#Feature# Ikhlas Bawa Berkah bagi Rizki, Jasa Kurir di Tengah Pandemi -->

Advertisement

#Feature# Ikhlas Bawa Berkah bagi Rizki, Jasa Kurir di Tengah Pandemi

Rabu, 26 Mei 2021

 
GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Wabah virus corona yang belum juga berakhir membuat warga banyak memilih tinggal di rumah. Upaya itu dilakukan sebagai salah satu pencegahan penularan virus membahayakan itu. 

Kondisi tersebut memberi berkah bagi Rizki yang bekerja sebagai kurir di perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman ekspres dan logistik. Pasalnya di balik musibah pandemi Covid-19 itu menyebabkan terjadinya peningkatan aktivitas jual-beli online, sehingga membuatnya banyak mendapatkan pengiriman paket.

Menurut Rizki, di awal terjadinya pandemi sempat membuat dirinya kecewa bercampur sedih, karena perusahaan tempatnya bekerja membatasi aktivitasnya dengan mengurangi jam kerja karena berkurangnya pengiriman paket. 

Namun berbekal ikhlas, Rizki warga Jalan Makmur, Tembung Kabupaten Deliserdang yang lulusan di salah satu SMA ini tetap semangat mengiringi langkahnya untuk tetap bekerja sebagai kurir. Bagaimana tidak, sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, Rizki di usianya yang baru 23 tahun itu ingin selalu membantu orang tuanya. 

Ditemui di tengah kesibukannya saat mengepak puluhan hingga ratusan paket di depan kantornya, Selasa (25/5) Rizki mengatakan, dengan niatnya yang ikhlas dan semangat dalam bekerja sebagai kurir, dia bukan saja berbagi kebahagiaan karena membantu orangtuanya tapi juga banyak orang dengan semangatnya mengantarkan paket kiriman kepada customer, meskipun di gang-gang sempit dan alamat yang kurang lengkap. 

Bagi pria yang masih melajang ini, ikhlas dan semangat merupakan motivasi utamanya selain disiplin dalam bekerja. Meski di tengah pandemi Covid-19 sekalipun, karena ada sebagian customer yang sulit ditemui akibat rumahnya tertutup rapat, sehingga harus berteriak berkali-kali memanggil customer.

Bahkan Rizki sempat agak tersinggung saat ada customer yang melarangnya masuk ke halaman rumah dan harus berada di luar pagar. Sehingga dengan sedikit kesal Rizki meletakkan paket pesanan di sela tiang pagar sesuai arahan pemilik rumah. Padahal Rizki sudah menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan selalu membawa hand sanitizer. 

Namun akhirnya Rizki memaklumi dan ikhlas atas sikap yang diperlihatkan customer sebagai bentuk kehati-hatiannya sebagai upaya mencegah penularan virus corona.

Diakui Rizki, saat pandemi seperti sekarang ini terjadi peningkatan pengiriman paket ke customer. Dalam sehari Rizki mampu melakukan pengiriman lebih di atas 100 paket yang dilakoninya sekira pukul 08.00 hingga 20.00 WIB di sekitar area kerjanya di kawasan Kecamatan Medan Denai dan sekitarnya.

Menurutnya lonjakan jumlah paket yang harus diantarkan kepada customer pun kian bertambah di masa pandemik Covid-19 ini yang bisa mencapai antara 150 hingga 200 paket. 

“Mungkin efek pandemik, jadi banyak orang enggan atau takut keluar rumah,” ucap Rizki yang mengaku mengharuskannya  selalu memakai masker dan membawa hand sanitizer untuk mencegah penularan virus Coviid-19. 

Pria yang selalu menjaga kerapian penampilan dan bersapa ramah setiap bertemu penerima paket yang diantarnya ini pun tanpa sungkan mengisahkan pengalamannya. 

Di antara banyak pengalamannya adalah saat mengantarkan paket ke alamat yang kurang lengkap dan tidak disertai nomor telepon. Namun dia tidak kurang akal. Dengan mendatangi kepala lingkungan ataupun RT tetap semangat dan gigih hingga berhasil mendapatkan alamat penerima paket. 

Tantangan lain yang tidak kalah seru dialaminya adalah kecurian paket. Saat dia berjibaku berjalan kaki memasuki gang sempit yang lumayan jauh karena tidak bisa dilalui sepeda motor menuju alamat penerima paket, dia harus ikhlas saat mengetahui paketnya dicuri orang dan sekaligus bertanggungjawab dengan mengganti rugi atas barang yang dicuri tersebut kepada customer. 

Bagi Rizki, saat covid-19 yang sampai saat ini belum juga berakhir, dia harus ikhlas menghadapi perekonomian yang otomatis juga makin sulit. Bahkan sejumlah perusahaan tidak sedikit melakukan pemutusan hubungan kerja bagi karyawannya.

Namun Rezki dengan kesadarannya sebagai umat yang beragama selain harus ikhlas dia juga meyakini akan adanya hikmah di balik pandemi tersebut.

“Adanya lonjakan jumlah paket yang harus diantarkan kepada customer, saya perkirakan itu juga merupakan hikmah yang saya terima di saat covid-19 ini. Untuk itu saya bersyukur diberi kesehatan sehingga bisa beraktivitas sehari-hari dan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah,” ungkapya mengakhiri perbincangan. (swisma)