HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia Terbaik se-ASEAN, Capai 28 Saham Baru di 2021 -->

Advertisement

HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia Terbaik se-ASEAN, Capai 28 Saham Baru di 2021

Selasa, 10 Agustus 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN

Pasar Modal di Indonesia semakin mengalami perkembangan. Jadi memasuki empat puluh empat tahun diaktifkannya kembali pasar modal telah mencatatkan sejumlah capaian signifikan.

Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Uriep Budhi Prasetyo menyebutkan, sampai  9 Agustus 2021, pasar modal Indonesia berhasil mencatatkan 28 saham baru sekaligus menjadikan tertinggi di ASEAN, diikuti 21 saham baru di Malaysia, 20 saham baru di Thailand, 5 saham baru di Singapura, dan 3 saham baru di Filipina.

"Dengan demikian saat ini total menjadi 740 perusahaan," ungkap Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Uriep Budhi Prasetyo pada pembukaan Perdagangan dan Konferensi Pers peringatan HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia, secara virtual melalui zoom, Selasa (10/8/2021).

Disebutkannya sepanjang 2021, nilai efek yang tersimpan di pasar modal Indonesia, meningkat sebesar 16,33 persen. Angka ini didominasi investor domestik sebesar 59,95% yang sebagian besar didukung mayoritas kepemilikan investor di pasar saham.

Demikian pula dengan  jumlah investor yang juga mengalani peningkatan signifikan.

Berdasarkan data, jumlah investor di pasar modal Indonesia per 6 Agustus 2021, total mencapai 5,89 juta investor. Jumlah ini tumbuh lebih dari 4 kali lipat sejak 2017.

Jumlah tersebut didominasi investor individu lokal sebesar 99 persen yang mayoritas merupakan generasi milenial dan Z sebesar 80%.

Menurut Uriep, jumlah investor yang bertransaksi saham harian juga mengalami peningkatan.

Peningkatan itu, kata Uriep tercatat hampir 200 ribu investor yang secara harian aktif bertransaksi saham. Dari angka tersebut sebanyak 59% merupakan investor ritel.

Disebutkannya, faktor yang membuat bertambahnya jumlah investor adalah kemajuan infrastruktur teknologi informasi dan simplifikasi pembukaaan rekening.

" Hal itu didukung dengan data  lebih dari 60% investor memiliki rekening di agen penjual fintech," bebernya.

Lebih lanjut Uriep menyebutkan di sepanjang 2021, Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia mencatatkan sejumlah program strategis dan roadmap jangka panjang dalam pengembangan pasar.

Disebutkannya SRO bersama OJK selalu berupaya untuk bersinergi dalam pengembangan pasar modal Indonesia yang dituangkan dalam program strategis dan roadmap jangka-panjang.

"Berbagai kebijakan dan penyesuaian baru dipersiapkan agar pasar modal Indonesia terus berkembang di tengah pandemi, termasuk dalam upaya mewujudkan pemulihan ekonomi," kata Uriep

Bahkan dalam kurun waktu Januari-Juli 2021, otoritas pasar modal Indonesia membuat sejumlah kebijakan, yakni pada 25 Januari 2021 peluncuran indeks IDX Industrial Classification (IDX-IC).

Kemudian pada 17 Februari 2021 penerbitan fatwa DSN-MUI Nomor 138/DSN-MUI/IXI2020 mengenai fatwa syariah tentang penerapan prinsip syariah dalam mekanisme kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa atas efek bersifat ekuitas di bursa efek.

Selain itu pada 29 April 2021: peluncuran indeks IDX-MESBUMN, pada 11 Juni 2021 penyediaan sistem 'S-MULTIVEST' yaitu sarana elektronik terpadu yang disediakan oleh KSEI untuk mendukung program Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) dari pemerintah.

Kebijakan lainnya  penerbitan Peraturan Nomor II-S tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus dan pembuatan layanan 'Sistem Online Trading' melalui anak perusahaan.

Dalam hal ini, IDXSTI mengakuisisi perusahaan IT (PT Micro Prianti Computer) untuk menyediakan layanan online trading yang mulai digunaka perusahaan efek.

Demikian juga implementasi fitur baru di aplikasi eASY.KSEI yang dilengkapi fitur e-Voting dan Live Streaming. Program ini merupakan kelanjutan dari fitur pemberian kuasa secara elektronik (e-Proxy platform) di 2020.

Seperti diketahui menjelang dua tahun periode pandemi Covid-19, Pasar Modal Indonesia masih mengalami dinamika sepanjang semester I 2021.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal 2021 sampai  9 Agustus 2021 tumbuh sebesar 2,48% dari level 5.979,073 menjadi 6.127,456, dibandingkan dengan IHSG pada awal  2020 sampai dengan 7 Agustus 2020 yang mengalami perubahan sebesar 18,34% dari level 6.299,539 menjadi 5.143,893.

Selanjutnya, aktivitas perdagangan saham di bursa masih dalam kategori cukup baik yang tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) hingga 9 Agustus mencapai Rp13,24 triliun, dan rata-rata volume transaksi per hari mencapai 18,98 miliar saham.

Selain itu, peningkatan dialami frekuensi transaksi harian yang mencapai 1,25 juta kali atau lebih dari 84,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, terdapat pula 3 Obligasi baru, 1 Exchange-Traded Fund (ETF) baru, dan 1 Efek Beragun Aset (EBA) baru yang tercatat di BEI.

Pada 6 Agustus 2021, PT Bukalapak.com Tbk (kode saham: BUKA) resmi membuka lembaran sejarah baru bagi Pasar Modal Indonesia dengan tercatat di BEI sebagai Perusahaan Start-up Teknologi Unicorn pertama di Indonesia.

Situasi pandemi Covid-19 juga ternyata tidak menyurutkan minat investor untuk bertransaksi di Pasar Modal Indonesia.

Dari sisi demand jumlah investor Pasar Modal Indonesia yang tercatat pada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 6 Agustus 2021 yang terdiri atas investor saham, reksa dana, dan surat utang telah bertumbuh lebih dari 50 persen menjadi 5,8 juta investor dibandingkan akhir 2020.

Dari jumlah tersebut, 2,6 juta di antaranya merupakan investor saham. Sementara itu, jika dilihat komposisi investor berdasarkan aktivitas transaksi per Juli 2021, Investor Ritel membukukan aktivitas transaksi yang besar yakni mencapai porsi 59,1% dari total rata-rata nilai transaksi harian, sementara sisanya dimiliki Investor Institusi.

Hal ini meningkat dibandingkan dengan keadaan tahun lalu dan menunjukkan bahwa kebangkitan investor ritel yang tumbuh sejak 2020 masih berlanjut hingga saat ini.

Sedangkan Investor Syariah telah mencapai 100 ribu investor per akhir Juli 2021. Semua pencapaian ini tentunya merupakan kerja keras seluruh stakeholders yang tetap memberikan kontribusi dalam memajukan Pasar Modal Indonesia ( swisma)