KPPU akan Panggil Penyedia Layanan PCR di Atas Harga Rp525 Ribu -->

Advertisement

KPPU akan Panggil Penyedia Layanan PCR di Atas Harga Rp525 Ribu

Kamis, 26 Agustus 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN

Pemerintah telah menetapkan seluruh penyedia layanan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan harga Rp495 ribu untuk Pulau Jawa-Bali. Sedangkan di luar wilayah itu harganya Rp525 ribu.

Namun Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I, Ridho Pamungkas menyebutkan masih ada harga swab PCR di atas harga Rp525 ribu.

“Dari survei kita memang banyak yang sudah turun tapi masih ada juga menaikkan harganya di atas harga Rp525 ribu,” kata Ridho, Kamis (26/8/21).

Disebutkannya, saat ini pihaknya  melakukan pemantauan dan survei terhadap penyedia layanan tes Covid-19 di rumah sakit dan klinik di Medan maupun di Sumut. Apakah harga yang diberikan sudah turun dan sesuai harga dari pemerintah pusat.

Dia mengungkapkan untuk penyedia layanan swab PCR yang masih memberlakukan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) akan menjadi fokus pemantauan dan pengawasan KPPU.

“Kita perlu lagi melakukan penelitian, apakah harga di atas HET itu ada servis tambahan diberikan. Selain itu melihat kecepatan hasil tes keluar. Sebab tes swab PCR dengan harga Rp525 ribu hasilnya keluar 1 x 24 jam. Kalau hasil keluar 4 jam itu dibanderol mencapai Rp1 juta. Karenanya ini menjadi pengawasan KPPU di masing-masing wilayah kerja,” ungkapnya.

Terkait dengan kecepatan keluarnya hasil swab PCR itu, kata Ridho itu merupakan pelayanan ekstra. Tapi harus sesuai dengan HET, tidak boleh menetapkan harga sendiri.

"Kita akan panggil dalam waktu dekat ini penyedia layanan harga di atas HET untuk mempertanyakan alasan harga masih di atas HET,” jelasnya.

Ridho mengakui ada dagang atau bisnis dalam penyediaan layanan swab PCR. Apalagi, tes ini bukan untuk kepentingan medis saja. Tapi, menjadi syarat utama untuk perjalanan menggunakan pesawat terbang yang ditetapkan pemerintah.
Dia meminta agar tidak bermain-main harga dan memanfaatkan kondisi ini untuk mencari keuntungan berlebih.

Ridho tidak mempermasalahkan soal ‘perang harga’ murah atau promo diberikan maskapai penerbangan untuk swab PCR bagi calon penumpang. Selama tidak merugikan masyarakat.

“Ada keuntungan berlebih menjadi pengawasan kita. Kami memandang tidak ada masalah harga swab PCR diberikan maskapai penerbangan. Apalagi, promo dipaketkan dengan harga tiket pesawat. Kecuali perang harga untuk menyingkirkan pesaing, itu yang tidak boleh,” kata Ridho.

Selain itu, Ridho mengungkapkan KPPU bersama Dinkes Sumut melakukan pengawasan terhadap obat Covid-19 di Medan maupun di Sumut ini.

Menurutnya obat Covid-19 memang mekanisme diperuntukkan kondisinya kritis sudah di rumah sakit. Bila dijual bebas di apotek harus pake resep dokter dan permintaan.

Ridho menambahkan untuk pengawasan obat Covid-19, harga dijual kepada masyarakat masih sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah. (swisma)