Mendikbud Ristek Puji MBKM USU yang Libatkan Mitra Lokal -->

Advertisement

Mendikbud Ristek Puji MBKM USU yang Libatkan Mitra Lokal

Rabu, 27 Oktober 2021



GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi ( Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim puji program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Universitas Sumatera Utara (USU) yang melibatkan mitra lokal.

Mas Menteri-sapaan Nadiem Makarim-, mengatakan program MBKM pada tahun depan akan lebih ditingkatkan.

" Saat ini sudah ada 50.000 mahasiswa se Indonesia yang mengikuti program MBKM dan tahun depan targetnya 150.000," kata Nadiem saat berdialog dengan mahasiswa dan dosen di Auditorium USU, Selasa (26/10/2021).

Jumlah itu, katanya naik tiga kali lipat. Rektor-rektor harus mengejar dan mempersiapkan ini. Karenanya mitra MBKM yang dibangun jangan hanya dari mitra kementerian saja, tapi juga mitra lokal. Karena itu dia mengaku senang USU sudah menerapkannya.

Pada pertemuan itu Nadiem  hadir bersama anggota DPR RI Sofyan Tan dan Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Prof Ir Nizam MSc PhD, IPU, Asean Eng.

Nadiem mengatakan, sangat mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan para rektor untuk mempercepat program MBKM di kampus yang dipimpinnya. Itu mengingatkan bahwa di tahun depan akan ada peningkatan program.

Dijelaskannya pertama peningkatan program MBKM. Kedua peningkatan program Matching Fund. program ini bentuk nyata dukungan dari Kemendikbud untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara lembaga perguruan tinggi dengan pihak Industri.

Nadiem mengatakan program ini sangat luar biasa untuk medorong riset terapan di perguruan tinggi. Jadi perusahaan swasta atau nirlaba memberikan bantuan pendanaan riset yang kemudian langsung ditambahi dengan kementerian dengan besaran anggaran yang sama dengan yang diberikan lembaga tadi.

“Jadi langsung pemerintah nambahi. Kalau mereka kasih Rp1 miliar pemerintah kasih lagi Rp1 miliar. Ini luar biasa, jadi kampus harus kejar itu. Hebatnya lagi, program ini bisa dikolaborasikan dengan program MBKM jadi menyatu semua programnya,” katanya.

Program prioritas ketiga yang perlu disiapkan perguruan tinggi adalah program Competitive Fund yang tahun depan berfokus pada eco green, blue energy dan climate change. Tiga program itu harus bisa dijalankan perguruan tinggi.

Nadiem juga menegaskan pihaknya akan memerangi tiga dosa universitas. Pertama adalah kekerasan seksual, lalu perundungan dan terakhir intoleransi.

"Tiga dosa ini akan kita  perangi dimulai dari kekerasan seksual,” ujarnya.

Rektor USU Dr Muryanto Amin yang memandu diskusi Menteri Nadiem Makarim pada kesempatan itu mengatakan USU telah menjalankan program MBKM di tahun pertama ia menjabat dengan semaksimal mungkin.

Belum genap setahun dikepemimpinan Dr Muryanto Amin, USU telah menggandeng lima mitra lokal dalam penerapkan program MBKM.

Di antara kelima mitra itu yakni PT POS, PTPN, Bank Sumut dan Pegadaian dan sudah ada puluhan mahasiswa yang saat ini sedang proses magang bersertifkat.

Rektor menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan dekonstruksi kurikulum, menyederhanakan proses administrasi dan tata kelola kelembagaan agar lebih efisien dan adaptif merespons perkembangan zaman.

Pada pertemuan itu, sejumlah mahasiswa dan dosen dari perguruan tinggi pun mengajukan pertanyaan dan mengemukakan permasalahan yang dialami terkait program MBKM.

Merespons “curhatan” para peserta dialog,  Nadiem mengaku senang dengan masalah-masalah yang disampaikan. Dengan adanya masalah, maka dipastikan program berjalan dan bergerak.

Nadiem turut menegaskan program MBKM yang dibangunnya memiliki tiga ronde pelaksanaan. Ronde pertama adalah permasalahan. Masalah kurikulum, administrasi, penolakan, kebingungan dan lain sebagainya.

Kemudian ronde kedua, yakni tahap menerima, mulai beradaptasi, kerelaan mengikuti program dan muncul kemudahan-kemudahan. Sedangkan ronde ketiga adalah program MBKM yang sepenuhnya berjalan.

Dialog hangat dengan Menteri Nadiem Makarim yang berlangsung singkat dan dirangkai pemberian cinderamata patung rusa yang menjadi ikon khas kampus USU dari Rektor Dr Muryanto Amin kepada Menteri Nadiem Makarim. ( swisma)