Terapkan Prokes, Rektor Lantik 2.401 Lulusan USU secara Hybrid -->

Advertisement

Terapkan Prokes, Rektor Lantik 2.401 Lulusan USU secara Hybrid

Kamis, 24 Juni 2021

 
GLOBALMEDAN.COM, MEDAN 

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Muryanto Amin SSos MSi mengatakan, di masa pandemi Covid-19, mereka yang bisa bertahan dan bahkan mencapai kesuksesan adalah mereka yang jeli dan peka melihat peluang, mau beradaptasi dengan keadaan, serta memiliki ide-ide kreatif dan inovatif.

“Para wisudawan yang lulus dari perguruan tinggi di tengah masa pandemi menghadapi tantangan yang sulit karena kondisi perekonomian melemah membuat banyak perusahaan mengurangi jumlah pekerja,” kata Muryanto pada wisuda 2.401 lulusan USU periode III Tahun Akademik 2020/2021 yang berlangsung secara hybrid, di Kampus USU Padang Bulan Medan, Kamis (24/6/2021).

Menurut Mury, sapaan akrab Muryanto akibat perekonomian yang melemah menyebabkan jumlah yang menganggur semakin banyak, seperti terlihat pada data tingkat pengangguran terbuka di Februari 2021 yang sebesar 6,26 persen, meningkat 1, 32 poin dari tahun sebelumnya.
 
Meski demikian, katanya peluang kerja bagi lulusan baru tidak sepenuhnya tertutup. Lulusan USU dapat menghadapi tantangan dunia kerja dengan bermodalkan daya kreatif dan inovatif. 

Diakuinya meski sejumlah perusahaan mengurangi jumlah pekerja, tenaga kerja dengan keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar tetap dicari. Belum lagi peluang untuk membangun berbagai jenis usaha kreatif yang juga terbuka lebar.

“Karenanya, lulusan USU harus mampu menyiasati keadaan yang sulit ini dengan modal kemampuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di kampus,” kata Mury.

Menurut Mury, peringatan Hari Kebangkitan Nasional beberapa hari yang lalu mengingatkan akan semangat kaum intelektual pada masa pergerakan nasional yang dapat ditiru untuk menghadapi tantangan saat ini dalam mengatasi pandemi dan memulihkan kondisi ekonomi.

 “Saat ini kita semua tidak dapat bermain-main dengan membuang waktu, pikiran dan tenaga tanpa tujuan yang benar. Grand design yang disusun untuk internasionalisasi USU dalam mencapai berbagai target yang tertera dalam Rencana Jangka Panjang (RJP) dan Renstra USU, serta Program Kerja Rektor selama 5 tahun ke depan adalah sebuah komitmen yang harus dipenuhi dan dijalankan dengan kesungguhan serta kerja sama yang baik antar civitas akademika USU,” kata Mury.

Menurut rektor, waktu berjalan dengan sangat cepat. Bahkan saat ini sudah berada tepat di pertengahan tahun, sehingga waktu yang tersisa bagi tim besar USU untuk bekerja hanya tinggal 4,5 tahun. 

“Itu bukan waktu yang sebentar untuk dilalui tanpa prestasi, juga bukan waktu yang terlalu lama untuk mengubah USU menjadi selaras dengan perkembangan dunia. Dukungan seluruh alumni, para stakeholder dan mitra dunia usaha dalam mencapai visi tersebut sangat berperan besar dalam meningkatkan pencapaian USU sebagai perguruan tinggi yang memiliki reputasi baik di tingkat nasional dan internasional," jelasnya.

Untuk itu, Rektor mengundang seluruh alumni di manapun berada, untuk bergandengan tangan dan turut serta bahu-membahu bersama seluruh pimpinan dan civitas akademika USU dalam meraih prestasi.

"Kami yakin, dengan program kerja dan kebijakan yang tepat, kerja keras dan kerja cerdas serta dukungan yang solid dari seluruh alumni, USU akan mampu mencapai tujuannya sebagai perguruan tinggi yang menjadi barometer pendidikan di tingkat nasional, serta mampu bersaing di dunia internasional," harapnya.

Rektor juga menyampaikan, di pundak para wisudawan/wisudawati USU inilah sesungguhnya terpikul tanggung jawab besar untuk membawa nama dan reputasi universitas ke tingkat tertinggi. Selama ini, reputasi lulusan USU di dunia kerja, baik pada tingkat nasional dan internasional, dinilai masih belum menunjukkan pemerataan reputasi secara maksimal.

Situasi ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi seluruh pimpinan dan civitas akademika USU untuk bergerak lebih cepat dan tangkas dalam melakukan disain ulang yang lebih cermat, cerdas, strategis dan tepat sasaran dalam memenuhi kebutuhan alumni perguruan tinggi yang dibutuhkan pasar internasional.

" Tentu saja, disain ini sudah disusun sejak awal kami memegang amanah sebagai Rektor USU dan akan terus disempurnakan seiring transformasi universitas yang diwujudkan dalam gerakan yang cepat, massif dan terukur," bebernya.

Menurut rektor, wisuda kali pun berlangsung secara hybrid. Kondisi pandemi Covid-19 yang belum memungkinkan berkumpul secara langsung dalam jumlah besar, maka prosesi wisuda USU masih tetap dilangsungkan secara daring. 

Namun menimbang beberapa hal, dan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, prosesi wisuda juga dilangsungkan secara luring sebagian.
 
Dari 2.401 lulusan yang diwisuda terdiri program Doktor 39 orang; Magister 331, Pendidikan Dokter Spesialis 40; Pendidikan Dokter Gigi Spesialis 7; Dokter Jenjang Magister 22; Pendidikan Profesi 186  Sedangkan program Sarjana 1.666  dan  Diploma 110 orang. Dengan demikian  hingga saat ini jumlah lulusan USU sebanyak 226.837 orang. (swisma)