Terhindar Bajing Loncat dan Premanisme, Asperindo Sumut Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim -->

Advertisement

Terhindar Bajing Loncat dan Premanisme, Asperindo Sumut Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Selasa, 29 Juni 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN-
Beberapa waktu belakangan ini di Sumatera Utara aksi preman marak melakukan pencurian bajing loncat dan pungli dijalanan. Setiap truk atau mobil barang, menjadi incaran para penjahat tersebut.

Maraknya aksi bajing loncat dan pungli dijalananan di daerah ini, membuat para sopir mobil barang terus mengeluhkan kondisi itu.

“Kejadian ini sangat merugikan masyarakat Sumatera Utara,” kata Sekretariat Jendral Asosiasi Perusahaan Pengiriman Express, POS dan Logistik Indonesia (Asperindo) Sumatera Utara Fikri Alhaq Fachryana, Rabu (29/6/2021).

Dia pun menjelaskan dampak dari kejadian ini banyak menghilangkan barang milik pelanggan (UMKM, online seller, milik pribadi dan lainnya sehingga yang dirugikan adalah masyarakat.

"Keselamatan para supir dan pengguna jalan akan terkena imbasnya sehingga mengakibatkan ongkos logistik menjadi mahal dan menyebabkan tingginya beban masyarakat untuk berdagang,” tutur Fikri.

Disisi lain lanjut Fikri, saat ini ekonomi Indonesia sangat bergantung pada ekonomi digital atau E Commerce/jual beli online.

Komponen yang utama dalam e commerce adalah jasa logistik yang tidak hanya berperan distribusi barang, tetapi juga proses transaksi pembayaran melalui COD.

"Karena itu kita semua harus membangun ekosistem e commerce yang sehat dan kondusif, aman dan nyaman," katanya.

Disebutkannya langkah atau upaya Aperindo Sumut dalam mengatasi bajing loncat dan pungli jalanan adalah memerintahkan kepada seluruh armada perusahaan harus melengkapi standar keamanan armada dengan palang, gembok double, dan sebagainya.

“Alhamdulillah langkah standar keamanan ini sudah dipatuhi  seluruh anggota Aperindo Sumut,” jelas Fikri.

Sedangkan secara eksternal Asperindo berupaya pada setiap kejadian pada perusahaan anggota yang menjadi korban membuat laporan kejadian di Polsek terdekat.

Langkah selanjutnya Asperindo Sumut mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Polda Sumut dan juga melakukan audiensi dengan beberapa Polsek wilayah hukum tempat kejadian.

“Namun sampai saat ini belum juga membuahkan hasil,” ucap Fikri.

Kejadian bajing loncat dan sempat viral karena terekam di Daerah Limapuluh Kab Batubara Sumut, pada Sabtu 26 Juni 2021.

"Karena itu langkah kami selanjutnya adalah akan melakukan doa bersama dan santunan anak yatim pada Jumat 2 Juli 2021, jam 16.30 – 17.30 WIB secara virtual dan dengan tema “Dalam rangka Mengetuk Pintu Langit," katanya.

Pada acara itu doa akan dipimpin Ustadz Riskil Asri, S.Pdi (Kepala Kantor Yayasan Yatim Mandiri Sumut) dan dihadiri anggota DPD RI (Dewan Perwakilan Daerah) wakil Sumut Dr Dedi Iskandar Batubara dan Anggota DPD RI Muhammad Nuh, MSP. ( swisma)