Iklan smsi

BI: Inflasi Sumut April 3,63 Persen, Migor Faktor Utama Pemicu

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN-
Inflasi Sumatera Utara (Sumut) pada  April 2022 meningkat sebesar 3,63% (yoy) lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencatatkan angka 3,26% (yoy). Namun masih dalam rentang target inflasi nasional 3±1%.

“Komoditas Minyak goreng (migor) menjadi faktor utama inflasi di Sumatera Utara pada April 2022, disebabkan masih berlanjutnya dampak pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan dan curah yang belum sesuai dengan HET,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Wilayah Sumatera Utara (Sumut), Doddy Zulverdi, Selasa (31/5/2022).

Menurut Doddy saat menggelar Bincang Bareng Media (BBM),  pasca Idul Fitri, harga beberapa komoditas pangan seperti telur ayam ras, cabai rawit, cabai merah dan bawang merah mengalami kenaikan meskipun untuk komoditas lainnya relatif stabil didukung ketersediaan pasokan yang tetap terjaga.

Sementara itu pada Mei 2022, inflasi bulanan Sumatera Utara diprakirakan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya meskipun secara tahunan mengalami peningkatan.

” Kondisi tersebut diprakirakan dipengaruhi normalisasi konsumsi masyarakat pasca- Idul Fitri,” sebutnya.

Di sisi lain, komponen volatile food diprakirakan akan menjadi pendorong inflasi disebabkan adanya potensi gangguan cuaca yang dapat menghambat produksi dan distribusi, serta masih tingginya harga pakan ternak yang menaikkan biaya produksi.

Untuk itu, TPID di Sumatera Utara terus berkoordinasi dalam rangka mengantisipasi peningkatan tekanan inflasi yang diprakirakan terus berlanjut. Upaya menjaga kestabilan harga, baik jangka pendek hingga jangka panjang, senantiasa dilakukan melalui strategi 4K.

Secara keseluruhan di 2022, inflasi Sumatera Utara diprakirakan akan lebih tinggi dari 2021, namun masih dalam rentang sasaran 3%±1%.

Peningkatan inflasi didorong  meningkatnya pendapatan masyarakat seiring dengan kian pulihnya perekonomian, penanganan pandemi Covid-19 yang semakin baik dan mendorong mobilitas masyarakat, serta permintaan yang meningkat.

Dijelaskannya lagi, potensi risiko kenaikan inflasi di  2022 sudah menjadi perhatian bersama. Seluruh TPID, baik provinsi maupun kab/kota di Sumatera Utara akan terus berupaya menjaga tingkat inflasi di Sumatera Utara tetap berada dalam rentang sasaran. ( swisma)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.