Dalang Perampokan dan Pembunuhan Janda di Jalan Pelita I, Tewas Ditembak -->

Advertisement

Dalang Perampokan dan Pembunuhan Janda di Jalan Pelita I, Tewas Ditembak

Kamis, 03 Juni 2021



GLOBALMEDAN.COM, MEDAN - Seorang pelaku perampok tewas diterjang timah panas, sementara seorang lagi lumpuh dan terpaksa menggunakan kursi roda. Keduanya membunuh dan menjarah barang berharaga milik Lisbet boru Napitupulu (58), warga Jalan Pelita I, Kecamatan Medan Timur.  


Pelaku yang tewas yakni; M Afrizal alias MA (47) warga Jalan Sutomo, Gang Yahya, Kecamatan Medan Timur. Rekannya yang lumpuh, Mhd Anang Kosin alias Andika alias MAK (38) warga Jalan Pelita I, Kecamatan Medan Timur, tinggal di Jalan Gaharu, Gang Parmin, Medan Timur.


"Keduanya merampok korban, Lisbet boru Napitupulu (58). Selain mengambil uang serta barang berharga korban, kedua pelaku juga membunuh korban," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Rico Sunarko, di halaman Mapolrestabes Medan, Rabu (2/6) sore.


Kasus itu direncanakan oleh MA sejak 5 Mei 2021. Pagi hari MA menemui temannya, MAK di Jalan Gaharu dan memberitahukan rencananya untuk merampok di Jalan Pelita I.


Esok harinya, sekitar jam 04.20 WIB, kedua pelaku beraksi ke rumah korban dengan membawa pisau serta tang untuk membuka seng kamar mandi rumah korban. Setelah berhasil membukanya, kedua masuk ke dapur dan menunggu korban membuka pintu. 


"Sekitar jam 05.30 WIB korban membuka pintu dan kedua tersangka langsung mendorongnya sampai terjatuh," terang Rico. Saat itulah wanita tua rentan itu diikat dan membekapnya. 

Rico menjelaskan peran tersangka MA memegangi kaki dan tangan korban dengan tali. Disaat itu juga tersangka MAK membekap mulut korban seraya menodongkan pisau ke leher korban.


"Kemudian pelaku MA menyuruh MAK untuk membunuh korban sehingga temannya itu menuaikan pisaunya ke leher korban hingga tewas," ucapan Rico.


Usai menghabiskan nyawa korban, kedua pelaku menyikat bararang-barang di rumah korban lalu kabur dari rumah itu. "Mereka mengambil sepeda motor Honda Supra X, uang Rp 10 juta, dan ATM milik korban," terangnya.


Selanjutnya pada 06 Mei 2021 sekitar jam 16.00 WIB, kedua pelaku mendatangi rumah rekannya bernama, Agus Irawan alias AI di Jalan Perhubungan, Desa Laud Dendang, Percut Sei Tuan untuk menjualkan kereta korban.


Agus pun menjual kreta itu dan menyerahkan uang penjualannnya seharga Rp 3,5 juta. "Pelaku AI ini berperan menjualkan kreta korban dan memperoleh upah Rp 500 ribu," ucapnya.


Beberapa jam dari situ, personel Jahtanras Polrestabes Medan sudah mendapatkan titik terang atas perampokan dan pembunuhan yang terjadi di Jalan Pelita I, Medan Timur.


"Salah satu pelaku berinisial MAK berhasil kita tangkap di Jalan Muspika, Gang Adil, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, Rabu tanggal 26 Mei 2021," sebutnya. 


"Kita juga mengamankan kreta korban dan barang bukti, 1 buah pisau, 1 buah parang, 1 buah sandal warna hitam, 1 ATM, 1 utas tali warna biru yang digunakan mengikat korban, 1 buah daster yang berlumuran darah, 1 buah topi, dan sprei ," uarai Rico.


Sejurus kemudian, polisi kembali mendapatoan informasi keberadaan pelaku MA di Jalan Meteorologi VI, Kecamatan Percut Sei Tuan. Lagi-lagi MA dianggap melawan sehingga polisi menembak matinya.


"Sewaktu melakukan penangkapan, tersangka MA alias Afrizal melakukan perlawanan dan mencoba melukai petugas dengan parang, sehingga petugas menembak bagian dadanya. Korban dinyatakan tewas saat berusaha diboyong ke RS Bhayangkara Medan," pungkas, Rico.


Atas perbuatannya, polisi menegaskan bahwa tersangka dipersangkakan dengan pasal 365 ayat 4 dan atau pasal 338 junto 340 tentang pembunuhan dengan ancaman 20 tahun atau hukuman mati. 


Diberitakan sebelumnya, seorang janda pemilik warung kelontong di Jalan Pelita I, Kelurahan Sidorame Barat, Kecamatan Medan Perjuangan, tewas dengan luka tikam di leher dengan kaki dan kakinya terikat. Korban, Lisbet Mariati br Napitupulu (52), pemilik warung diduga korban perampokan. Sepeda motor, uang Rp 10 juta dan hape andoid raib.


Pertiwa ini terungkap Kamis (6/5/2021) sekitar jam 10.00 WIB saat ada warga yang hendak belanja di warungnya. “Tadi ada warga yang mau beli di warungnya. Lantaran tidak keluar, pembeli itu mencoba masuk ke rumah yang juga dijadikan warung," ujar Suni (34), tetangga korban.


Begitu masuk, lanjut Suni, si pembeli itu melihat yang punya warung sudah bersimbah darah dengan kaki terikat. Selanjutnya, pembeli itu mengabari warga sekitar, termasuk Suni. "Kabarnya, sepeda motor, uang dan perhiasan milik korban hilang," lanjut Suni.


Di tempat terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu JB Simamora, mengatakan pihaknya sudah mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara dan sedang melakukan penyelidikan.


"Korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, ada luka tusukan. Sabar dulu ya,” ujarnya, Kamis (6/5/2021). (red)