USU Targetkan Berstandar Internasional Bercirikan Keunggulan Lokal di Renstra 2020 -2024 -->

Advertisement

USU Targetkan Berstandar Internasional Bercirikan Keunggulan Lokal di Renstra 2020 -2024

Kamis, 16 September 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Pada Renstra 2020 -2024, Universitas Sumatera Utara (USU) memiliki desain ideal yang ingin dicapai yakni menjadi universitas berstandar internasional berciri keunggulan lokal.

“Parameter terukur dari berstandar internasional ini adalah masuk dalam peringkat 500 universitas terbaik dunia (World Class University),” kata Rektor USU Dr Muryanto Amin pada wisuda 2.208 lulusan periode IV/2020/2021 digelar secara daring, Kamis (16/9/2021).

Program internasionalisasi yang tengah dipersiapkan USU agar proses menuju desain ideal ini mengalami akselerasi, telah digulirkan dan tengah dilaksanakan melalui 6 program prioritas, yakni melakukan revitalisasi kelembagaan dan tata kelola adaptif, adaptasi tugas tri-dharma, penataan infrastruktur, digitalisasi kampus, enterprise kampus, dan kerja sama.

Menurut rektor, program prioritas ini diharapkan akan memberikan percepatan dalam mewujudkan pengembangan USU di tahun-tahun berikutnya. 

Disebutkannya, terhitung hingga Agustus 2021 ini, USU mendapatkan beberapa pengakuan dalam berbagai pemeringkatan yang dilakukan oleh berbagai pihak. Beberapa di antaranya untuk pertama kalinya pada 2021 ini USU berhasil masuk dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings, dengan menduduki peringkat ke-15 perguruan tinggi di Indonesia dan peringkat 801-1000 dari 1.115 perguruan tinggi di dunia.

Selain itu USU juga menempati ranking 7 nasional dalam pemeringkatan yang dilakukan Scimago Institutions Rankings (SIR) pada akhir April 2021, dan ranking 708 secara global.

“Dua hasil pencapaian tersebut tentu sejalan dengan program transformasi USU yang tengah digulirkan dengan mengutamakan capaian internasionalisasi sebagai titik fokus dari seluruh program kerja rektor yang dilandasi dengan semangat Transformation Toward The Ultimate (perubahan menuju yang terbaik), agar USU dapat menunjukkan eksistensinya di tingkat global,” ungkapnya.

Rektor juga menyebutkan grand design yang telah disusun untuk internasionalisasi USU dalam mencapai berbagai target yang tertera dalam Rencana Jangka Panjang (RJP) dan Renstra USU, serta program kerja rektor 5 tahun ke depan adalah sebuah komitmen yang harus dipenuhi dan dijalankan dengan kesungguhan serta kerja sama yang baik antar civitas akademika USU.

“Jadi saat ini, kita semua tidak dapat bermain-main dengan membuang waktu, pikiran dan tenaga tanpa tujuan yang benar,” tegas Muryanto.

Rektor menyebutkan, lulusan USU harus menjadi the next high level generation pada era digital. Sarjana baru harus mampu berkompetisi di tataran nasional global.

Gelar sarjana yang yang melekat, katanya harus dilanjutkan dengan kerja nyata, kerja keras dan kerja cerdas untuk memberikan kontribusi besar dalam perubahan global. Apalagi dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Pandemi Covid-19 merupakan tantangan terberat dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Menurutnya setiap orang dibutuhkan peran dan keikutsertaannya tidak saja untuk survive di tengah pusaran pandemi, melainkan juga melangkah maju dan menjadikan kehidupan ini lebih baik dari masa sebelumnya. Karena setiap masalah sejatinya adalah peluang untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

Bahkan tantangan ke depan tidak semakin mudah. Intaian maut, pembatasan ruang gerak dan interaksi sosial, perlambatan ekonomi, pengangguran serta perubahan gaya hidup adalah sederet masalah yang menjadi konsekuensi logis yang harus kita hadapi di era pandemi.

“Namun dengan semangat, kemampuan dan energi muda yang dimiliki, maka tantangan itu insha Allah akan mampu ditaklukkan. Orang-orang muda adalah kekuatan besar yang diharapkan mampu menerabas seluruh kesulitan yang terhampar di depan mata, serta menciptakan pemikiran-pemikiran bernas dan cerdas yang melahirkan inovasi-inovasi penting sebagai cikal bakal industri kreatif yang pada masa sebelumnya bahkan tidak pernah terpikirkan,” katanya. (swisma)