Usia 48 Tahun, Prof Elfrianto Dikukuhkan jadi Guru Besar -->

Advertisement

Usia 48 Tahun, Prof Elfrianto Dikukuhkan jadi Guru Besar

Kamis, 08 Juli 2021

Dekan FKIP UMSU Prof Dr H Elfrianto Nasution M.Pd (tengah) foto bersama Rektor Prof Dr Agussani, Ketua LLDIKTI Prof Dr Ibnu Hajar Damanik usai dikukuhkan sebagai guru besar di Pascasarjana UMSU Jalan Denai Medan

GLOBALMEDAN COM, MEDAN


Sukses meraih jabatan guru besar menjadi impian seorang dosen tak terkecuali juga didambakan Dekan Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP UMSU) Prof Dr H Elfrianto Nasution M.Pd menambah kuantitas sumberdaya dosen di kampus tersebut. 

Prof Elfrianto resmi dikukuhkan menyandang jabatan guru besar bidang manejemen pendidikan FKIP usai menyampaikan orasi ilmiah berjudul, "Peran Manajemen Pendidikan Dalam Perspektif Merdeka Belajar" di Aula Pascasarjana UMSU Jalan Denai Medan, Kamis (8/7/2021).

Dalam sidang terbuka itu dipimpin Ketua Senat sekaligus Rektor UMSU Prof Dr Agussani M.AP disaksikan Ketua LLDIKTI I Prof Dr Ibnu Hajar Damanik MSi, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani, Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Prof Dr Nasrun Nst MS, Prof Dr Zainuddin M.Pd (promotor) dan Prof Dr Paningkat Siburian M.Pd.

Pria kelahiran Ajamu, Kabupaten Labuhan Batu berhasil menambah jumlah guru besar di UMSU di usianya memasuki 48 tahun.

Tak butuh waktu lama, Prof Elfrianto ditetapkan Mendikbud pada 1 Agustus 2020 sebagai guru besar (lektor kepala). Pasangan yang terlahir dari ayah H Nasruddin Nst dan ibunda Hj Nur'aini yang telah mendidik dan mendoakannya.

Walaupun ayahanda hanya seorang karyawan di PTPN 4 dan tamatan SMP tapi bisa mewujudkan anaknya mendapat gelar jabatan fungsional tertinggi dalam jenjang perguruan tinggi. 

Dalam orasinya, Prof Elfrianto menjelaskan, konsep Merdeka Belajar memberikan pemahaman agar siswa bisa belajar lebih tenang, aman dan santai, tapi sayangnya guru belum siap mengikuti proses pembelajaran itu.

Ke depan, kurikulum harus terus di-up grade, guru dibekali IT dan dukungan materi bahan ajar yang harus sesuai dengan kondisi terkini. 

Begitu pula, Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, mahasiswa diberi kebebasan belajar diluar kampus. Karenanya, metode pembelajaran tersebut sudah diterapkan di UMSU.

"Untuk itu kepada masyarakat jangan ragu kuliah di UMSU sebagai kampus, University is the best," katanya.

Kata dia, ada 3 dimensi pada Merdeka Belajar yang harus dirubah dari pola pendidikan lama yaitu, pertama Merdeka kemauan bermakna berani menyuruh, menyarankan menganjurkan dan menciptakan perkara yang baik dan diterima oleh masyarakat.

Kedua, Merdeka pikiran atau bebas menyatakan pikiran seperti melarang, menahan, mengkritik, mengadopsi yang mungkar. Ketiga, Merdeka jiwa, bebas dari ketakutan. 

Prof Elfrianto didampingi istri Subhidawarni Pasaribu S.Ag dan kedua anaknya Mutiara Akbar Nst dan Elfida Putri Handayani Nst harus berusaha dan berjuang keras.

Namun berkat dukungan semangat siang dan malam istri yang senantiasa memberikan dorongan dan rela berkorban tanpa kata baik material, dimana pada saat penyusunan pemberkasan banyak waktu yang tidak bersama keluarga.

"Namun istri saya tetap sabar dan terus berdoa serta kedua anak yang rela waktunya berkurang untuk bercengkerama karena kesibukan saya mempersiapkan berkas," tambahnya.

Tak lupa, Prof Elfrianto menyampaikan apresiasi kepada Rektor UMSU Prof Dr Agussani M.AP dan sivitas akademika, Ketua LLDIKTI Prof Dr Ibnu Hajar Damanik, Ketua APTISI Wil Sumut Dr H Bahdin Nur Tanjung SE MM dan Hj Magdalena SH, MKn, Direktur PPs Unimed Prof Dr Bornok Sinaga M.Pd  Ketua ISMAPI Sumut Dr Darwin M.Pd dan Sekretaris Dr Salim Aktar M.Pd atas bimbingan, motivasi dan semangat kepadanya. 

Pada kesempatan itu Rektor UMSU Prof Agussani M.AP mengharapkan agar jabatan guru besar yang telah dicapai ini dapat memberikan kontribusi demi kemajuan universitas terlebih untuk peningkatan kualitas mahasiswa dan lulusan FKIP UMSU. 

Dia juga meminta agar Prof Elfrianto tetap berinovasi, berkreasi dan mencari solusi terhadap masih banyaknya permasalahan dalam manajemen pendidikan mengingat implementasi manajemen dibidang pendidikan pada saat ini mengalami perubahan yang begitu cepat. 

Sementara Ketua LLDIKTI Prof Dr Ibnu Hajar Damanik mengucapkan selamat atas pengukuhan gelar jabatan fungsional guru besar.

"Saya bangga karena hanya dalam kurun waktu yang singkat usai pengajuan berkas, Prof Elfrianto sudah menerima SK Mendikbud. Ini prestasi luar biasa karena banyak dosen di kampus lain yang mengajukan guru besar hingga kini belum dikukuhkan," katanya. (swisma)