Vaksinasi Covid-19, Bupati dan Wali Kota Diminta Jadi Teladan -->

Advertisement

Vaksinasi Covid-19, Bupati dan Wali Kota Diminta Jadi Teladan

Senin, 11 Januari 2021

GLOBALMEDAN.COM, PADANGSIDIMPUAN

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berharap bupati dan wali kota se- Sumatera Utara menjadi teladan untuk disuntikkan vaksin COVID-19 usai mendapatkan legalitas resmi dari beberapa lembaga.

Dalam rapat virtual yang dihadiri pejabat daerah se Sumatera Utara yang dipimpin Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berharap bupati dan wali kota menjadi teladan jelang vaksinasi COVID-19.

Pemprov Sumut telah menerima 40 ribu vaksin Corona. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berharap izin untuk penyuntikan vaksin segera terbit.

"14 Januari mendatang diharapkan BPPOM mengizinkan, kita sudah running well untuk melakukan vaksin kepada orang-orang yang sudah terdaftar," ucap Edy saat pimpin Rapat Conference via daring dengan Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Utara, Kamis (7/1/21).

Edy mengatakan Pemprov masih menunggu izin dari BPPOM. Jika hingga 14 Januari 2021 nanti izin belum keluar, Edy mengatakan proses vaksinasi akan ditunda.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta Kepala Daera se-Sumut tak menolak disuntik vaksin Corona atau COVID-19. Dia mengatakan vaksin merupakan kewajiban.

"Ini tidak ada penolakan, ini kan kewajiban. Jadi kewajiban kepada tenaga kesehatan," ungkap Edy.

Dirinya juga tidak akan menolak jika disuntik vaksin. Dia meminta seluruh Bupati dan Wali Kota menjadi teladan bagi setiap warganya, sehingga semua warga Sumut tidak menolak untuk di vaksin, ungkapnya.

Beliau juga meminta kesiapan dan keseriusan daerah untuk vaksin COVID-19. Vaksin ini, menjadi ikhtiar kita untuk mencegah dan terhindar dari virus corona, katanya.

Rapat tersebut turut dihadiri Pemerintah Kota Padangsidimpuan yang dipimpin oleh Wakil Walikota Arwin Siregar beserta Sekretaris Daerah.

Arwin menyebut, keputusan yang akan diambil oleh Pemko Padangsidimpuan nantinya sesuai dengan arahan dan petunjuk Pemprov Sumatera Utara sesuai dengan apa yang disebut Pak Gubernur Edy Rahmayadi, ucap Arwin.

Siap Divaksinasi

Edy Rahmayadi juga menyatakan dirinya siap untuk menerima vaksin COVID-19 bersama-sama dengan tenaga kesehatan pada 14 Januari 2021.

“Diharapkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tidak ada penolakan. Demi keselamatan semua pihak, vaksinasi juga sudah dipastikan aman,” ujar Edy Rahmayadi di Medan, Rabu (6/1)

Gubernur menegaskan, tidak ada alasan masyarakat menolak divaksin. Jika menolak berarti mengorbankan dirinya sendiri dan orang lain termasuk keluarganya.

“Semua harus menyadari vaksinasi untuk keselamatan semuanya sehingga pandemi COVID-19 bisa berakhir, ” ujar gubernur.

PCR Dua Minggu Sekali

Edy Rahmayadi menegaskan kepada seluruh dokter dan tenaga medis di daerah tersebut wajib melakukan pemeriksaan usap tenggorokan (PCR) setiap dua minggu sekali.

“Tidak ada alasan karena dia yang berada di garda terdepan, yang paling depan melakukan pemeriksaan terhadap rakyat kita,” katanya saat video conference bersama bupati dan wali kota se-Sumut, di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kamis (7/1).

Ia mengatakan para dokter dan tenaga medis yang wajib melakukan pemeriksaan PCR itu yang bertugas di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang terlibat langsung dengan pasien COVID-19.

“Sehingga harus dipastikan tenaga kesehatan kita sehat. Untuk itu setiap dua minggu sekali diwajibkan untuk di swab,” katanya.

Ia meminta kepada seluruh pimpinan masing-masing daerah untuk memeriksa terkait pelaksaan tersebut dan melaporkan hasil pemeriksaan ke pemerintah provinsi.

“Saya minta bapak-bapak sekalian pejabat di daerah, saya di provinsi saya memonitor dan saya selalu mengikuti perkembangan rakyat kita semua ini,” katanya. (swisma)