USM Indonesia - LKPA Edukasi dan Dorong Andikpas jadi Pelopor Pelayan Kesehatan -->

Advertisement

USM Indonesia - LKPA Edukasi dan Dorong Andikpas jadi Pelopor Pelayan Kesehatan

Kamis, 14 Oktober 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia dorong anak didik pemasyarakatan (andikpas) jadi kader dan pelopor pelayan kesehatan kepada anak didik binaan lainnya atau kepada masyarakat apabila sudah bebas nantinya.

Dalam kaitan itu USM Indonesia bekerjasama dengan LPKA (Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak) Kelas I Medan memberikan pelatihan keterampilan dan edukasi kesehatan kepada Kader Posyandu Remaja Gamers (Generasi Milenial Responsif & Peduli Sosial) LPKA Kelas I Medan selama tiga hari, 11 - 13 Oktober 2021.

"Pelatihan ini tujuannya bagaimana memberdayakan anak didik di sini dengan melibatkan mereka sebagai kader posyandu. Kita memberikan materi bagaimana mereka jadi agen kesehatan yang bisa berbagi pengetahuan tentang kesehatan," kata Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes, Rabu (13/10/2021).

Disebutkan Ivan saat memberikan penyuluhan kepada Kader Posyandu Remaja LPKA di LPKA Kelas I Medan Jalan Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi andikpas karena nantinya mereka bisa memiliki ketrampilan di bidang kesehatan.

"Implementasinya adalah bagaimana anak didik pemasyarakatan ini bisa melakukan pelayanan kesehatan secara mandiri baik berguna untuk dirinya sendiri maupun rekan-rekannya sesama andikpas lainnya," ujarnya. 

Ivan menyebut kegiatan ini merupakan rangkaian telah dilaunchingnya Posyandu Remaja Gamers tersebut pada Selasa (12/10/2021) kemarin.



Saat menyampaikan materinya bertema Remaja dan Kesehatan, Ivan tampak berdialog hangat dan akrab dengan anak didik pemasyarakatan. Menurutnya, perlu adanya penanaman nilai bagaimana mereka merasa penting dan berharga serta dapat tumbuh menjadi anak yang baik.

Ia menyatakan remaja harus merencanakan masa depan dan  kreatif meskipun berada di lapas.
"Jangan hanya tidur-tiduran dan melakukan kegiatan rutin. Harus ada ide-ide cemerlang agar bisa lebih baik ke depan," pintanya.

Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia ini juga menganjurkan andikpas menerapkan pola hidup sehat.

Disebutkannya sehat itu mencangkup sehat fisik, dan sehat mental, sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara ekonomi dan sosial dan berprilaku baik.

"Sehat, keadaan yang bisa menjalankan fungsi sebagai  makhluk sosial," ujarnya.

Dipaparkannya, untuk menentukan sehat atau tidak ada empat faktor. Pertama, gen yang diturunkan orangtua. Kedua, pelayanan kesehatan untuk memastikan seseorang sehat atau tidak, seperti pelayanan posyandu untuk tingkatkan derajat kesehatan.

Ketiga, perilaku untuk hidup bersih dan sehat. Contohnya tidur yang sehat jangan kurang dari 8 jam, minum air secukupnya, mencuci tangan, dan terapkan protokol kesehatan saat masa pandemi. Keempat, lingkungan dimana seseorang tinggal menentukan sehat atau tidak. 

"Makanya jangan buang sampah sembarangan. Jaga lingkungan ini biar bersih dan asri," tukasnya.

Ivan juga memaparkan tentang kesehatan anak usia remaja meliputi masalah kesehatan reproduksi, status gizi, kebersihan diri yang harus dijaga, kesehatan jiwa, penyakit tidak menular akibat hidup yang tidak benar, seperti obesitas sehingga bisa mengakibatkan diabetes.

"Penyakit tidak menular saat ini yang banyak terjadi adalah asma yang juga menyerang remaja," ungkapnya.

Ketika memberikan penyuluhannya, Ivan mengimbau andikpas untuk memikirkan apa yang harus dilakukan setelah keluar/bebas nantinya.

Ivan bahkan menganjurkan andikpas menjadi dosen yang bisa membagikan ilmunya.

Kepala LPKA Kelas I Medan Batara Hutasoit yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebut saat ini terdapat 117 andikpas di LPKA Kelas I Medan yang berusia antara 15 - 18 tahun.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Rektor USM Indonesia Ivan Elisabeth Purba karena telah memberi materi untuk bekal andikpas sehingga mereka sadar akan pola hidup sehat.

"Terima kasih kepada rektor USM Indonesia yang telah berkenan bekerjasama dengan kami atas pembentukan Posyandu Remaja Gamers yang kami gagas untuk menciptakan kader-kader posyandu sehingga terbentuk pola hidup sehat kepada anak-anak di sini," tuturnya.

Ia berharap 15 kader Posyandu Remaja Gamers yang ada saat ini dapat membagi pengetahuan tentang kesehatan kepada andikpas lainnya.

Batara Hutasoit juga merasa berterima kasih kepada Forum Pemerhati Pemasyarakatan sehingga terjadinya perjanjian kerjasama dengan USM Indonesia.

Ia menyebut pelaksanaan pelatihan ini juga sesuai dengan surat edaran dari Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan RI bahwa LPKA di seluruh Indonesia menjadi pilot project untuk pembentukan posyandu remaja.

Sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Utara melalui Plt Kadivpas Kemenkumham Sumut, Erwedi Supriyatno pada Senin (11/10/2021) mengapresiasi gelaran pelatihan kesehatan oleh USM Indonesia di Lembaga LPKA Kelas I Medan. 

Ia juga mengapresiasi perjanjian kerjasama antara USM Indonesia dengan Kanwil Kumham Sumut dan LPAK Klas I Medan yang digagas Forum Pemerhati Pemasyarakatan.

Perjanjian kerjasama antara Kanwil Kumham Sumut dan Lapas Khusus Anak Klas 1 Medan dengan Universitas Sari Mutiara Indonesia meliputi Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Sains, Fakultas Teknologi dan Informasi, Fakultas Pendidikan Vokasi, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, serta Fakultas Ilmu Pendidikan.

Sedangkan, Ketua Forum Pemerhati Pemasyarakatan Sumut, Handerman Vitu Gea menyebutkan kegiatan ini menjadi program pembinaan pihaknya yang bertujuan sebagai penelitian dan pemberdayaan di masyarakat.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu juga diisi dengan penanaman tumbuhan apotik hidup seperti jahe, kunyit, dan lainnya di areal LPAK Klas I Medan.

Penanaman dilakukan antara lain oleh Kepala LPKA Kelas I Medan Batara Hutasoit dan Rektor USM Indonesia Ivan Elisabeth Purba. (swisma)