Perbaharui Data, BPS Sumut Persiapkan Sitasi 2021 -->

Advertisement

Perbaharui Data, BPS Sumut Persiapkan Sitasi 2021

Kamis, 30 September 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Guna memperbaharui data pertanian di Sumatera Utara (Sumut), Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut sedang mempersiapkan Survei Pertanian Terintegrasi (Sitasi) sejak 20 September 2021.

Dikatakan KF Statistik Produksi BPS Sumut Dwi Prawoto cakupan wilayah Sitasi ada di 34 provinsi di Indonesia, yakni di 513 kabupaten/kota, selain Kota Jakarta Pusat dan DKI Jakarta.

"Sitasi ini akan terlaksana di semua kabupaten/kota di Sumut. Atau sekitar 22.450 rumah tangga usaha pertanian di 33 kabupaten/kota. Terutama di wilayah dengan banyak usaha pertanian," sebutnya dalam hari kedua Workshop wartawan, Rabu (29/9/2021).

Dwi Prawoto menyebutkan saat ini tim dari BPS Sumut sedang melakukan updating data rumah tangga usaha pertanian di Sumut. Pada Oktober 2021 nanti akan perluas sampelnya.

Mirip dengan sensus lainnya, langkah pengumpulan data Sitasi ini terlaksana dengan moda CAPI atau pengumpulan data dengan menggunakan handphone dan PAPI secara konvensional dengan menggunakan kertas.

"Kita tetap menggunakan PAPI lantaran belum semua survei bisa secara digital dengan kendala sinyal. Kita perkirakan hanya 9 kabupaten/kota yang bisa CAPI di Sumut," sebutnya.

Dwi menjelaskan pelaksanaan Sitasi bertujuan agar  terjadinya keseragaman dalam metodologi pengumpulan data pertanian secara internasional.

Selain itu untuk memenuhi kebutuhan data pertanian dalam hal Minimum Set of Core Data (Global Strategy). Memenuhi kebutuhan data untuk perencanaan kebijakan pemerintah dalam pembangunan pertanian.

Memenuhi kebutuhan data pertanian untuk keperluan penelitian, dan membantu memonitor SDGs dengan menyediakan data semaksimal mungkin yang selama ini belum dapat tersedia oleh BPS dan Kementerian/Lembaga dan Estimasi pada level provinsi dan kab/kota.

Sedangkan tujuan ketiga adalah meletakkan dasar sistem statistik pertanian yang efisien. Keempat agar memungkinkan secara berkelanjutan pada setiap negara," pungkasnya. (swisma)