Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman -->

Advertisement

Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

Senin, 18 Oktober 2021


GLOBALMEDAN.COM, MEDAN

Seiring dengan keberhasilan Pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Indonesia, aktivitas masyarakat terus meningkat dan kembali normal.

Hal ini juga berpengaruh langsung
pada peningkatan kegiatan perekonomian yang tercermin dalam laporan Badan Pusat Statistik
(BPS) yang menyatakan pertumbuhan perekonomian pada semester 1 tahun 2021 sekitar 3.1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan, pada Q3/ 2021, diproyeksikan pertumbuhan ekonomi di rentang 4%-5% year-on-year.

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T, Irto Ginting menjelaskan keberhasilan pemerintah dalam program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
(PPKM) berdampak pada peningkatan kebutuhan/demand BBM, termasuk BBM retail dan industri.

Dibandingkan periode awal PPKM, saat ini demand BBM retail meningkat 8%. Sedangkan industri pertambangan meningkat 35%, industri perkebunan 26%, sektor migas 21% dan industri lainnya mencapai 17%.

Peningkatan aktivitas masyarakat tercermin dalam peningkatan konsumsi BBM sektor retail
Pertamina yang tercatat secara nasional pada kuartal 3 (Q3) tahun 2021 mencapai 34 juta kilo liter (KL), meningkat hingga 6% dibandingkan Q3 tahun 2020.

Untuk BBM gasoline (bensin),
ada peningkatan sekitar 4%, dan untuk gasoil (diesel), bahkan mencapai 10%.

“Bahkan untuk Solar subsidi konsumsi harian sejak September mengalami peningkatan 15% dibandingkan rerata harian di periode Januari sampai Agustus 2021. Kenaikan signifikan terjadi di beberapa wilayah seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara serta Riau," kata Irto Ginting dalam keterangan tertulis diterima Global Medan, Senin (18/10/2021).

Disebutkannya, Pertamina berkomitmen untuk memenuhinya dan paralel kami akan berkoordinasi dengan BPH Migas untuk penambahan kuota Solar subsidi.

Pertamina Patra Niaga, kata Irto terus memastikan stok maupun proses penyaluran (supply chain) aman berjalan dengan baik, bahkan telah dilakukan penambahan penyaluran solar subsidi di beberapa wilayah yang mengalami peningkatan konsumsi secara signifikan seperti Sumatera
Barat sebesar 10%, Riau 15%, dan Sumatera Utara 3.5%.

Selain penambahan penyaluran, Pertamina juga memastikan kecukupan dan distribusi Solar
subsidi, mengoptimalkan produksi kilang, serta melakukan monitoring penyaluran agar tepat sasaran antara lain dengan sistem digitalisasi dan pemantauan secara real time melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC).

Dalam proses penyalurannya-pun, Pertamina Patra Niaga juga mematuhi regulasi dan ketetapan pemerintah yang berlaku.

”Saat ini Pertamina Patra Niaga terus melakukan penghitungan proyeksi kebutuhan Solar Subsidi dan memastikan suplai yang kami lakukan dapat memenuhi peningkatan demand yang terjadi. Adapun untuk stok dan penyaluran BBM non subsidi seperti Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax, dan Pertalite, Pertamina pastikan dalam kondisi aman, masyarakat tidak perlu
khawatir,” jelas Irto.

Selain berkoordinasi dengan pihak terkait, Irto mengatakan bahwa Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk menyalurkan Solar Subsidi dengan tepat sasaran sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 191/2014.

Menurutnya, jika lembaga penyalur atau SPBU terindikasi dan
terbukti terjadi penyelewengan Pertamina tidak segan memberikan sanksi tegas.

“Hingga Oktober, terdapat 91 SPBU yang tersebar diseluruh Indonesia yang telah diberikan sanksi berupa penghentian suplai atau penutupan sementara, maupun sanksi seperti
penggantian selisih harga jual Solar Subsidi. Hal itu disebabkan melakukan penyaluran yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Penyelewengan yang dilakukan misalkan adalah traksaksi yang
tidak wajar, pengisian jeriken tanpa surat rekomendasi, dan pengisian ke kendaraan modifikasi,” terang Irto.

Pertamina Patra Niaga juga menghimbau masyarakat untuk tidak segan melaporkan ke aparat
jika menemukan indikasi penyalah gunaan BBM subsidi di lapangan.

Pertamina Patra Niaga
akan terus berkoordinasi intens dengan aparat untuk kembali menindak tegas penyimpangan
penyaluran Solar yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada aparat penegak hukum dan masyarakat atas dukungannya sehingga penyaluran BBM subsidi dapat berjalan lancar dan tepat sasaran, ”jelas Irto.

Untuk informasi terkait produk, layanan, dan promo yang berlangsung, masyarakat dapat mengakses website dan media sosial resmi perusahaan, atau dapat langsung menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135. ( swisma)