Gubsu di Peringatan Milad ke-71: Kembalikan Kejayaan UISU

8

MEDAN– Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meyakini UISU menjadi kampus unggul di Indonesia. Milad ke-71 kali ini harus menjadi momentum untuk mengembalikan kejayaan  Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).

Hal itu diungkapkan Gubernur Edy Rahmayadi saat menghadiri Milad ke-71 UISU bersama istri Nawal Lubis di Auditorium UISU Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sabtu (7/1/2023).

Dengan sejarah yang kuat, Edy Rahmayadi yakin UISU mampu menjadi universitas terbaik.

“UISU kampus tertua di Sumatera Utara, usianya sudah 71 tahun dan memiliki sejarah yang kuat. Kita introspeksi diri agar bisa mengembalikan kejayaan kampus ini,” kata Edy  saat memberikan kata sambutan peringatan Milad yang dipimpin Ketua Senat Prof. Dr. Djohar Arifin Husin.

Menurut Edy, keberhasilan UISU menjadi salah satu kampus terbaik di Indonesia dan akan berdampak besar pada Sumber Daya Manusia (SDM) Sumut. Sehingga bisa membantu mempercepat pembangunan di Indonesia, khususnya Sumut.

Dikatakannya, jika kampus ini besar, tentu mahasiswa-mahasiswanya juga hebat.

“Coba kita lihat lulusan UISU sebelumnya, merupakan orang-orang berprestasi seperti Djohar Arifin, Wakil Gubernur Musa Rajekshah, bahkan saya juga pernah kuliah di sini dan masih banyak lagi,” kata Edy.

Selain Gubsu Edy Rahmayadi,  Milad ke-71 UISU dihadiri Wakil Gubernur sekaligus mewakili DPP IKA UISU H Musa Rajeksah, S.Sos., M.Hum.

Turut hadir Ketua Pembina Yayasan UISU T. Hamdy Oesman Delikhan AlHajj, Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU Prof. Dr. Ismet Danial Nasution Drg PhD Sp. Pros (K), Ketua Pengawas Sofian, SH.

Hadir juga Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin MAP beserta seluruh jajaran Wakil Rektor UISU, Ketua LLDikti Sumut Wilayah 1 Prof Dr. Saiful Anwar Matondang, Sekretaris Kopertais Wilayah IX Sumut, Dr Zulkarnain MA, Ketua Aptisi Sumut Dr H Muhammad Isa Indrawan SE, MM, Dekan beserta jajaran
serta civitas akademik UISU.

Wakil Gubernur Sumut  Musa Rajekshah mengatakan, bukan hal yang mudah untuk mendirikan UISU karena pada saat itu kondisi Indonesia belum sepenuhnya stabil.

“Saat ini, kondisi lebih baik dan dia berharap UISU bisa meraih kejayaannya lagi,” ujarnya.

Dijelaskannya enam tahun setelah Indonesia merdeka ketika UISU didirikan, kondisi Indonesia belum stabil.

“Tetapi pendahulu kita sudah memikirkan untuk mendirikan universitas, bahkan kalau dibilang makan pun sulit pada saat itu. Kondisi sekarang tentu tidak seperti itu dan saya yakin kita mampu membesarkan universitas ini,” kata Musa Rajekshah, yang juga merupakan Ketua DPP IKA UISU.

Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU Prof. H. Ismet Danial Nasution drg PhD Sp.Pros(K) FICD  dalam pidatonya menceritakan sejarah beridirinya UISU di 1952 oleh lima orang pendiri yakni H Bahrum Jamil, Adnan Benawi, Sariani Amiraden Siregar, Sabaruddin Ahmad dan Rivai Abdul Manap.

“Dengan niat yang ikhlas untuk mempersiapkan generasi muda Islam, mereka berjuang bersama-sama melahirkan generasi Islam. Melahirkan Intelektual Islam ke tengah-tengah masyarakat untuk membangun bangsa dan negara ini. Karena itu mari kita tingkatkan komitmen dan kinerja untuk memajukan UISU yang kita cintai ini,” ajaknya.

Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP dalam paparannya menjelaskan saat ini universitas yang dia pimpin berada di peringkat ke-208 di Indonesia, berdasarkan data UniRank dan posisi 132 di Web of University.

“Seperti itulah update posisi kita saat ini dengan total mahasiswa 8.848 orang dan 328 dosen. Kita terus berupaya, bekerja keras untuk meningkatkan kualitas kampus tertua di Sumatera Utara ini,” kata Yanhar.

Rektor UISU juga menyampaikan berbagai capaian-capaian UISU saat ini.

“Kami mengucapkan terimakasih dan bangga atas apresiasi dari seluruh pihak mulai dari Yayasan UISU, pimpinan UISU, dan para donatur dalam kegiatan milad ke 71 ini. Kami juga membutuhkan nasihat dan masukan semua pihak untuk kerja-kerja ke depannya,” ucapnya.

Dalam rangkaian kegiatan Milad ini, UISU juga memberikan penghargaan kepada mitra Kerjasama UISU dari unsur pemerintah dan dunia usaha serta tokoh masyarakat. (swisma)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.