Huawei Seeds for the Future 2021 Siapkan Talenta Digital -->

Advertisement

Huawei Seeds for the Future 2021 Siapkan Talenta Digital

Rabu, 17 November 2021


GLOBALMEDAN.COM, MEDAN

Huawei CSR Program Seeds for the Future 2021 telah usai. Seluruh mahasiswa yang menjadi peserta dalam program ini telah menempuh beberapa rangkaian kursus yang diselenggarakan secara daring selama 8 hari sejak 8 November hingga 15 November. 

Gelaran ini diakhiri dengan ditampilkannya sejumlah proyek Tech4Good dalam upaya mengeksplorasi berbagai teknologi mutakhir generasi mendatang dalam menghadirkan solusi bagi beragam persoalan yang terjadi di masyarakat, dari mendukung upaya mitigasi bencana kebakaran hutan, hingga dalam aplikasi perlindungan keselamatan pribadi. 

Program Seeds for the Future merupakan bagian dari inisiatif global Huawei dalam rangka menyiapkan SDM digital untuk memperkuat ekosistem digital yang telah terbangun saat ini.

Saat ini, sebanyak lebih dari 9.000 mahasiswa dari 500 perguruan tinggi dari 130 negara dunia telah mengikuti Seeds for the Future Program. Sejak pertengahan tahun ini, inisiatif ini dibawa ke tingkat yang lebih tinggi lagi yaitu melalui peluncuran program Seeds for the Future 2.0.

Dalam program ini, Huawei rencananya akan menginvestasikan sebesar $150 juta untuk pengembangan SDM selama kurun waktu lima tahun ke depan dalam mencetak 3 juta SDM digital baru di seluruh dunia.

“Indonesia membutuhkan transformasi digital yang diimbangi dengan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan teknologi digital yang mumpuni untuk melakukan lompatan besar ke depan," sebut Deputy Chief of Mission, Kedutaan Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia, Dino R. Kusnadi pada penutupan program itu melalui keterangan tertulis diterima Globalmedan, Rabu (17/11/2021).

Menurutnya, talenta digital yang cakap adalah pilar utama dan kunci penting untuk menjalankan ekosistem digital Indonesia. Ia juga menilai program Huawei Seeds for the Future ini selain tepat waktu tetapi juga sangat diperlukan.

"Atas nama Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, saya menyampaikan apresiasi bahwa di tengah situasi pandemi, program ini tetap dilaksanakan secara daring. Ini adalah bukti komitmen dan kontribusi Huawei Indonesia dalam menumbuh kembangkan talenta digital di Indonesia untuk mencapai visi besar Indonesia Emas 2045,” katanya.

Sedangkan Huawei Indonesia Human Resources Director Dani K. Ristandi menuturkan, peserta yang merupakan mahasiswa ini nantinya diharapkan akan menjadi pemimpin masa depan pada ekosistem digital bangsa Indonesia. 

"Ini sekaligus sebagai konfirmasi akan pentingnya membekali mereka dengan kecakapan digital serta praktik-praktik penerapan teknologi generasi masa depan tersebut," ujarnya. 

Diungkapkannya, gelombang digitalisasi usai pandemi nantinya akan ditentukan dari bagaimana kita mampu mencetak solusi-solusi baru yang dihadirkan oleh teknologi mutakhir, seperti AI, 5G, komputasi awan, maupun IoT.

Ke depan semua perlu menggalang kolaborasi yang makin erat dan luas secara bersama-bersama dalam meluncurkan program-program peningkatan mutu SDM seperti ini yang melibatkan lebih banyak pihak di dalam ekosistem, seperti pemerintahan, industri, akademia, hingga media.

" Ini supaya kita dapat terus selaras dengan laju digitalisasi yang dipicu oleh terjadinya pandemi global ini," tuturnya.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan akan SDM digital masa depan yang tidak saja cakap di bidang teknologi-teknologi mutakhir, namun juga beragam kecakapan nonteknis lainnya untuk turut memberikan sumbangsih bagi kebaikan seluruh alam dan umat manusia di sekitar mereka.

Salah satu proyek Tech4Good yang dikerjakan peserta program, dinamai “PatrolCopter. Proyek ini mencetuskan sebuah gagasan mengenai pemanfaatan teknologi drone yang dilengkapi dengan teknologi AI untuk keperluan penginderaan jarak jauh.

Drone tersebut akan berpatroli dari udara untuk melakukan pemindaian pemetaan secara 3D pada daerah-daerah terdampak kebakaran hutan di Indonesia.

Ketika ada titik-titik panas yang terdeteksi, alat tersebut seketika akan mengirimkan sinyal peringatan tanda bahaya kepada personil jagawana terdekat yang tengah siaga di lapangan, sehingga mereka dapat segera melancarkan aksi cepat tanggap untuk mematikan titik-titik api yang muncul, sebelum terjadi kebakaran yang lebih luas lagi. 

Sejumlah proyek yang tergabung dalam inisiatif Tech4Good juga dimasukkan ke dalam kurikulum yang diajarkan selama program berlangsung.

Diharapkan, proyek-proyek tersebut akan dapat menginspirasi peserta didik, tidak saja dalam mempelajari mengenai teknologi-teknologi mutakhir namun juga bagaimana mencari solusi atas setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. 

Proyek-proyek tersebut juga diharapkan akan mampu mengasah intuisi setiap peserta didik dalam mencari gagasan-gagasan dalam mencetuskan solusi-solusi mutakhir yang memiliki nilai dan dampak sosial yang lebih luas lagi. 

Selain itu, proyek-proyek tersebut rencananya akan ditampilkan di hadapan panel juri yang beranggotakan para pakar di bidangnya yang akan memilih proyek terbaik untuk ditampilkan di babak-babak kompetisi Tech4Good selanjutnya di kompetisi global Tech4Good yang diselenggarakan hingga akhir tahun ini. 

Dengan kehadiran Huawei selama lebih dari 21 tahun berkiprah dan bertumbuh bersama dengan bangsa Indonesia, gelaran Seeds for the Future ini menjadi wujud komitmen Huawei dalam turut berkontribusi terhadap perekonomian nasional yang diharapkan akan terus tumbuh dan meningkat pesat usai pandemi ini. 

Program juga merupakan bagian dari program pengembangan SDM TIK yang digelar oleh Huawei Indonesia melalui komitmennya ‘I Do Contribute’ dalam mencetak lebih dari 100.000 SDM yang cakap TIK selama kurun waktu 5 tahun.

Selain menyimak lebih dalam mengenai proyek Tech4Good, 33 peserta program dari Indonesia juga mengikuti sejumlah sesi pembelajaran secara daring bersama peserta-peserta lain dari berbagai negara, seperti Ethiopia, Italia, Yunani, Bangladesh, Tunisia, Cape Verde, Mozambique, dan Libya. 

Program Seeds for the Future merupakan pengembangan dari program Huawei National ICT Competition yang tahun ini diikuti oleh sejumlah 1.164 siswa dari 24 universitas terkemuka di Indonesia.

Lebih dari 133 siswa dari Indonesia telah turut serta dalam program ini sejak pertama kali diluncurkan di tahun 2008 di Thailand.

Testimoni Peserta 

Alland Dharmawan, Universitas Ma Chung, Malang menceritakan, ketika ia masih kecil, ia ingin tahu seperti apa masa depan. 

"Saya pikir kita sudah hidup di masa depan berkat perusahaan teknologi Huawei. Program Seeds for the Future ini memungkinkan saya untuk menyelam lebih dalam. Dalam satu minggu terakhir, saya telah belajar banyak tentang kecerdasan buatan, 5G, dan inovasi lain yang dikembangkan Huawei," ucapnya.

Ia juga merasakan internet telah mewujudkan impian jutaan orang di dunia, dan ia tidak sabar menunggu banyak jendela kesempatan terbuka dalam waktu singkat.

Sedangkan Amira Salsabila dari UPN Veteran, Yogyakarta menuturkan,  melalui program ini ia mendapat kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan mempelajari berbagai mata pelajaran, seperti tren IT, kepemimpinan dan budaya Tionghoa dari para ahli.

Ia pun berharap program ini dapat merangkul talenta digital di seluruh dunia, terutama di Indonesia, memberikan pandangan akan kekuatan baru TI dan juga pertumbuhan teknologi di Huawei. 

"Terima kasih semuanya, terima kasih Huawei,” ucapnya.

Yoshua Kaleb Purwanto dari Universitas Kristen Petra mengatakan, baginya ini adalah program yang benar-benar luar biasa yang membantu talenta muda masa depan untuk tumbuh dalam tindakan nyata terhadap publik, seperti bekerja sama sebagai tim dalam proyek luar biasa seperti Tech4Good. 

"Saya berharap program ini dapat dilanjutkan dan menanamkan para pejuang muda untuk berkontribusi lebih banyak untuk melayani masyarakat," katanya.

Nadine Haninta dari Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya mengakui program ini luar biasa dan membuka matanya tentang dunia luar. 

"Semoga program ini bisa diadakan secara langsung secepatnya. Saya percaya program ini akan mendorong kaum muda di seluruh dunia untuk membuat perubahan dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” kata Nadine.

Sigit Bayu Cahyanto dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta menyebutkan, program ini berkontribusi untuk memajukan industri ICT global. Dirinya belajar banyak hal seperti proses sebenarnya dari teknologi telekomunikasi dan teknologi apa yang akan dikembangkan di masa depan. 

"Saya berharap program ini dapat berkontribusi untuk membantu mempersiapkan para profesional masa depan dengan sumber daya manusia ICT yang berintegritas, inovatif, dan berdayasaingtinggi," ujarnya.

Sementara menurut Fatih Rian dari Institut Teknologi 10 Nopember, program ini sangat menyenangkan sekaligus informatif.

Ia mengaku belajar banyak hal baru, seperti cerita tentang Huawei, Cloud computing, penggunaan dan tren 5G, AI. Program ini memiliki banyak dosen hebat yang memberikan pengetahuan tentang TIK. 

"Semoga semakin banyak peserta yang bisa mengikuti program ini di masa mendatang," pungkasnya. (swisma)