Gelar PTM, USU-Satgas Covid Koordinasi Siapkan SOP Prokes -->

Advertisement

Gelar PTM, USU-Satgas Covid Koordinasi Siapkan SOP Prokes

Senin, 15 November 2021



GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Jelang pelaksanaan perkuliahan tatap muka (PTM), Universitas Sumatera Utara (USU) berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 USU dan Satgas Covid-19 dalam mempersiapkan standar operasional prosedur (SOP) protocol kesehatan (prokes).

“Kita sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyongsong kuliah tatap muka di awal 2022. Mulai dari gelaran vaksinasi massal kepada belasan ribu mahasiswa dan dosen serta pegawai. Selain itu juga melengkapi sarana dan prasarana dengan memenuhi SOP prokes,” kata Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU, Dr Edy Ikhsan, Sabtu (13/11/2021).

Disebutkan Edy, menyusul adanya surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendibudristek) yang mengizinkan kampus menggelar PTM, maka USU telah memastikan akan melakukan pembelajaran luar jaringan (luring) pada awal tahun depan dengan memenuhi SOP prokes.

Karena itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-USU dan Satgas Covid-19 guna mempersiapkan dan menyusun buku panduan penyelenggaraan kegiatan akademik.

Buku panduan tersebut, katanya akan disosialisasikan ke seluruh civitas akademik secara teratur, sehingga diharapkan mampu menumbuhkan persepsi yang sama di antara dosen dan para mahasiswa.

“Buku panduan itu ikhtiar kami menyiapkan pembelajaran yang aman di samping melengkapi sarana dan prasarana untuk memenuhi prokes,” ujarnya.

Dijelaskan Edy, keputusan yang dikeluarkan USU untuk pelaksanaan PTM merupakan hasil dari komunikasi intens dan berbagi koordinasi lintas sektoral.

Selain itu juga adanya pemberian izin orang tua mahasiswa untuk dilakukan perkuliahan tatap muka seiring dengan keingian para mahasiswa itu sendiri.

“Kami tentu tidak mau menciderai kepercayaan orang tua. Maka, kami terus lakukan kordinasi dan komunikasi dengan Satgas Covid-19 mendesign kegiatan dan jadwal yang mampu memberi nyaman kepada mahasiswa dan tenaga pengajar dari kemungkinan tertular Covid-19,” bebernya.

Dijelas Edy, saat ini sudah ada sembilan fakultas yang tengah melakukan praktikum dengan kegiatan luring atau tatap muka dengan skema hybrid.

Dari hasil pertemuan dengan unsur pimpinan di lingkungan USU dan tim Satgas USU dan Satgas Covid-19, pada akhir tahun ini pihaknya akan melakukan evaluasi, sehingga awal 2022 kegiatan luring bisa terlaksana lebih baik lagi.

Diakuinya, pada PTM nantinya bukan hanya mengatur alur pembelajaran saja, tapi juga menetapkan mekanisme evaluasi dan monitoring praktikum, kuliah luring dan hybrid.

“Nanti kita juga akan memberikan persyaratan yang ketat. Sebab faktor kesehatan sangat diutamakan. Jika ada yang komorbid atau sedang menderita dua penyakit atau lebih pada saat yang bersamaan, maka tidak diizinkan ikut kelas luring,” sebutnya.

Selain itu para mahasiswa dan dosen juga harus sudah mendapat vaksinasi, PCR dan swab rutin. Itu tentunya, kata Edy jadi syarat yang tidak bisa ditawar. Karena itu pihak USU akan terus melakukan sosialisasi dengan berbagai cara diantaranya memasang imbauan di tempat strategis di dalam kampus.

Menyikapi kesiapan USU lakukan PTM mendapat parhatian dari    |Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah. Saat tampil sebagai keynote speaker dalam diskusi publik hybrid bertema mengukur kesiapan USU dalam penerapan PTM di tengah situasi new normal, dia menyampaikan PTM terbatas itu memang sudah dapat dilakukan.

Hal itu katanya berdasarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2022 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin sesuai dengan pedoman yang ada.

Namun Ijeck, sapaan akrab Wagubsu itu berharap agar dalam beraktivitas khususnya di lingkungan USU bisa tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dijelaskannya, pihak perguruan tinggi juga harus menerbitkan pedoman pembelajaran, wisuda hingga kegiatan lain di kampus. Kemudian memastikan orang tua atau wali mahasiswa sudah menyetujui anaknya ikut tatap muka.

Demikian juga dengan sarana prasarana harus dilakukan penyemprotan disinfektan, periksa ketersediaan air mengalir, sabun cuci tangan, masker, thermo gun yang berfungsi dengan baik serta telah divaksin.   Semua itu harus dilakukan secara detail termasuk  pintu gerbang masuk dan pintu keluar sehingga tidak ada kerumunan,

Disebutkannya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, mendukung USU yang sudah siap melakukan PTM. Diharapkan USU  tetap harus berkoordinasi. (swisma)