Oktober 2021 Medan Deflasi 0,05 Persen -->

Advertisement

Oktober 2021 Medan Deflasi 0,05 Persen

Selasa, 02 November 2021





GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Pada Oktober 2021, tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara tercatat deflasi, yaitu  Pematangsiantar sebesar 0,36 persen; Medan sebesar 0,05 persen; dan Gunung  Sitoli sebesar 0,07 persen.

"Sedangkan dua kota lainnya inflasi, yaitu Sibolga sebesar  0,11 persen; dan Padangsidimpuan sebesar 0,06 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Syech Suhaimi, Selasa  (2/11/2021).

Dengan demikian, kata Suhaimi, gabungan 5 kota IHK di Sumatera Utara pada Oktober 2021 deflasi 0,06 persen.

Dia juga menjelaskan di bulan Oktober 2021, Medan deflasi 0,05 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,03 pada September 2021 menjadi 104,98 pada Oktober 2021.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga dari tiga kelompok
pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,15  persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,65 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,41  persen.

Enam kelompok pengeluaran mengalami inflasi. Kelompok pengeluaran itu yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen;  kelompok transportasi sebesar 0,16 persen;

 Kemudian kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,11 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,26 persen.   

Dia menambahkan dua kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga serta kelompok pendidikan.

Komoditas utama penyumbang deflasi selama Oktober 2021 di Medan antara lain,  sawi hijau, pir, beras, ikan dencis, angkutan udara, pengharum cucian/pelembut,
dan tomat.

Dari 24 kota IHK di Pulau Sumatera, 19 kota tercatat inflasi. Inflasi tertinggi di Bungo sebesar 0,78 persen dengan IHK sebesar 106,57 dan terendah di Pangkal Pinang sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 105,01. (swisma)