#Feature#Hikmah Pandemi Covid-19, Tumbuhkan Kemandirian Muhyar Bantu Ekonomi Keluarga -->

Advertisement

#Feature#Hikmah Pandemi Covid-19, Tumbuhkan Kemandirian Muhyar Bantu Ekonomi Keluarga

Kamis, 24 Juni 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN

Merebaknya pandemi Covid-19 memberi dampak banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Dampak itu bukan saja mempengaruhi sosial tapi juga sektor ekonomi.

Guncangan sektor ekonomi juga berimbas di berbagai perusahaan sehingga tidak sedikit terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi para karyawan. Kondisi itu jugalah yang dialami orangtua Muhyar yang mengalami PHK di salah satu perusahaan di kawasan industri Medan. 

Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, Muhyar yang merupakan mahasiswa di perguruan tinggi swasta menjadi galau bercampur sedih dengan pengurangan karyawan di perusahaan tempat ayahnya bekerja.
 
Bagaimana tidak, selain dirinya yang masih kuliah di semester 4, dua adiknya yang masih duduk di SMA dan SMP sedang membutuhkan biaya pendidikan. 

Namun Muhyar tidak mau terus dirundung kesedihan dan kegalauan karena ayahnya dipecat. Dia bertekad harus turut membantu meringankan beban orangtuanya. Apapun akan dilakukannya asalkan halal sekalipun harus merasa lelah karena bekerja. Apalagi perkuliahannya dilakukan secara online.

Memasuki bulan ketiga pasca ayahnya di PHK, Muhyar dengan tekad dan motivasi membantu ekonomi keluarga, dia bekerja sebagai ojek online dari pagi hingga sore setelah perkuliahan selesai. 

Semangatnya membantu ekpnomi keluarga ternyata tidak berhenti sampai sebagai driver online tapi juga dilanjutinya dengan menjaga warung internet (warnet) mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB.

“Memang lelah, tapi saya tidak boleh ‘diam’ melihat kondisi yang terjadi dalam keluarga. Apalagi sampe sekarang ayah saya belum dapat pekerjaan,” ungkap Muhyar saat istirahat usai mengantar pesanan makanan customer, Kamis (24/6)

Bagi Muhyar, di balik pandemi Covid-19 mengajarkan dirinya sekaligus dituntut mandiri. Bagaimana tidak, jika selama ini dia bersama dua orang adiknya meminta biaya pendidikan mereka kepada ayahnya. 

Namun setelah ayahnya di PHK karena perusahaan tempat ayahnya bekerja merugi akibat pandemi yang merebak dan tak kunjung berakhir, mengharuskan dirinya ikut bertanggung jawab, setidaknya untuk mengurangi biaya kuliahnya.

Meskipun diakui Muhyar berat, tapi harus dijalaninya dengan tetap melanjutkan perkuliahannya melalui jarak jauh. Pandemi ini mengajarkannya banyak hal, selain dituntut mandiri ia juga menjadi lebih menjaga kebersihan dan peduli terhadap kesehatan.

Mahasiswa fakultas ekonomi ini ingin agar pandemi segera berakhir dan menyadari dengan kondisi yang tejadi di keluarganya dapat mengambil sisi positif dari masa-masa sulit ini.

“Sesulit apapun rintangan yang kita hadapi, jika masih memiliki harapan dan semangat serta percaya akan kuasa Tuhan, yakinlah kita akan bisa melewati rintangan tersebut,” ujar Muhyar.

Dia berharap pandemi ini segera berakhir dan tidak menyerah di masa yang sulit ini. Disadarinya setiap kesulitan yang dihadapi setiap orang pasti berbeda-beda. Namun dia meyakini bahwa di tiap kesulitan yang dihadapi selalu ada pelajaran yang bisa diambil.

“Saya yakin jika dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh semua akan indah pada waktunya dalam menuju masa depan yang lebih baik,” kata Muhyar,

Menurutnya masa pandemi ini menjadi tantangan baru dalam mencapai masa depan. Muhyar menilai pandemi memang mengubah segalanya, tapi tidak pada semangat untuk meraih harapan dalam kehidupan yang baru ini. 

“Harapan saya, semoga pandemi cepat berakhir, ekonomi pulih dan pendidikan normal kembali. Sehingga saya dan seluruh masyarakat Indonesia siap menyambut masa baru dengan kekuatan baru,” ujarnya. (swisma)