Zonasi Penyebaran Covid-19 di Sumut Membaik -->

Advertisement

Zonasi Penyebaran Covid-19 di Sumut Membaik

Jumat, 11 Desember 2020

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN

Peta risiko zonasi penyebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara mulai membaik. Pasalnya, terdapat penambahan 4 daerah yang masuk zona kuning (resiko rendah), yang sebelumnya hanya 3 daerah.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyampaikan, keempat daerah itu adalah Kabupaten Nias, Tapsel, Padang Sidimpuan dan Simalungun.

Sebelumnya pada per kondisi 29 November 2020, daerah yang masuk zona kuning, masih Kabupaten Taput, Nias Selatan dan Nias Barat.

Namun begitu, Kabupaten Pakpak Bharat yang sebelumnya berada pada zona orange (resiko sedang) kini masuk dalam zona merah (resiko tinggi).

Sedangkan Kabupaten/Kota lainnya masih tetap bertahan di zona orange.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, dr Aris Yudhariansyah, mengaku masih akan mengkonfirmasikan data perubahannya.

Namun berdasarkan update harian, pada Kamis (10/12/2020) ke 7 daerah tersebut memang tidak ada ditemukan penambahan kasus baru konfirmasi Covid-19.

"Ketujuhnya tidak ada laporan penambahan untuk kasus baru," kata dr Aris.

Lebih lanjut Aris menjelaskan, berdasarkan data yang dimilikinya, untuk Kota Padang Sidimpuan saat ini jumlah kasus aktifnya (penderita positif) tercatat ada sebanyak 4 orang.

Kemudian Simalungun 29 orang, Taput 22 orang, Tapsel 2 orang, Nias 30 orang, Nias Selatan 2 orang dan Nias Barat tinggal 1 orang.

"Pada Pakpak Bharat, kasus aktifnya saat ini tercatat ada sebanyak 57 orang," jelasnya.

Dari data keseluruhan, terdapat penambahan 83 kasus baru dari 9 Kabupaten/Kota di Sumut, sehingga akumulasinya kini menjadi 16.424 orang.

Penambahan terbanyak berasal dari Kota Medan dengan 20 orang, diikuti Pematang Siantar 15 orang, Asahan 14 orang dan Tebing Tinggi 12 orang.

Kemudian terhadap angka kesembuhan, diperoleh penambahan 81 orang dari 14 Kabupaten/Kota, sehingga akumulasinya kini sudah menjadi 13.724 orang.

Penambahan terbanyak juga dari Medan dengan 32 orang dan Simalungun 26 orang.

"Sedangkan pada angka kematian, didapatkan penambahan 3 orang, sehingga kini akumulasinya menjadi 637. 2 di antaranya dari Simalungun dan 1 dari Dairi," tambahnya. ( swisma)