Songsong Kuliah Tatap Muka, 3 Ribu Dosen dan Tendik USU Vaksinasi Tahap II -->

Advertisement

Songsong Kuliah Tatap Muka, 3 Ribu Dosen dan Tendik USU Vaksinasi Tahap II

Minggu, 16 Mei 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN

Songsong kuliah tatap muka, sekira 3 ribu dosen dan tenaga kependidikan (tendik)/pegawai Universitas Sumatera Utara (USU) mengikuti vaksinasi massal Covid-19 tahap II.

Rektor USU Dr Muryanto Amin SSos MSi menyebutkan, vaksinasi yang digelar di  Gedung Pancasila USU itu merupakan lanjutan dari vaksinasi tahap I pada 23 Maret 2021.

"Perkuliahan pada awal tahun akademik yang dimulai pada Agustus-September mendatang akan dilaksanakan secara hybrid, yakni dengan menggabungkan antara perkuliahan tatap muka dengan perkuliahan daring," kata Muryanto, Sabtu (8/5)

Menurutnya, kapasitas kelas yang dimiliki untuk melakukan kegiatan ini sebanyak 50 persen dari jumlah mahasiswa keseluruhan.

"Jadi untuk mendukung protokol kesehatan, kita juga akan membangun infrastruktur yang dibutuhkan, seperti ruangan kelas yang sesuai, area dan fasilitas mencuci tangan serta menyediakan masker, hand sanitizer dan lain-lain. Semua fasilitas akan didata kembali dan dibuat rambu-rambu untuk larangan berkumpul,” katanya.

Selain itu, imbuh rektor, kepada para dosen juga diharuskan untuk melaporkan masalah kesehatannya secara periodik.

Rektor menyebutkan, USU sudah menunjuk tim satgas Covid-19 yang nantinya akan bertindak untuk mengawasi pelaksanaan tatap muka secara hybrid.
Sistem hybrid itu katanya juga nantinya akan digunakan untuk kebutuhan kampus merdeka.

“Sistem hybrid ini merupakan salah satu kekuatan dalam implementasi kampus merdeka yang sedang disusun peraturan rektornya. Ini akan memudahkan para mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan kampus merdeka, sehingga bisa memilih untuk mengambil kuliah daring di universitas lain misalnya,” terang Dr Muryanto.

Disebutkannya, pandemi Covid-19 ini memberikan banyak peluang dan manfaat bagi para dosen dan mahasiswa untuk mempelajari berbagai platform digital yang mendukung perkuliahan.

“Mereka jadi dipaksa untuk belajar sehingga dapat menggunakannya. Padahal sebelum pandemi, disuruh untuk mempelajari platform digital susahnya minta ampun. Sekarang karena kebutuhan, mau tidak mau jadi harus belajar,” tandas Rektor.

Pada vaksinasi tahap II itu berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (4-5/5) dan mendapat peninjauan rektor.

Rektor menyatakan kebutuhan vaksinasi bagi para dosen, tendik, bahkan mahasiswa USU, secara periodik akan dievaluasi, baik dari keberadaan para dosen dan mahasiswa yang belum divaksin serta ketersediaan vaksin yang dimiliki RS USU. ( swisma)