DSNG Komit Terdepan Dalam Penerapan ESG -->

Advertisement

DSNG Komit Terdepan Dalam Penerapan ESG

Selasa, 07 September 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (Perseroan, DSNG) komit menjadi perusahaan kelapa sawit di Indonesia yang terdepan dan paling siap dalam penerapan aspek Environment, Social and Governance (ESG). 

Komitmen DSNG tersebut diwujudkan melalui langkah-langkah strategis sebagai bagian dari sustainability journey DSNG, yang mencakup antara lain penggunaan bahan bakar organik dan ramah lingkungan yang berasal dari limbah, pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengurangan bahan bakar fosil dan kimia.

“DSNG juga berkomitmen untuk menghasilkan produk yang 100% tersertifikasi Roundatable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) serta pengembangan konservasi lingkungan,” ungkap Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo dalam presentasi Public Expose Live 2021 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia, Selasa (7/9/2021)

Dijelaskannya, untuk mendukung penerapan praktek-praktek keberlanjutan, DSNG juga telah membentuk Sustainability Advisory Board (SAB), yakni dewan yang beranggotakan para personil yang ahli di bidang keberlanjutan guna memberikan masukan terhadap pelaksanaan program-program keberlanjutan.

Inisiatif keberlanjutan yang dilaksakan DSNG tersebut, katanya selama ini telah terbukti memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Misalnya inisiatif pada pilar sosial yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, penyediaan fasilitas sosial dan pendidikan serta pengembangan perkebunan plasma telah meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat di sekitar lokasi perkebunan sehingga memungkinkan proses produksi berjalan lancar tanpa gangguan sosial.

“Hal ini tercermin pada tingkat Free Fatty Acid atau FFA yang selalu rendah di bawah 3% sehingga memberikan tambahan pendapatan premium sebesar 1% hingga 2% dari harga jual pasar,” ujarnya.

Sedangkan dari pilar lingkungan, DSNG telah menjalankan berbagai inisiatif yang terbukti menurunkan biaya ataupun meningkatkan pendapatan. Setiap proyek Bio-CNG dengan kapasitas 60 ton TBS/jam mampu mengurangi penggunaan solar sebanyak 2 juta liter per tahun.

 Demikian pula proyek instalasi solar panel pada pabrik Engineered Flooring akan mengurangi listrik PLN sebanyak 2,4 juta Kwh per tahun.

“Proyek Biomas, baik yang berupa cangkang kelapa sawit maupun biomas lainnya, menciptakan sumber pendapatan baru bagi DSNG. Demikan pula sertifikasi hijau atas produk-produk kelapa sawit maupun produk kayu telah memberikan tambahan premi atas pendapatan penjualan sebesar 2% sampai 3% dari total revenue setiap tahunnya,” ucapnya.

Sementara dari pilar ekonomi, penerapan aspek transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik dalam menjalankan kegiatan usaha, telah memberikan manfaat nyata bagi DSNG dalam bentuk akses sumber pendanaan yang lebih luas, baik pasar maupun lembaga keuangan, saham menjadi lebih likuid, meningkatkan reputasi perusahaan serta menarik talent karyawan baru.

PRECISION FARMING
Andrianto Oetomo selain menjelaskan perkembangan perusahaan sampai dengan semester I/ 2021, baik dari sisi kinerja operasional, finansial hingga penerapan aspek ESG juga penerapan ESG.

Dalam paparannya juga menjelaskan perkembangan perusahaan dalam penerapan konsep Precision Farming di usaha perkebunan kelapa sawit dengan memanfaatkan teknologi dan digitalisasi proses produksi guna meningkatkan produktivitas yang tinggi.

Penerapan Precision Farming dilakukan melalui mekanisasi perkebunan, pemanfaatan drone dan digitalisasi proses produksi pada proses pemeliharaan, pemupukan, pemantauan kualitas buah serta aktivitas panen, guna meningkatkan produktivitas serta kualitas produk CPO yang dihasilkan.

“Kami sudah menerapkan konsep Prescision Farming ini secara bertahap sejak beberapa tahun lalu, dan terbukti meningkatkan produktivitas kebun. Sebagai contoh, penerapan mekanisasi panen TBS yang sudah dijalankan sejak tahun 2017 telah meningkatkan produktivitas tenaga panen sebesar 44%,” kata Andrianto Oetomo.

Didampingi Direktur, Jenti Widjaja serta jajaran manajemen DSNG lainnya, Andrianto Oetomo mengatakan, selain di perkebunan kelapa sawit, DSNG juga menerapkan proses otomasi mesin dan proses bisnis di segmen usaha produk kayu untuk mencapai proses produksi yang semakin efisien dan mengurangi produk cacat. 

Keberhasilan otomasi pada segmen kayu Panel yang mulai dijalankan sejak 2016 yang lalu tercermin pada kenaikan produktivitas per tenaga kerja hingga sebesar 135%.

KINERJA FINANSIAL

Menyinggung kinerja selama Semester I 2021, DSNG mencatat nilai penjualan sebesar Rp 3,3 triliun, naik 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari total penjualan tersebut, segmen usaha kelapa sawit memberikan kontribusi Rp 2,7 triliun atau sekitar 82%.

Dibandingkan semester I tahun lalu, nilai penjualan kelapa sawit tersebut masih mengalami kenaikan 2%, meskipun volume penjualan CPO DSNG pada semester ini turun 10% menjadi 279 ribu ton menyusul terjadinya penurunan produksi Tandan Buah Segar (TBS).

Kenaikan harga CPO masih menjadi pendorong kinerja finansial Perseroan pada paruh pertama tahun ini. Harga penjualan rata-rata CPO DSNG selama 6 bulan pertama tahun ini mencapai Rp 8,4 juta per ton atau naik 8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Produksi TBS DSNG pada semester I tahun ini tercatat sebesar 1 juta ton, turun 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total TBS yang diproses sebanyak 1,27 juta ton, atau 1,9% lebih rendah dibandingkan semester I tahun 2020.

Selama kuartal ke-4 tahun 2019 hingga kuartal pertama tahun 2020, wilayah Kalimantan Timur yang merupakan lokasi utama perkebunan DSNG, merupakan daerah yang paling terdampak dari El Nino sehingga imbas lanjutan dari El Nino tersebut masih mempengaruhi tingkat produksi TBS DSNG sepanjang 2021.

“Segmen usaha produk kayu kami juga memberikan kontribusi yang positif pada tahun ini, baik dari panel maupun Engineered Flooring, seiring dengan mulai membaiknya perekonomian di negara tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat, Kanada dan Jepang, meskipun pandemi Covid-19 belum usai,” kata Andrianto Oetomo.

Penjualan dari segmen usaha produk kayu DSNG pada semester I tahun 2021 tercatat sebesar Rp 589 miliar, naik 20% dibandingkan semester I tahun 2020. Kenaikan itu didorong dari naiknya volume penjualan Panel sebesar 9% menjadi 52.000 m3, dan volume penjualan Engineered Flooring sebesar 30% menjadi 524.200 m2 dibandingkan semester I tahun lalu.

DSNG mencatat perolehan EBITDA pada semester I 2021 sebesar Rp 809 miliar, naik 17% dibandingkan dengan EBITDA periode yang sama tahun sebelumnya, dengan margin EBITDA sebesar 26%, membaik dibandingkan margin EBITDA semester I tahun lalu sebesar 22%.

Pada semester I tahun 2021, DSNG berhasil membukukan laba sebesar Rp 213 miliar, naik sekitar 19% dibandingkan Semester I tahun 2020, yang didorong oleh kenaikan harga rata-rata CPO Perseroan dan membaiknya kinerja usaha produk kayu. ( swisma)