Polri -USU Gelar Vaksinasi, Mahasiswa Diingatkan Patuhi Prokes Meski Sudah Divaksin -->

Advertisement

Polri -USU Gelar Vaksinasi, Mahasiswa Diingatkan Patuhi Prokes Meski Sudah Divaksin

Selasa, 14 September 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bekerjasama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar vaksinasi kepada seribu mahasiswa perguruan tinggi negeri tersebut di Rumah Sakit USU Jalan dr Mansyur Medan, Jumat (10/9/2021). 

Plt Kapolsek Medan Baru, Ully Lubis menyebutkan, pelaksanaan pemberian vaksin yang dilakukan bekerjasama dengan USU tersebut merupakan wujud peran Polri dalam penanganan Covid-19. 

“Saat ini kita salurkan di USU sebanyak 1.000 dosis yang akan dikerjakan dalam 4 hari. Masing-masing 250 dosis setiap harinya. Ini dilakukan untuk menghindari kerumunan,” sebutnya.

 Menurutnya, meskipun telah divaksin bukan berarti mahasiwa menjadi abai dan tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes). Karena itu Lily menghimbau kepada mahasiswa untuk tetap menjaga prokes meski telah divaksin. 

“Untuk rekan-rekan mahasiswa, meskipun telah divaksin bukan berarti tidak mematuhi protokol kesehatan. Tetap mematuhi protokol kesehatan kemanapun rekan mahasiswa pergi, pakai masker, jauhi kerumunan, dan sering cuci tangan,” kata Lily.

Vaksinasi mahasiswa merupakan rangkaian kegiatan Polri untuk membantu pemerintah dalam menyalurkan vaksin kepada masyarakat. 

Ia menyebutkan Polri telah menginstruksikan kepolisian di semua wilayah agar berperan aktif membantu penanganan Covid-19. 

Dalam kesempatan ini, Polri berperan sebagai penyedia vaksin bekerja sama dengan USU dan juga Pemerintahan Mahasiswa USU. Turut membantu juga dari Babinsa TNI AD, sehingga vaksinasi ini dapat berjalan dengan lancer.

Pelaksanaan vaksinasi di wilayah Medan Baru itu dibagi dalam beberapa tahap untuk menghindari kerumunan dan menyasar kalangan mahasiswa untuk meningkatkan ketahanan tubuh. 

Menteri Kesehatan Pemerintahan Mahasiswa USU, Aqil menyebutkan, pihaknya membantu dalam hal administratif dan sosialisasi pelaksanaan vaksin kepada mahasiswa. Ia mengaku jika telah mengupayakan agar kuota vaksin dibagi merata. 

“Kita membantu dalam sosialisasi dan menjaring mahasiswa yang akan divaksin, hingga akhirnya kita mendapatkan 1000 orang. Jumlah ini kita dapat dengan mengupayakan seluruh fakultas mendapat jatah yang merata. Persentasenya juga tergantung pada jumlah mahasiswa yang belum divaksin di fakultas tersebut,” ujar Aqil. 

Aqil juga menyebutkan, jika kriteria mahasiswa yang mengikuti vaksinisi ini adalah mereka yang telah berada di semester lima atau lebih. 

Ia menyebutkan beberapa fakultas membutuhkan pembelajaran luring, sehingga pelaksanaan vaksinasi ini sangat dibutuhkan mahasiswa. ( swisma)