Kemendikbud Ubah Bentuk Sekolah Tinggi Mahkota Tricom Unggul jadi Universitas -->

Advertisement

Kemendikbud Ubah Bentuk Sekolah Tinggi Mahkota Tricom Unggul jadi Universitas

Kamis, 21 Oktober 2021


GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mahkota Tricom Unggul resmi berubah status menjadi universitas. Perubahan status tersebut setelah mendapat  restu dan izin dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ( Kemendikbud) pada Juni 2021 lalu.

Secara resmi Universitas Mahkota Tricom Unggul (MTU) dikenalkan bagi masyarakat Kota Medan, Kamis ( 21/10/ 2021) pada Grand Launching Universitas MTU di Hotel Karibia Boutique Medan.

Turut hadir mewakili Gubernur Sumut, mewakili Walikota Medan, Sekretaris LIKDIKTI Wilayah I Dr Mahriyuni MHum, Ketua Pembina Yayasan Mahkota Tricom Unggul Dr Martono Anggusti, Ketua Yayasan Usli Sasri, perwakilan APINDO Sumut dan civitas Universitas MTU.

Sekretaris LIKDIKTI Wilayah I Dr Mahriyuni MHum mengatakan, Kota Medan harus berbangga dengan hadirnya Universitas MTU, yang berupaya mengembangkan mutu pendidikan di Sumatera Utara (Sumut).

Disebutkan Mahriyuni, proses perubahan status dari STIE menjadi universitas tidaklah mudah. Karena semuanya harus melewati  mekanisme sesuai aturan yang berlaku dalam Pemendikbud Riset dan Teknologi nomor 7 tahun 2020.

"Mekanismenya sangat ketat, mulai dari usulan legalitas formal pendirian dan juga usulan program studi (prodi). Semuanya berhasil melalui evaluasi oleh kementerian," ungkapnya.


Mahriyuni mengucapkan terimakasih kepada  Yayasan Mahkota Tricom Unggul yang telah membantu pemerintah dalam memajukan dan peningkatan mutu pendidikan di Sumut terkhususnya Indonesia.

Ia berharap, kehadiran Universitas MTU dapat mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing di masa mendatang.

Rektor Universitas MTU, Prof Zulkarnain Lubis menyatakan, sejarah berdirinya hingga Universitas Mahkota Tricom Unggul sangat panjang sejak tahun 1997 berdiri.

"Berbagai status perubahan telah dilakukan hingga akhirnya berganti nama Universitas Mahkota Tricom Unggul. Alhamdulillah, telah mendapatkan izin resmi berdirinya Universitas Mahkota Tricom Unggul," sebut Prof Zulkarnain Lubis.

Ada 4 program studi (prodi) terbaru Universitas MTU, yakni S1 Teknik Informatika; S1 Sistem Informasi; S1 Agrobisnis; dan S1 Bisnis Digital.

Gerak cepat pun dilakukan Universitas MTU dengan melakukan pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2021 - 2022. Selain itu melakukan perubahan dalam struktur management hingga visi dan misi perguruan.

Universitas Mahkota Tricom Unggul memiliki value yang sangat menarik, yakni BEST WAY.

"Singkatan dari Brilian, Emphaty, Sprititual, Trustworhty, Wise, Accountable, Yumpie, yang diharapkan menjadi ciri khas branding yang ditampilkan Universitas Mahkota Tricom Unggul,” sebutnya.

Universitas Mahkota Tricom Unggul beroperasional di dua tempat, yang pertama di Komplek Jati Junction dan kampus kedua di Jalan Pematang Pasir Medan.

Rektor Prof Zulkarnain berterimakasih atas keseriusan pihak Yayasan Mahkota Tricom Unggul dalam membawa perubahan besar bagi Universitas Mahkota Tricom Unggul.

"Berharap ke depan Universitas Mahkota Tricom Unggu bukan hanya dikenal, sekaligus dipercaya dan menjadi pilihan bagi masyarakat, sehingga dapat menjadi Universitas Gemilang dan Menjulang," cetus Prof Zul.

Ketua Pembina Yayasan Mahkota Tricom Unggul, Dr Martono Anggusti menjelaskan, kehadiran Universitas Mahkota Tricom Unggul tidak terlepas dari dukung seluruh stakeholder.

"Tanpa dukungan semua pihak Universitas Mahkota Tricom Unggul tidak akan dapat mewujudkan visi dan misinya mencapai BEST WAY. Universitas ini akan berupaya menciptakan generasi-generasi milenial berkualitas unggul, mandiri dan berdaya saing yang akan membanggakan," cetus Dr Martono.

Ketua Yayasan Mahkota Tricom Unggul, Usli Sasri menambahkan, momen ini adalah tonggak sejarah baru bagi Universitas MTU yang telah menjalani jatuh bangun di dunia pendidikan.

Menurut Usli, tantangan ke depan dihadapi bagaimana membuat Universitas MTU menjadi universitas maju, unggul dan BEST WAY seiring dengan mengikuti perubahan dunia yang begitu cepat.

Usli memaparkan, 20 tahun dari sekarang, lapangan pekerjaan akan semakin kecil.

"Sekitar 50 persen lapangan pekerjaan akan hilang seiring dengan perubahan era digital seperti saat ini," bebernya.

Karena itu, pihaknya harus bergerak cepat dalam menciptakan SDM yang unggul dan berkualitas.

"Untuk itu, universitas perlu kolaborasi dengan berbagai universitas, prodi, perusahaan dan stakeholder lainnya, agar untuk mencetak SDM yang unggul, leadership, berkarakter dan mandiri. Diharapkan lulusan mampu menciptakan lapangan pekerjaan," ucapnya.  ( swisma)