Terapkan Prokes, STMIK TIME Gelar  Workshop Penyusunan Kurikulum Kampus Merdeka -->

Advertisement

Terapkan Prokes, STMIK TIME Gelar  Workshop Penyusunan Kurikulum Kampus Merdeka

Kamis, 27 Mei 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer (STMIK) TIME menggelar workshop Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bidang Ilmu Komputer pada Perguruan Tinggi di Era Industri 4.0 di Hotel Emerald Garden Medan.

Ketua STMIK TIME Edi Wijaya SKom MKom MM membuka workshop yang berlangsung tertib dengan mematuhi protokol kesehatan 3 M, yakni mencuci tangan; memakai masker dan menjaga jarak.

"Tujuan dari Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka Menghadirkan kampus sebagai bagian dari solusi bangsa, bukan masalah bangsa, yaitu menghasilkan sumber daya manusia unggul," kata Edi Wijaya, Kamis (27/5/2021)

Edi menyebut, Proses Belajar Mengajar (PBM) akan lebih bervariasi dan fleksibel. PBM juga lebih kreatif dan inovatif, sesuai dengan kebutuhan, terutama kebutuhan lokal.

"PBM akan relevan dan up-to-date dengan berbagai permasalahan di lingkungan kita," ujarnya.

Selain itu, imbuhnya, PBM lebih kolektif dan kolaboratif antar disiplin ilmu dalam suatu team work.

Edi Wijaya pun berharap
ilmu dan pengetahuan peserta semakin bertambah melalui materi workshop disampaikan narasumber untuk mendukung program kampus merdeka.

Workshop yang digelar pada Selasa (25/5/2021) itu dihadiri beberapa perwakilan dari 25 perguruan tinggi swasta dan negeri di Sumut. Tampil sebagai narasumber Ketua Umum APTIKOM Pusat Prof Ir Zainal Arifin Hasibuan MLS PhD.


Prof Zainal Arifin Hasibuan yang dihadirkan sebagai narasumber menyebutkan, landscape pendidikan dan pembelajaran berubah Merdeka Belajar Kampus Merdeka itu lebih adaptif, fleksibel, agile, personal, konstektual, relevan, manusiawi, dan merdeka.

Menurutnya, perubahan tersebut dimungkinkan dan didukung oleh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). 

"Pembelajaran kreatif dan inovatif dimungkinkan dan didukung oleh TIK," ujarnya.

Ia berkesimpulan, pemicu perubahan menuntut perubahan mindset dan perilaku. Kebijakan dan peraturan yang selama ini berlaku, sudah harus diubah dan disesuaikan.

"Peraturan yang dibuat, tinggal disesuaikan dengan peraturan kita. Panduannya sudah jelas, mulai dari UUD, UU PT, Permendikbud, dan lain-lain," tukasnya.

Di level prodi, menurutnya, sekat-sekat mata kuliah, dosen dan birokrasi harus dibongkar. Untuk itu, pembelajaran abad ke-21 harus diterapkan.

"Ini karena yang kita ajar adalah generasi digital atau generasi Z, yang berbeda dengan generasi para dosen," ujarnya.

Prof Zainal yang juga sebagai Ketua Majelis Akreditasi LAM Infokom itu mengimbau perguruan tinggi untuk mengukur dan memantau serta evaluasi kemajuan indikator Kinerja Utama di setiap prodi.

Workshop dipandu moderator Ferry Hidayat S.Sos MAP itu juga menghadirkan Ketua APTIKOM Provinsi Sumatera Utara Dr Poltak Sihombing MKom yang turut memberi kata sambutan.

Acara ditutup dengan  deklarasi dan kesepakatan perguruan tinggi di bawah koordinasi APTIKOM Provinsi Sumatera Utara untuk melaksanakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. (tanai)