Ikuti Keputusan Mendikbudristek, Unimed Terapkan Kuliah Daring Cegah Covid-19 -->

Advertisement

Ikuti Keputusan Mendikbudristek, Unimed Terapkan Kuliah Daring Cegah Covid-19

Kamis, 12 Agustus 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN

Universitas Negeri Medan (Unimed) akan mengikuti keputusan Mendikbudristek tentang sistem perkuliahan semester ganjil 2021/2022.

"Sampai saat ini pandemi covid-19 belum  juga berakhir, maka kita mengikuti petunjuk dari kementerian tentang sistem perkuliahan di semester ganjil 2020/2021 masih akan dilaksanakan secara full daring," kata Rektor Unimed Dr Syamsul Gultom SKM MKes saat membuka Pembekalan Awal Mahasiswa Baru (PAMB), Kamis (12/8/2021)

Pada PAMB Unimed  tersebut berlangsung via livestreaming dan zoom yang digelar 12-13 Agustus 2021 bagi 7.343 mahasiswa baru dari tiga jalur seleksi.

Pada jalur  SNMPTN  diikuti 1.426 orang, SBMPTN 3.522 orang dan mandiri sebanyak 2.395 orang. Sedangkan jumlah total peminat yang ingin masuk Unimed tahun ini, sebanyak 56.524 orang.

Rektor mengajak seluruh civitas akademika menyikapi dengan arif dan bijaksana atas keputusan pemerintah tersebut.

Menurutnya kebijakan ini diambil sebagai langkah terbaik untuk pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19 dari penularan antar manusia.

"Ada kepentingan besar untuk kemaslahatan masyarakat, yakni kesehatan kita semua agar terhindar dari Covid-19 yang sampai saat ini belum mengizinkan kita kuliah tatap muka. Mari kita berdoa bersama, semoga tahun depan atau dalam waktu dekat negeri ini bebas dari Covid-19, sehingga bisa kuliah tatap muka," harap rektor

Kecuali dalam beberapa bulan ke depan, kata Syamsul jika kondisi covid sudah hilang dan ada intruksi dari kementerian memperboleh perkuliahan tatap muka di kampus, Unimed akan mengikuti kebijakan pemerintah tersebut.

"Jadi untuk semester ganjil ini masih secara full daring melalui LMS yang sudah dipersiapkan yakni sistem pembelajaran daring yang dikenal SIPDA Unimed," tutur Syamsul.

Rektor mengatakan PAMB penting bagi mahasiswa baru karena akan memberikan pemahaman tentang sistem pembelajaran di perguruan tinggi.

Rektor berharap seluruh mahasiswa baru meluruskan niat, mindset dan komitmen untuk sungguh-sungguh, giat belajar dan meninggalkan aktivitas yang tidak mendukung perkuliahan.

"Rancanglah perkuliahan dengan baik dan maksimal agar seluruh mahasiswa baru ini nantinya memiliki prestasi akademik dan non akademik secara baik, sehingga bisa tamat tepat waktu 4 tahun bagi program S1 dan 3 tahun bagi program D3," ucap rektor.

Harapan lainnya agar mahasiswa baru selama kuliah di Unimed dapat terus mengejar prestasi di tingkat regional, nasional dan internasional.

Lebih lanjut dikatakan Syamsul, saat ini program Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim sedang gencar-gencarnya menerapkan program “Merdeka belajar”.

Dalam kaitan itu, Unimed mengimplementasikan “merdeka belajar” dalam kurikulum mulai tahun lalu.

Mahasiswa baru Unimed akan diberi pilihan untuk kuliah 3 semester di luar program studinya, yakni  belajar 1  semester pada prodi lain pada kampus yang sama, belajar 1 semester dalam prodi yang sama pada kampus yang berbeda, dan belajar 1 semester pada lembaga non perguruan tinggi, seperti BUMN, perusahaan-perusahaan, dunia industri dan dunia kerja lainnya.

Semua mahasiswa baru memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti program Merdeka Belajar selama studi di Unimed.

" Kebijakan pemerintah ini, sungguh memiliki tujuan mulia yakni agar lulusan perguruan tinggi memiliki kesiapan diri secara matang, baik keilmuan dan skill yang dibutuhkan dunia kerja, sehingga setelah tamat peluang kerja di berbagai bidang akan terbuka luas.

Melengkapi informasi saat ini Unimed memiliki 80 program studi (prodi). Di antaranya 2 prodi D3, 51 prodi S1, 2 prodi profesi, 19 prodi S2 dan 6 prodi S3. Dari 80 prodi, 59 % atau 45 prodi sudah memperoleh akreditasi A. 2 prodi akreditasi unggul.

Sementara 17 prodi akreditasi B dan 2 prodi akreditasi baik sekali. Sedangkan 6 prodi akreditasi baik. Selain itu ada 8 prodi baru. ( swisma)