USU Tak Intervensi Proses Hukum Mahasiswa Penyalahgunaan Narkotika -->

Advertisement

USU Tak Intervensi Proses Hukum Mahasiswa Penyalahgunaan Narkotika

Senin, 11 Oktober 2021

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Universitas Sumatera Utara (USU) memiliki aturan dalam pemberian sanksi bagi mahasiswa yang terlibat persoalan hukum.

"Bagi mahasiswa yang terlibat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan USU akan diberikan sanksi tegas," tegas Wakil Rektor I USU, Dr Edy Ikhsan SH MA pada press release, Senin (11/10/2021) terkait razia dan penangkapan yang dilakukan BNN Sumatera Utara di kampus tersebut..

Edy juga menyebutkan, mahasiswa yang dijatuhi hukuman minimal dua tahun akan langsung di Drop Out (DO).

“Sesuai peraturan rektor, mahasiswa yang nantinya dijatuhi hukuman minimal dua tahun, akan langsung kita pecat,” tegasnya pada press release bersama Kepala BNN Sumatera Utara Brigjen Pol Drs Toga Habinsaran Panjaitan.

Kepada mahasiswa yang aktif dan dinyatakan sebagai pengguna akan di rehabilitasi.

Usai menjalani rehabilitasi, maka mahasiswa tersebut dan orangtuanya akan diminta datang ke fakultas untuk menandatangani surat perjanjian tidak mengulangi perbuatannya lagi. Jika melanggar perjanjian, maka akan di DO oleh pihak universitas.

"Pada saat perjanjian itu dibuat, sekaligus diberikan surat skorsing selama 6 bulan kepada mahasiswa yang bersangkutan," ungkapnya.

Ia juga menegaskan jika USU tidak akan melakukan intervensi dalam proses hukum yang berjalan. Hal tersebut sebagai komitmen USU untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan univeristas negeri ini.

Pada pertemuan press release tersebut Edy didampingi Wakil Rektor V, Ir Luhut Sihombing MP dan Kepala Humas, Promosi, dan Protoler, Kepala Biro Aset dan Usaha, serta Kepala Keamanan USU.

Edy menyebutkan, razia penyalah gunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan USU itu merupakan rangkaian persiapan pembelajaran tatap muka yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Kita sedang mempersiapkan pembelajaran tatap muka, yang akan digelar paling cepat semester selanjutnya. Salah satunya kita ingin memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang terindikasi ada di lingkungan USU,” kata Edy.

Ia menambahkan jika hal tersebut merupakan hasil koordinasi antar kedua pihak. Sebelumnya, USU mengirimkan surat kepada BNN Sumatera Utara untuk dilakukan penyisiran di lingkungannya.

“Ini merupakan hasil koordinasi kita dengan BNN Sumatera Utara, karena sebelumnya kita sudah mengirimkan surat agar dilakukan penyisiran di lingkungan USU,” sebut Edy.

Wakil Rektor V, Ir Luhut Sihombing, MP menjelaskan jika pihak USU akan melakukan evaluasi terhadap akses masuk yang berada di USU.

Meskipun USU menerapkan pembelajaran dari rumah, namun beberapa kegiatan akademik masih di lakukan di USU.

“Memang benar jika USU melakukan pembelajaran dari rumah, namun kita tidak bisa membatasi kreatifitas dan aktivitas akademik di beberapa program studi. Seperti misalnya etnomusikologi yang melakukan kegiatan di studionya,” sebut Luhut.

Dalam keterangan yang disampaikan  Brigjen Toga menyebutkan, razia penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan USU pada Sabtu ( 9/10/2021) sekitar pukul 22.00 WIB sampai pukul 01.00 wib oleh personil BNN Sumut menjaring 47 orang.

Setelah dilakukan test urine ditemukan 31 orang positif menggunakan narkotika sedangkan 16 lainnya  negatif menggunakan narkotika.

“Dari 31 orang yang dinyatakan positif, 20 diantaranya mahasiswa USU terdiri dari 14 orang masih kuliah dan 6 orang sudah alumni USU. Sedangkan 11 lainnya masyarakat biasa,” kata Brigjen Toga.

Diketahui pula hasil penggeledahan terhadap tempat dan pakaian ditemukan narkotika jenis daun ganja seberat 508,6 gram. 265 gram milik salah satu tersangka yang diamankan, JHS yang merupakan alumni Fakultas Ilmu Budaya USU. Pada penemuan itu sebagian sudah dibungkus dalam plastik kecil siap edar.

Hasil interogasi terhadap tersangka JHS, dia memperoleh narkotika tersebut dari seorang wanita bernama DM. Atas hasil interogasi tersebut dilakukan penyelidikan.

Selanjutnya ada Minggu (10/10/ 2021) pukul 09.30 wib dilakukan penangkapan terhadap DM bersama seorang teman pria  bernama FAY di Jalam Cemara Ujung Kel. Jati Kec. Medan Kota Kodya Medan. (swisma)