Menunggu Antrian, Pria Paruh Baya Meninggal di Kursi Pangkas -->

Advertisement

Menunggu Antrian, Pria Paruh Baya Meninggal di Kursi Pangkas

Kamis, 07 Januari 2021

Korban di kursi pangkas.


GLOBALMEDAN.COM, SIANTAR - Seorang juru parkir meninggal dunia di kursi pangkas Sempati Hair Cut 2 milik Hotlan Tambah di Jalan Vihara, Kelurahan Simalungun, Selasa (5/1) sekitar jam 10.15 WIB. Dia adalah Denni Siregar (58) warga Jalan Kol, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Selatan. 


Korban datang ke lokasi pangkas dengan keadan sehat. Ia mengendarai Supra X BH 6485 MJ. Usai markirkan keretanya, Denni sempat duduk menunggu antrian. 


"Waktu bapak ini datang, kebetulan masih ada orang yang saya pangkas. Jadi menunggulah bapak ini di kursi. Sempat kulihat batuk-batuk sambil megang dada," ujar Haris Gulu, karyawan Sempati Hair Cut 2 yang akan memangkas rambut Denni. 


Selanjutnya, giliran Denni tiba, ia dipersilahkan duduk di kursi dan ditanyai model pangakasan yang diinginkan. Denni kemudian menjawab model pangkas cepak. 

"Baru setengah rambutnya dipangkas, batuk bapak itu semakin parah, tapi nggak keluar dahaknya. Disitu langsung lemas dan posisinya tidak tegak lagi. Badannya juga dingin, sehingga saya cek nadinya sudah tidak berdenyut lagi bang," kata Haris, 


Sadar orang yang dipangkas sudah meninggal dunia, Haris memanggil tokenya Hotlan Tamba yang saat itu sedang tiduran di lokasi pangkas. Hotlan kemudian memanggil keluarga Denni. 

"Karena saya kenal sama korban, keluarganya langsung kita panggil kemari dan tempat pangkas kita ini kita tutup setangah," ujar Hotlan. 

Keluarga korban histeris.

Amatan wartawan, boru Sidabutar, istri Deni begitu tiba di lokasi pangkas dan melihat suaminya sudah terbujur kaku langsung menjerit histeris. Ia sempat pingsan beberapa saat. Sementara Ridwan Siregar (59) mengatakan adik kandungnya itu sudah lama menderita sakit jantung. "Dia tukang parkir di Jalan Sutomo. Memang sudah lama dia sakit jantung. Akhirnya inilah yang terjadi," ujarnya. 


Tak lama kemudian, personel Satlantas Polres Siantar dan Polsek Siantar Selatan tiba di lokasi pangkas. Saat akan mengevakuasi jenazah Denni, petugas sedikit kesulitan. Sebab, anak Denni meronta dan ingin masuk untuk melihat ayahnya di ruang pangkas. 


"Kita datang setelah dikabarkan warga. Untuk dugaan sementara, kita menduga korban mengalami sakit jantung dan itu masih kita dalami," ujar Iptu Bostan Simangunsong, Kanit Reskrim Polsek Siantar Selatan.

 

Bostan menyatakan, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Karena menggagap kejadian itu murni penyakit jantung. Selanjutnya jenazah langsung dibawa ke rumah duka. "Mereka kita suruh nanti  buat surat pernyataan tidak keberatan," tutup Bostan. (24j)