungan tersebut terdiri dari unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, Dinas Pariwisata (Dispar), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sementara itu, bagi warga yang terjaring dan tidak membawa KTP, Tim Satgas akan memberikan sanksi pembinaan. Sanksi yang harus dilakukan oleh pelanggar di antaranya menyanyikan lagu nasional yang diketahui dan melafalkan Pancasila.

Namun, sebelum warga meninggalkan lokasi razia, mereka diingatkan kembali untuk senantiasa mengenakan masker sebagai upaya mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Kegiatan razia sendiri dimulai sekitar pukul 09.30 dengan meletakkan dua plang di seperempat ruas jalan bertuliskan ‘mohon maaf atas terganggunya kelancaran jalan menyusul dilakukannya razia masker’.

Setelah itu, tim melakukan penertiban kepada setiap warga yang melintas, baik para pejalan kaki maupun pengendara motor.

Kendaraan yang diperiksa dari yang beroda dua, empat maupun truk. Ini dilakukan untuk memastikan para pengendara mengenakan masker atau tidak.

Sebagai informasi, razia masker ini dipimpin oleh Seksi Pembinaan dan Penyuluhan Satpol PP Irvan Pane yang hadir mewakili Kepala Satpol PP (Kasatpol PP) Kota Medan HM Sofyan
Dalam kesempatan tersebut, Irvan Pane mengatakan, pihak Tim Satgas akan menghentikan para pejalan kaki dan pengendara motor yang tidak mengenakan masker.

Sebelum melakukan pendataan, warga yang tidak pakai masker diminta membersihkan tangan terlebih dulu menggunakan hand sanitizer dan kemudian diberi masker.

“Selama pandemi Covid-19, kami minta warga untuk selalu mengenakan masker, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah,” kata Irvan, seperti dalam keterangan tertulis yang Tribun Medan terima, Senin (28/12/2020).

Menurut Irvan, penggunaan masker merupakan salah satu upaya yang paling efektif untuk mencegah penularan Covid-19.
Razia masker di pusat perbelanjaan

Selain merazia warga yang melintasi Jalan Ringroad, Irvan mengatakan, Tim Satgas juga mendatangi pusat perbelanjaan seperti RCW.

“Hal itu dilakukan untuk melihat apakah pengunjung maupun karyawan yang bekerja di plaza tersebut telah memakai masker atau tidak,” ujarnya.

Kegiatan ini, kata Irvan, juga untuk memastikan penerapan prokes pengelola plaza apakah sudah sesuai. Prokes yang dimaksud seperti pengadaan wastafel cuci tangan maupun penerapan social distancing.

Menurut Irvan, dari hasil pengawasan pihaknya, RCW telah menerapkan prokes.

“Ini karena RCW tak hanya menyediakan sejumlah wastafel, tetapi pengunjung yang hendak memasuki plaza lebih dulu di cek suhu tubuhnya menggunakan thermogun oleh salah seorang petugas di pintu masuk,” ujarnya

Sementara itu, pengunjung yang tidak mengenakan masker tidak diperkenankan masuk plaza berlantai empat tersebut. Namun, tim Satgas Covid-19 melihat seluruh pengunjung yang datang seluruhnya mengenakan masker.

Namun, Ivan menyayangkan salah satu pusat perbelanjaan yang berada di lantai dasar RCW, yaitu Smarco Superstore Supermarket.

“Saat memasuki Smarco Superstore, kami mendapati sebagian besar karyawan supermarket tidak mengenakan sarung tangan plastik. Padahal, peraturan ini telah diisyaratkan sebelumnya untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19,” imbuhnya.

Melihat itu, Irvan pun langsung menegur salah seorang penanggung jawab Smarco Superstore.

Menerima teguran tersebut, pria dengan kemeja merah dipadu celana panjang hitam itu meminta maaf dan langsung memerintahkan seluruh karyawan yang ada di supermarket tersebut untuk mengenakan sarung tangan.

“Kami apresiasi kepada pengelola RCW, sebab mereka telah menerapkan prokes dengan baik. Hanya saja kami menemukan adanya pelanggaran prokes di Smarco Superstore Supermarket. Alhamdulillah, setelah kami ingatkan, mereka pun langsung memakainya,” ungkap Irvan.

Maka dari itu, kata dia, pihaknya berharap semua masyarakat patuh melaksanakan prokes. Aturan tersebut seperti yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwalkot) Nomor 27 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19. ( swisma)