Percepatan Vaksinasi Dorong Normalisasi Aktivitas Ekonomi -->

Advertisement

Percepatan Vaksinasi Dorong Normalisasi Aktivitas Ekonomi

Selasa, 24 Agustus 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN

Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo mengatakan, berdasarkan pengamatan dalam tiga bulan terakhir inflasi di Sumatera Utara diprediksi akan meningkat.

"Sejak Juni, inflasi berada pada 0,29% (mtm), meningkat dari periode sebelumnya 0,03% (mtm)," ungkap  Soekowardojo pada Bincang Bareng Media (BBM) melalui zoom meeting, Selasa siang (24/8/2021).

Menurutnya posisi inflasi tersebut terbilang tinggi jika dibandingkan nasional sebesar 0,08% (mtm), atau Sumatera 0,15% (mtm). Namun inflasi ini menunjukkan membaiknya kondisi perokonomian di Sumut.

Kenaikan tekanan inflasi itu, katanya seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian didukung percepatan program vaksinasi oleh pemerintah.

Soekowardojo menyebutkan program vaksinasi tersebut mendorong normalisasi aktivitas ekonomi. Hal itu terlihat proyek pemerintah yang sempat tertunda kembali berjalan dan berlanjutnya proyek PSN serta infrastruktur daerah. Bahkan diiringi dengan bertambahnya ekonomi global menguat dan kinerja ekspor komoditi yang naik.

Diakuinya tingkat capaian vaksinasi Sumut masih di bawah nasional. Karena itu diperlukan sinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong percepatan proses vaksinasi hingga dapat mencapai tingkat herd imunity 70 persen.

Menurutnya pelaksanaan vaksinasi massal di berbagai lokasi di Sumut berkolaborasi dengan Forkopimda merupakan upaya yang ditempuh  Pemerintah untuk mengejar percepatan target vaksinasi. 

Data Sakernas BPS diperoleh estimasi tenaga kerja yang rentan terdampak di 4 sektor utama (PBE, Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum, Transportasi dan Industri Pengolahan) sebanyak 182 ribu orang.

Tenaga kerja (TK) yang terdampak tersebut, lanjutnya akan menjadi tanggungan program Jaring Pengaman Sosial Daerah (Bansos Provinsi).

Lebih lanjut dipaparkannya, dampak PPKM terhadap tenaga lerja di Sumut sebanyak 449 ribu. Tambahan pengangguran 3 sektor first round (PBE, Penyediaan Akmamin, Transportasi) sebanyak 146.349 orang. Tambahan pengangguran sektor industri pengolahan second round sebanyak 35.915 orang. 

Sedangkan menurut lapangan usahanya,  pertanian masih menjadi sektor dengan jumlah tenaga terbanyak, diikuti dengan industri pengolahan.

Soekowardojo menambahkan, pertumbuhan ekonomi Sumut pada  2020 mengalami kontraksi yang cukup dalam -1,07 persen (yoy).

"Dengan adanya rebound ekonomi yang terjadi pada triwulan II-2021, diproyeksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2021 akan terus terakselerasi," ucap Soekowardojo

Meskipun perkembangan kasus positif Covid-19 serta penerapan kebijakan PPKM Level 4 diprakirakan akan menahan laju permintaan domestik, namun upaya akselerasi vaksinasi diproyeksi menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi.

Soekowardojo optimis pada keseluruhan 2021, ekonomi Sumut diprakirakan akan terakselerasi dengan potensi bias bawah, sejalan dengan pelaksanaan kebijakan PPKM Level 4.   

Pembatasan kegiatan yang diterapkan sejak 3 Juli 2021 di sejumlah daerah berjalan efektif, tercermin dari mobilitas masyarakat yang tertahan.

Namun hasil SK dan Survei Pedagang Eceran (SPE) menunjukkan PPKM turut berpotensi memperlambat akselerasi pertumbuhan utamanya konsumsi rumah tangga.    

Menurutnya, pelaku usaha dari hasil Liaison mengonfirmasi adanya penurunan permintaan domestik dan harga jual memasuki triwulan III 2021.

Di sisi lain terdapat angin segar dari eksternal, di mana kinerja ekspor terus menguat, ditopang apresiasi harga komoditas dan perbaikan PMI mitra dagang.    

Ia menjelaskan akselerasi ekonomi Sumut tahun 2021 juga ditopang dengan naiknya beberapa sektor  pertanian (21,82 persen pangsa terhadap PDRB), produksi perkebunan meningkat hasil replanting 2012. Kepmen Pertanian No.833/KPTS/SR.020/M/12/2019 mendukung peningkatan kebun kelapa sawit. Industri Pengolahan juga tumbuh dengan pangsa terhadap PDRB 19,54 persen. 

Menurutnya optimisme perbaikan kinerja secara keseluruhan sebagai efek positif dari vaksinasi dan adaptasi kebiasaan baru. ( swisma)