September 2021, 750 Emiten Terdaftar di BEI -->

Advertisement

September 2021, 750 Emiten Terdaftar di BEI

Jumat, 24 September 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Kemajuan teknologi dan informasi turut berperan besar terhadap perkembangan Pasar Modal Indonesia. Dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi, peningkatan kesadaran literasi dan inklusi terkait pasar modal kepada masyarakat Indonesia menjadi lebih mudah, lebih murah serta lebih transparan dan kredibel. 

"Berdasarkan data, tercatat per 23 September 2021 jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 750 emiten, dengan penambahan new listing pada 2021 sebanyak 38 emiten," kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumut, Muhammad Pintor Nasution, Kamis  ( 23/9/2021) petang.

Disebutkannya, perusahaan yang berasal dari Sumatera Utara sebanyak 11 emiten, yaitu 9 emiten saham dan 2 emiten obligasi.

Sedangkan untuk total SID termasuk saham, obligasi dan reksadana  per Agustus 2021 sebanyak 6.022.826, jumlah SID saham sebanyak  2.664.875 .

Total SID termasuk saham, obligasi dan reksadana Sumatera Utara sebanyak 287.599, jumlah SID saham sebanyak 138.455, dengan penambahan jumlah SID tahun 2021 sebanyak 53.188. 

Sedangkan kumlah transaksi sebanyak Rp427 triliun,  dan jumlah transaksi untuk Sumatera Utara sebanyak Rp17 triliun.

Bursa Efek Indonesia  ( BEI)juga memiliki Galeri Investasi sebanyak 535 di seluruh Indonesia, sebanyak 14 Galeri Investasi BEI di Sumatera Utara.

Pintor mengakui keterbatasan mobilitas yang disebabkan pandemi Covid-19 juga membuat perdagangan jarak jauh berbasis online menjadi pilihan utama masyarakat dunia saat ini.

Online trading yang lebih dahulu diterapkan di Pasar Modal Indonesia telah menjadi sangat sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan penerapan pada era new normal saat ini.

Menurut Pintor, pertumbuhan investor dalam negeri yang sangat signifikan di sepanjang tahun lalu juga perlu diimbangi dengan masifnya sosialisasi dan edukasi kepada para investor pemula maupun calon investor.

"Kita tidak dapat pungkiri bahwa sebagai produk investasi, Pasar Modal juga memiliki risiko bagi setiap investor.  Disinilah pentingnya pembekalan ilmu bagi para investor, agar para investor dapat mengelola risiko ketika berinvestasi di Pasar Modal Indonesia," ujarnya

Kepala Divisi Riset Bursa Efek Indonesia, Verdi Ikhwan mengatakan selama pandemi  investor saham meningkat lantaran banyak masyarakat yang level menengah ke atas memiliki uang yang tidak berkurang.

"Mereka bergaji dan tidak kena pengurangan karyawan tentunya biasa aja. Apalagi mereka tidak jalan-jalan atau beli baju baru misalnya maka tabungannya banyak. Sehingga banyak diantara mereka yang memilih menjadi investor di pasar saham  sehingga nilai transaksi di pasar saham juga  meningkat," katanya. (swisma)