Akselerasi Program Vaksinasi Kunci Utama Pemulihan Ekonomi Sumut -->

Advertisement

Akselerasi Program Vaksinasi Kunci Utama Pemulihan Ekonomi Sumut

Jumat, 23 Juli 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara ( Sumut) mempunyai banyak ruang untuk membaik. Hal ini didukung membaiknya proyeksi pertumbuhan ekonomi global, kinerja perdagangan internasional Sumut yang mencatatkan surplus dan harga-harga komoditi terus naik, terutama komoditi kelapa sawit dan karet.

Namun demikian faktor risiko yang perlu diwaspadai seperti pengetatan/restriksi disebabkan varian Delta dari Covid19, mengakibatkan potensi penurunan tingkat konsumsi masyarakat.

"Dengan adanya kerjasama yang solid antara pemerintah dan masyarakat seiring akselerasi program vaksinasi menjadi kunci utama pemulihan ekonomi Sumut," kata Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan  Sumut, Tiarta Sebayang selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan  Sumut, pada press conference PEN dan perkembangan Pendapatan dan Belanja Negara di Sumut, Jumat (23/7/2021).

Kegiatan yang diselenggaran Perwakilan Kementerian Keuangan Sumut secara daring ini juga menghadirkan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Heru Pambudi yang sekaligus sebagai keynote speech, Kepala Kanwil Ditjen Pajak Sumut I  Eddy Wahyudi, Kepala Kanwil Ditjen Pajak Sumut II  Anggrah Warsono, Plt Kepala Kanwil Bea Cukai Sumut, Ambang Priyonggo dan Kepala Kanwil Ditjen Kekayaan Negara, Teddy Syandriadi.

APBN Dukung Laju Ekonomi

Pelaksanaan ABPN hingga semester I/2021 di Sumut terjaga sejalan dengan mulai membaiknya aktivitas ekonomi.

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat di Sumut mencapai Rp8,54 triliun dengan tingkat realisasi sebesar 39,32 persen. Tingkat realisasi tersebut meningkat 7,8 persen dari periode yang sama di 2020.

Belanja Transfer Ke Daerah dan Dana Desa, hingga semester I/ 2021 Rp20,34 triliun, sudah terealisasi sebesar 50,66 persen.

Pagu dari Transfer Ke Daerah dan Dana Desa, naik 0,15 persen dari pagu 2020, namun tingkat realisasi turun 0,89 persen.

Untuk merespon dinamika Covid-19, Program Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN) di Sumut terdiri klaster Kesehatan dengan realisasi sebesar Rp255,53 milliar, klaster Perlindungan Sosial dengan realisasi Rp3,73 triliun, klaster Sektoral Kementerian/Lembaga dengan realisasi Rp409,53 miliar dan klaster Dukungan UMKM dengan realisasi sebesar Rp679,18 miliar.

" Sehingga total realisasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional di Sumut adalah sebesar Rp5,075 triliun," kata Sebayang.

Disebutkannya, realisasi Penerimaan Negara sektor Pajak hingga semester I tahun 2021 di Sumut mencapai Rp10,29 Triliun atau sebesar 40,80 persen dari target penerimaan pajak.

Realisasi penerimaan pajak tersebut tumbuh 2,99 persen dari periode yang sama di 2020. Pertumbuhan kinerja penerimaan pajak tersebut mengindikasikan pertumbuhan konsumsi dan pemulihan kegiatan ekonomi di regional Sumut.

Pertumbuhan penerimaan pajak ditunjang dari pertumbuhan PPN dan PPnBM serta pajak lainnya.

Dalam pandemi Covid-19, kebijakan insentif pajak tetap dilanjutkan dengan antara lain insentif pada pajak UMKM, insentif PPN dan insentif PPNBM Kendaraan Bermotor.

Pada Penerimaan Negara sektor Cukai, realisasi penerimaan telah mencapai Rp2,4 triliun atau  sebesar 164,63 persen dari target tahunan. Capaian tersebut meningkat 224 persen dari periode yang sama di 2020.

Peningkatan tersebut ditunjang oleh peningkatan bea keluar seiring perbaikan kinerja ekspor Sumut.

Dalam menghadapi pandemi Covid19, Ditjen Bea Cukai meningkatkan peran sebagai Trade Fasilitator, dengan memberikan fasilitasi perdagangan melalui upaya strategis seperti meningkatkan kelancaran arus barang dan perdagangan, menciptakan iklim perdagangan yang kondusif dan mencegah terjadinya perdagangan ilegal.

Dari Penerimaan Negara Bukan Pajak terealisasi sebesar Rp836,58 miliar, atau sebesar 54,54 persen dari target. Realisasi tersebut turun 7,68 persen dari periode yang sama di 2020.

Penerimaan Negara Bukan Pajak dari Lelang, terealisasi sebesar Rp18,12 miliar atau sebesar 71,83 persen dari target tahunan.

Kinerja APBN di Sumatera Utara konsisten dimaksudkan untuk mendorong laju perekonomian. Dengan konsistensi konsumsi pemerintah, diharapkan membawa efek berantai pada sisi penawaran, untuk tetap terjaga dan tumbuh.

Perbaikan dan pemulihan ekonomi mulai tercermin pada peningkatan penerimaan Negara.

Tercermin juga pada peningkatannya tingkat kepatuhan masyarakat akan membayar pajak.

Penerimaan Negara Bukan Pajak mulai mengambil peran. Dengan peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak akan mendiversifikasi sumber-sumber Penerimaan Negara. ( swisma)