Gelar Penampilan Seni, SMA Unggul Del Ajak Anak Tetap Berkarya di Tengah Pandemi -->

Advertisement

Gelar Penampilan Seni, SMA Unggul Del Ajak Anak Tetap Berkarya di Tengah Pandemi

Kamis, 12 Agustus 2021

Siswa-siswi dan guru SMA Unggul Del saat sesi rekaman musikalisasi puisi sebagai bagian pertunjukan seni virtual "Nada Untuk Cita" di Taman Wisata Geosite Sipinsur, Sumut ( atas).
Kerri na Basaria, Arini Desianti dan
Gisella Tani Pratiwi  saat media briefing penampilan seni virtual SMA Unggul Del ( bawah)


GLOBALMEDAN.COM, MEDAN


Pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir memberikan banyak tantangan untuk semua kalangan, termasuk anak-anak muda usia sekolah. Salah satu tantangan nyata yang dirasakan adalah turunnya motivasi anak yang dipengaruhi kondisi kesehatan mental. 

SMA Unggul Del, salah satu unit dan afiliasi Yayasan Del, menaruh perhatian khusus terhadap situasi ini, dan menginisiasikan penampilan seni virtual untuk membangkitkan kembali semangat anak Indonesia.

Penampilan seni virtual dengan tema Nada untuk Cita dilakukan siswa-siswi yang akan disiarkan pada 14 Agustus 2021 di kanal YouTube SMA Unggul Del dan Radio Del FM.

Selain untuk menyampaikan pesan bahwa pandemi tidak membatasi kreativitas anak, penampilan seni virtual ini juga merupakan kontribusi SMA Unggul Del dalam acara perayaan HUT ke-20 Yayasan Del yang mengusung tema Warisan Untuk Bangsa. 

Kepala Sekolah SMA Unggul Del, Arini Desianti Parawi menyampaikan latar belakang penampilan seni virtual Nada untuk Cita.

Diakuinya, penurunan motivasi karena keterbatasan pada kegiatan pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi, tentu berpengaruh pada kemauan anak-anak untuk berkarya, berkreativitas, dan melakukan praktik baik yang berdampak bagi dirinya maupun orang lain. 

"Untuk itu SMA Unggul Del melalui penampilan seni virtual Nada Untuk Cita ingin membangkitkan semangat anak, tidak hanya di lingkungan SMA Unggul Del, tetapi juga anak-anak lain di seluruh Indonesia. Kami percaya pandemi Covid-19 tidak akan membatasi generasi muda untuk berkarya,” kata Arini Desianti dalam media briefing melalui aplikasi zoom, Kamis (12/8/2021).

Dituturkannya, SMA Unggul Del percaya penampilan seni virtual ini dapat membangkitkan kembali semangat anak, sambil menyadarkan bahwa pandemi ini bukanlah halangan bagi semua pihak untuk berkarya. 

Ia menyebut, penampilan seni virtual Nada Untuk Cita SMA Unggul Del ini akan menyajikan berbagai pertunjukan bakat dari siswa-siswi seperti, musikalisasi puisi, fashion show, seni tari dan lainnya. 

Ketua Panitia HUT ke-20 Yayasan Del, Kerri Na Basaria yakin kegiatan ini dapat menjadi platform yang efektif untuk menyalurkan energi positif bagi anak Indonesia di tengah situasi pandemi yang menimbulkan banyak tekanan.

"Dari kepedulian Bapak Luhut dan Ibu Devi terhadap anak-anak, Yayasan Del memberikan dukungan penuh kepada kegiatan pertunjukan seni virtual yang dilakukan oleh SMA Unggul Del," ujarnya. 

Menurutnya, berbagai penyesuaian harus dilakukan siswa dan guru untuk beradaptasi dengan situasi pandemi Covid-19. Hal ini ternyata memberikan dampak buruk pada motivasi belajar anak.

Kondisi pandemi yang tiba-tiba, tidak terprediksi menuntut adaptasi akan banyak perubahan dalam segala aspek kehidupan anak. 

Sedangkan Gisella Tani Pratiwi, Psikolog Klinis Anak dan Remaja menilai perubahan dan adaptasi ini dapat memicu stres yang nantinya akan berpengaruh pada kesehatan mental anak.

Di masa yang penuh keterbatasan ini, penting bagi anak untuk memiliki sarana ekspresi, mengembangkan potensi diri, serta menikmati hiburan yang dapat meningkatkan kemampuan resiliensi mereka. 

"Saya mendukung adanya kegiatan bertema kesenian, seperti penampilan seni virtual yang dilaksanakan SMA Unggul Del,” kata Gisella.

.Jaga Prestasi

Pada media briefing itu, saat disinggung tentang prestasi siswa di tengah pandemi, Arini Desianti menyebutkan, SMA Unggul Del tetap berupaya melakukan kegiatan pembimbingan program ekstrakurikuler selama masa pandemi.

Bimbingan itu, katanya dilakukan tidak hanya dalam bidang olimpiade mata pelajaran saja, tetapi semua program ekstrakurikuler yang kegiatannya bisa dilakukan secara virtual/daring.

"Bahkan selama proses pembelajaran jarak jauh di masa pandemi, alumni justru bisa dilibatkan untuk membantu proses persiapan," ungkap Desianti.

Misalnya, kata Desianti saat ini klub olimpiade biologi sedang melakukan persiapan untuk menghadapi Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat Provinsi dengan dibantu salah satu alumni yang pernah menjadi perwakilan Indonesia di olimpiade biologi tingkat internasional dan saat ini sedang kuliah di Singapore.

Selain itu katanya, program lain seperti riset, tetap berlangsung dari rumah dengan pembimbingan oleh guru secara virtual.

"Hanya saja, jika akan berkompetisi baik di tingkat nasional maupun internasional, dan para siswa membutuhkan fasilitas laboratorium untuk menganalisa data, mereka harus datang ke sekolah dengan tetap mengikuti berbagai protokol kesehatan yang diberlakukan secara ketat," beber Desianti

Poin utamanya, lanjut Desianti
baik siswa dan guru harus bersedia menyesuaikan dengan kondisi yang ada, mampu memanfaatkan dan piawai menggunakan berbagai fasilitas maupun teknologi pembelajaran yang tersedia untuk tetap mempertahankan kualitas pembelajaran yang sudah baik.

Yayasan Del adalah organisasi nir laba yang didirikan untuk membawa perubahan dan pembaharuan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Yayasan ini berdiri atas inisiasi Jend. TNI (Purn). Luhut Binsar Pandjaitan bersama Devi Simatupang, dan memulai kegiatannya pada 2001 dengan membangun sebuah institusi pendidikan berkualitas global di desa terpencil, Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Menghadirkan akses pendidikan berkualitas di daerah terpencil, menjadi satu komitmen awal Yayasan Del dalam upayanya untuk menyetarakan kompetensi individu di daerah.

Yayasan Del kemudian mengembangkan program yang disusun untuk mampu memberi manfaat bagi masyarakat. (swisma)