1.847 Lulusan UINSU Diwisuda, Alumni Diharapkan jadi Pelopor Kerja dan Inovasi -->

Advertisement

1.847 Lulusan UINSU Diwisuda, Alumni Diharapkan jadi Pelopor Kerja dan Inovasi

Selasa, 29 Juni 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan, menghendaki alumni Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) hadir sebagai pelopor dalam melakukan kerja dan inovasi sesuai bidangnya untuk mendorong, membantu dan menuntun masyarakat dan bangsa agar dapat lebih maju.

“Alumni yang saat ini berada dihadapan saya agar dapat menjadi anak panah peradaban,” kata Rektor UINSU Prof Dr H Syahrin Harahap MA ketika mewisuda 1.847 lulusan ke -76 secara virtual di aula kampus tersebut Jalan Willem Iskandar Medan, Selasa (29/6/2021)

Disebutkannya terdapat dua term penting yang dipahami dengan baik oleh alumni UINSU yaitu saqâfah (culture) atau kebudayaan yang bersifat nasional dan hadhârah (civilization), peradaban, yaitu nilai-nilai universal dan penemuan umat manusia dalam bentuk barang dan infrastruktur yang dianut dan dijunjung tinggi serta berlaku secara universal dan mondial.

“Tugas kita sebagai khalifah adalah menciptakan dan mengusung peradaban yang kelak terus berkibar walau kita telah berada di alam lain,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, kata rektor, alumni UIN SU juga bertanggung jawab dalam mengembangkan ilmu dalam berbagai perspektif dan pendekatan. Kesadaran akan hal ini harus terus digelorakan dalam kalbu sebagai bentuk dari keyakinan bahwa  orang yang memiliki iman dan ilmu pengetahuanlah berada pada tempat dan martabat yang tinggi.
 Dengan kedalaman ilmu yang dimiliki, katanya maka alumnus UINSU akan dapat memberi kontibusi nyata bagi bangsa, peradaban, dan kemanusiaan.

Dalam mengembangkan ilmu pengetahuan maka dibutuhkan mental entrepreneurship, yang bermakna proses kegiatan kreativitas dan inovasi menciptakan perubahan dan sumber-sumber yang ada untuk menghasilkan nilai tambah bagi diri sendiri dan orang lain serta memenangkan persaingan. 

Hasil riset Global Talent Competitiveness Index (GTCI) tentang pemeringkatan kemampuan daya saing global negara-negara di dunia pada 2019 dilaporkan Negara Swiss Negara Swiss mencapai skor 81,82, Singapura (77,27), Amerika Serikat (76,67), Norwegia (74,67), dan Denmark (73,85). 

Sedangkan Indonesia (38,61) dengan posisi ke-67, berada di bawah negara ASEAN lainnya, seperti Thailand dengan skor 38,62. Dalam peringkat Negara-negara Asia, Indonesia memperoleh ranking 9 setelah Singapura, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Brunei.  

Data ini menunjukkan rendahnya proses kreatif dan inovasi para sarjana di Indonesia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperoleh. Untuk itulah, para alumni yang akan segera meninggalkan kampus agar melakukan proses kreativitas dan inovasi di tengah-tengah masyarakat untuk menjadikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di UIN SU dapat bermafaat secara luas. 

“Proses kreatif dan inovatif itulah yang mampu menciptakan dan mengusung kebudayaan dan peradaban manusia,” ungkapnya.

Prestasi

Pada kesempatan itu, Rektor menyampaikan beberapa prestasi mahasiswa UINSU pada 2020 dan 2021, yakni Juara II Pekan Pemuda Nasional 2020, Juara Umum Lomba Menulis Cerpen se-Indonesia, 2020, Juara II Lomba Dakwah di Universitas Islam Darul Ulum, Lamongan, 2020, Top-5 Putri Hijab Indonesia 2020. 

Pada 2021, pada Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Se Sumatera di Kota Padang, Tim UIN SU meraih medali emas pada cabang Hafizh 10 Juz Putri dan Cabang Bulu Tangkis Tunggal Putri.

Tim UIN SU juga Meraih gold medali dan 3 penghargaan bidang life science yakni medali emas dari Makedonia, special award Indonesia young scientist dan semi grand award road to WICE 2021 Malaysia.

Dari 1.847 lulusan UIN SU yang diwisuda itu tersebar dalam 8 fakultas serta 1 Program Pascasarjana dengan rincian, 127 orang dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 264 dari Syariah dan Hukum, 690  Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 89 orang Ushuluddin dan Studi Islam, 327 orang dari  Ekonomi dan Bisnis dan Bisnis, 77 dari Ilmu Sosial, 67  dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, 134 orang dari Fakultas Sains dan teknologi serta 72 orang dari program pascasarjana. (swisma)