Ketua LFCG Bantah Lakukan Penggelapan dan Penipuan Donasi Cindy Cornelia -->

Advertisement

Ketua LFCG Bantah Lakukan Penggelapan dan Penipuan Donasi Cindy Cornelia

Selasa, 02 November 2021




MEDAN - Ketua LFCG, Siau In diadukan ke polisi dalam kasus dugaan penipuan ke Polrestabes Medan dengan No STTLP/2167/X/2021/SPKT/ POLRESTABES MEDAN oleh Lim Hui Ting.


Dalam pengaduan itu, Lim Hui Ting melaporkan Siau In telah melakukan dugaan pelanggaran Pasal 328 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan, karena tidak menyerahkan dana yang digalang LFCG untuk pengobatan anaknya Cindy Cornelia yang menderita penyakit tulang belakang bengkok (skoliosis).


Namun pengaduan tentang dugaan penggelapan dan penipuan itu dibantah Siau In selaku terlapor. Kepada wartawan, Kamis (28/10/2021) Siau In menerangkan bahwa sampai saat ini dana untuk pengobatan Cindy masih tersimpan di rekening LFCG.

Siau In membenarkan LFCG yang dipimpinnya telah meminta izin kepada Lim Hui Ting untuk mengumpulkan dana untuk biaya operasi Cindy Cornelia. Melalui penggalangan dana itu, ujar Siau In, LFCG berhasil mengumpulkan dana dari para donatur sebesar Rp 355 juta.


Sebelumnya, LFCG sudah membawa Cindy berobat ke RS Colombia Asia Alm Dr Edwin Parlindungan Marpaung Sp OT Medan untuk melakukan pemeriksaan. Namun menurut Hasil pemeriksaan Alm Dr Edwin Parlindungan Marpaung Sp OT  menyarankan agar Cindy dioperasi di rumah sakit Kuala Lumpur untuk menjalani operasi pelurusan tulang belakang.


Pihak rumah sakit juga merekomendasikan nama dokter di Kuala Lumpur yang mungkin bisa menangani penyakit yang diderita Cindy yaitu Prof Dr Kwan Mun Keong di USMC Specialist Centre Kuala Lumpur.


Sayangnya, saat akan membawa Cindy ke Kuala Lumpur pemerintah Malaysia menetapkan lockdown nasional. Akibatnya keberangkatan Cindy tertunda hingga saat ini.


"Jadi kami dalam hal ini sama sekali tidak ada melakukan penggelapan maupun penipuan. Dana yang terkumpul dari donatur masih tersimpan di rekening LFCG menunggu kondisi pandemi covid-19 membaik untuk membawa Cindy berobat ke Kuala Lumpur," ujarnya.


Siau In juga sudah membawa Lim Hui Ting vaksin tanggal 21 April 2021 dan yang kedua tanggal 19 Mei 2021 di Tiara Convention Hall. "Vaksin itu sebagai persiapan untuk keberangkatan ke Malaysia, jika kondisi membaik untuk membawa Cindy berobat ke Kuala Lumpur," ujar Siau In.


Selama pandemi, pihak LFCG terus memantau dan melakukan komunikasi dengan Prof. Dr Kwan Mun Keong di USMC Specialist Centre Kuala Lumpur. Namun sampai saat ini pihak rumah sakit belum memberikan lampu hijau bagi pengobatan Cindy.


Diakui Siau In, Lim Hui Ting beberapa kali meneleponnya untuk meminta uang donasi. Namun Siau In, tidak memberikannya karena uang donasi itu untuk biaya berobat bukan untuk biaya hidup Lim Hui Ting dan anaknya Cindy Cornelia.


"LFCG membuka donasi untuk biaya berobat, makanya saya tidak mengabulkan permintaan orangtua Cindy Cornelia . Kebijakan ini sudah saya sampaikan ke para donatur dan mereka mendukung," ujar Siau In.


Sebelumnya Siau In juga sudah memberitahu orang tua Cindy Cornelia untuk berhemat menggunakan donasi dari pihak lain, karena belum tentu donasi yang kami kumpulkan cukup untuk biaya operasi Cindy Cornelia  di Kuala Lumpur.

Lim Hui Ting, ujar Siau In juga melibatkan pihak dan aparat berwajib untuk menagih uang donasi.


"Jadi sekali lagi saya tidak ada melakukan penggelapan maupun penipuan. Uang itu masih tersimpan di rekening LFCG dan akan digunakan jika pihak rumah sakit di Kuala Lumpur sudah bisa melakukan operasi terhadap Cindy Cornelia ," ujarnya.


Siau In mengaku sangat terganggu dengan laporan Lim Hui Ting ke polisi. Terlebih, laporan itu sudah dimuat di beberapa media online.


Namun, dia siap untuk menghadapi proses hukum dan bisa mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran LFCG. 


"Tapi jika dalam proses hukum saya tidak terbukti melakukan penggelapan maupun penipuan, saya akan melakukan proses hukum dengan menggugat balik Lim Hui Ting ke polisi, karena telah memfitnah dan mencemarkan nama baik saya," ujarnya. (red)