BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut: Relawan Satgas  Covid-19 Dapat Perlindungan -->

Advertisement

BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut: Relawan Satgas  Covid-19 Dapat Perlindungan

Senin, 17 Mei 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan siap beri perlindungan bagi para relawan Satuan Tugas (Satgas) yang menangani virus corona SARS-CoV2 (Covid-19).

“Untuk melindungi para relawan yang berada di garis terdepan dalam menangani Covid-19, kita siap memberikan jaminan sosial (jamsos),” kata Deputi BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut Panji Wibisana, Selasa (11/5)

Menurut Panji pada sosialisasi mengoptimalisasikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021di ruang rapat kantor BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Jalan Patimura Medan, Negara hadir melindungi pekerja yang ada di Indonesia, baik penerima upah, bukan penerima upah pekerja, migran Indonesia dan juga jasa konstruksi.

Disebutan Panji, saat ini BPJS Ketenagakerjaan menangani peserta dari non ASN   yang juga mendapatkan jaminan perlindungan dari pemerintah. Bahkan hal ini sudah berjalan sampai aparatur desa dan termasuk relawan-relawan yang bekerja  di satuan petugas covid-19 .

“Para relawan satgas Covid-19 itu juga diberi perlindungan. Itu ada kekhususannya bagi petugas yang menangani termasuk relawan tim medis. Jika ada suatu resiko menyebabkan meninggal, maka itu masuk dalam kategori kecelakaan kerja dan mendapat jamsos,” kata Panji.

Untuk itu kata Panji, relawan covid-19 yang sudah bekerja ikhlas dan sudah menerima surat tugas baik relawan medis dan non-medis yang telah dijamin BPJS Jamsostek., bisa mendapatkan perlindungan jamiman kecelakaan kerja dan kematian.

Namun bagi pekerja di pabrik, pemerintahan dan swasta atau bukan penerima upah jika meninggal karena covid tidak akan mendapatkan santunan kecelakaan kerja karena itu akibat penyakit virus covid.

Lebih lanjut dikatakan Panji, dalam Inpres No 2/2021 ini juga nantinya meminta laporan peranggung jawaban dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy kepada Presiden Jokowi enam bulan setelah dijalankan Inpres tersebut dan bagaimana perkembangannya.

Panji juga menyebutkan pihaknya sudah sampaikan sosialisasi Inpres tersebut ke Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Selain itu audiensi dengan Kejati Sumut dan Aceh.

“Sinergitas sudah kami lakukan, karenai ini sangat penting dalam mengoptimalkan Inpres No 2 tahun 2021 tersebut,” ungkap Panji.

Dengan Inpres ini, katanya Presiden ingin pekerja di Indonesia semuanya mendapatkan perlindungan jaminan sosial tenaga kerja.

“Itu bukan saja dalam segi jumlahnya tetapi pelayanan Jamsostek juga harus ditingkatkan. Jadi harus berimbang,” demikian kata Panji. (swisma)