#Feature#Ketika Ayah jadi ‘Rektor’ Mewisuda Anaknya -->

Advertisement

#Feature#Ketika Ayah jadi ‘Rektor’ Mewisuda Anaknya

Jumat, 24 September 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Terselip rasa haru saat menyaksikan ayah menyerahkan map bersampul berlogo Universitas Sumatera Utara (USU) kepada putranya layaknya seorang rektor melantik mahasiswa pada prosesi wisuda sarjana.

“Alhamdulillah, anak saya sudah wisuda dan bisa menyandang gelar sarjana di belakang namanya yang memang lumayan sudah panjang,” ungkap Isma mengisahkan kesaksiannya saat proses pembuatan video wisuda online putranya.

Peragaan tahapan wisuda yang dilakukan di rumah pada Jumat (27/8/2021) dengan waktu 1 menit oleh ayah terhadap putranya itu merupakan bagian prosesi wisuda daring Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai upaya mencegah penyebaran virus Covid-19.

Momen peragaan wisuda yang dilakukan Seno Arie Pamungkas, mahasiswa program studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya USU yang lengkap dengan menggunakan pakaian wisuda plus toga itu kemudian dikirim ke website wisuda USU untuk selanjutnya diedit dan ditampilkan pada saat wisuda  online via youtube secara live, pada Kamis (16/9/2021) lalu.

Namun Isma mengaku di balik rasa haru menyaksikan peragaan wisuda sarjana di rumahnya itu ada rasa sedih karena perayaan wisuda yang seharusnya menjadi kebahagiaan dan kebanggaan sebagai orang tua  menjadi kurang sempurna.

Bagaimana tidak, biasanya saat wisuda para orangtua serta keluarga lainnya ikut hadir menyaksikan langsung momen membanggakan tersebut. Tapi di tengah pandemi Covid-19  seperti saat ini para mahasiswa yang lulus tak bisa menjalani prosesi wisuda sebagaimana biasanya yang dilantik rektor di kampus atau di gedung. 

Sudah tentu perayaan wisuda online itu dirasa Isma terasa berbeda dengan perayaan wisuda yang biasa dilakukan. Seperti sesi foto saat anaknya diwisuda dan menerima ijazah.  Demikian juga foto bersama usai wisuda baik dengan keluarga maupun teman terdekat, sudah tidak ada lagi.  

 “Saya senang anak saya sudah diwisuda, namun juga ada rasa sedih karena sebagai orangtua tidak bisa menyaksikan prosesi wisuda yang langsung dilakukan rektor di kampus,” kata Isma saat dijumpai di kediamannya Jalan SM Raja Medan, Kamis (23/9/2021). 

Isma menyebutkan, masa perkuliahan yang dijalani anaknya itu   tidak sebanding dengan prosesi wisuda virtual yang hanya berlangsung sekira 5 detik.

Menurutnya pelaksanaan wisuda menjadi momen untuk merayakan keberhasilan atas usaha keras selama menempuh pendidikan tinggi. Ditambah lagi, perayaan kelulusan ini hanya terjadi sekali dalam seumur hidup.
 
Begitupun Isma memaklumi meski sedikit kecewa karena tidak bisa menyaksikan anaknya diwisuda langsung oleh rektor di kampus, tidak mengurangi khidmatnya perayaan kelulusan yang ditayangkan live melalui youtube.

“Memang ada rasa kecewa, tapi saya yakin apa yang dilakukan pihak kampus itu sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah untuk tidak melakukan keramaian di saat masa pandemi sebagai bentuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona,” kata Isma.

Isma berharap peraturan yang ditetapkan pemerintah itu hendaknya dituruti masyarakat degan mengikuti protokol kesehatan (prokes), seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun hingga bersih, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Jika masyarakat mengikuti prokes itu, kata Isma bisa dapat mengurangi kasus covid. Karena menurut informasi yang diperolehnya dari petugas covid melalui media massa, kasus covid itu bisa menurun apabila masyarakat mematuhi prokes dan diiringi dengan vaksinasi. (swisma)