Mantan Anggota DPRD Sergai Tewas Ditusuk, Pelaku Diduga Dendam Soal Perjodohan -->

Advertisement

Mantan Anggota DPRD Sergai Tewas Ditusuk, Pelaku Diduga Dendam Soal Perjodohan

Kamis, 30 September 2021




GLOBALMEDAN.COM, SERDANGBEDAGAI - Seorang Anggota DPRD Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) periode 2009-2014 dai Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dahrizul ditemukan tewas bersimbah darah di dapur rumahnya, Rabu (29/9) sekitar jam 07.30 WIB.  


Tewasnya Dahrizul akrab disapa Uwong (55) membuat warga Jalan Kubang Gajah, Dusun III, Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin,  Serdang Bedagai, gempar. 


Pairi, tetangga korban mengatakan, begitu dapat kabar Uwong tewas, ia langsung ke rumah korban. "Begitu saya tiba, saya lihat korban sudah terbaring. Terus orang bilang jangan di pegang, karena korban dibunuh," ujar Pairi.


Saat ditemukan Pairi, korban hanya mengenakan celana saja, tidak memakai baju. "Pas dinaikkan ke ambulan mau dibawa ke rumah sakit saya lihat ada luka pada bagian dada," katanya seraya mengatakan jenazah korban dibawa ke RS Lubukpakam. 



Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Deny Indrawan Lubis, SIK, M.Si mengatakan, Dahrizul, warga Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin, tewas karena dibunuh. "Tersangka, Zainuddin alias Jai (52), sudah ditangkap," ujar AKP Deny. 


Menurut dia, penyidik sedang melakukan pendalaman terhadap kasus pembunuhan ini. "Untuk sementara motifnya diduga dendam," lanjut AKP Deni. 


Pari dan warga lainnya kenal sama Zainuddin alias Jai. Soal sifatnya, mereka tidak tau. 


Informasi dhimpun dari lokasi kejadian, pelaku lebih dulu memcahkan kaca belakang mobil korban pake batu. Informasi ini dibenarkan oleh Syamsul Pasaribu, abang ipar korban. 

 

Setelah merusak mobil, lanjut Syamsul, pelaku mendatangi rumah korban. Kemudian bertemu dengan Wirdah Pasaribu, istri korban. Melihat pelaku memegang pisau, Wirdah ketakutan. 


Menurut Syamsul, setelah pintu dibuka, pelaku langsung masuk dan menemui korban yang saat itu di dapur bersama anaknya, Dimas. Kemudian, sambung Syamsul, pelaku dan korban terlibat keributan dan pelaku menusuk dada korban. Setelah itu, pelaku langsung pergi. 


"Setelah ditusuk, korban sempat berjalan ke ruang tengah. Tiba-tiba korban terjatuh dan tersandar di dinding. Korban meninggal dunia akibat darah terus keluar dari luka di dada," terangnya. Syamsul yakin pelaku tidak mengalami sakit jiwa, sebab.


Informasi dari Surya, juga warga sekitar lokasi kejadian, beberapa waku lalu, korban membawa pelaku dengan menggunakan mobilnya untuk menikah dengan seorang perempuan di Aceh.



Dendam Soal Perjodohan


Pelaku Z (50) yang bertempat tinggal di Jalan Pahlawan, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kabupaten Sergai diketahui merupakan teman dekat korban.


Hal itu dikuatkan dari keterangan Kasatreskrim Polres Sergai, AKP Deny Indrawan Lubis SIK. 


“Korban ditikam oleh pelaku pakai pisau di bagian dada sehingga berlumuran darah dan meninggal,” ujar mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan ini.


Deni menyebut, mengenai motif pelaku menghabisi nyawa korban diduga dilatarbelakangi dendam.


Tidak terima dijodohkan dengan wanita yang berkelakuan kurang baik jadi pemicu Zainuddin bantai mantan Anggota DPRD Sergai, Dahrizul. Fakta itu terungkap dari hasil keterangan pelaku diinterogasi oleh Satreskrim Polres Sergai.


“Korban sebelumnya mengenalkan seorang wanita kepada pelaku. Setelah perkenalan, Zainuddin lalu mempersunting perempuan tersebut menjadi istrinya,” ujar Kasatrekrim Polres Sergai, AKP Deny Indrawan Lubis SIK, Rabu (29/9/2021).


Lebih lanjut dijelaskan Deni, seminggu menjalani bahtera rumah tangga, pelaku merasa ketidakcocokan dengan wanita yang dikenali dari korban.


“Dari situlah, pelaku menaruh dendam kepada korban yang kemudian menghabisi nyawanya menggunakan senjata tajam jenis pisau,” jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan ini.


Deni mengungkapkan, pemeriksaan autopsi terhadap jenazah korban ditemukan sejumlah luka tusukan di bagian depan dan belakang.


“Ada empat luka. Dua di bagian dada depan dan sisanya punggung belakang,” ungkapnya.


Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Deli Serdang, dr Abdul Gafar Parinduri menyatakan, mantan Anggota DPRD Sergai meninggal disebabkan penganiayaan yang berat.


“Ada luka di bagian dada dan punggung belakang korban. Itu diduga dari senjata tajam. Oleh sebab itu, mengalami pendarahan cukup banyak hingga meninggal dunia,” ujar Abdul Gafar yang menangani autopsi jenazah korban.