USU Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian Pengelolaan Keuangan 2021

0

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN- Universitas Sumatera Utara ( USU) mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk pengelolaan keuangan 2021 dengan posisi surplus pendapatan sebesar Rp 3,1 milyar.

“Penilaian yang diperoleh dari Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradireja Suhartono itu memperbaiki pengelolaan keuangan pada  2020 yang mengalami defisit anggaran, yang ditengarai sebagai dampak dari pandemi Covid-19,” ungkap Ketua Komite Audit Majelis Wali Amanat USU, Drs Ardian Arifin, MM CFE QIA Ak CA dalam keterangan tertulis diterima redaksi, Sabtu (12/2/2022).

Menurut Ardian kepada Humas USU ketika dihubungi melalui telepon, Jum’at (11/2/2022), pada 22 Januari 2022, Kantor Akuntan Publik Kanaka sudah mulai melakukan interim audit.

“Laporan keuangan USU itu kan mengacu pada ISAK 35, yakni penyajian laporan keuangan entitas berorientasi non laba. Ada 4 laporan keuangan konsolidasian itu, yang pertama laporan posisi keuangan/neraca, kemudian laporan penghasilan komprehensif, ketiga laporan perubahan asset netto dan terakhir laporan arus kas,” terangnya.

Dijelaskannya, dari penyusunan laporan konsolidasian USU 2021 yang diserahkan tersebut, ternyata telah sesuai dengan standar akuntansi, yaitu ISAK 35.

Usulan jurnal-jurnal koreksi dan re-klasifikasi yang disampaikan Kantor Akuntan Publik Kanaka di dalam pelaksanaan auditnya, kemudian diterima USU, sehingga KAP Kanaka memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian

Dijelaskannya, penyajian laporan keuangan konsolidasian USU 2021 telah memenuhi atau sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia.

Pada 2020, USU juga sebenarnya sudah mendapatkan opini WTP, tetapi yang membedakannya jumlah penghasilan komprehensif USU 2021 yang meningkat.

“Berarti ada perbaikan yang signifikan. Jadi untuk 2021 ini ada efisiensi-efisiensi sehingga beban bisa lebih kecil dari pendapatan,” imbuhnya.

Terkait target ideal pengelolaan keuangan, Ardian mengemukakan USU dalam menyusun laporan penghasilan komprehensif, tidak seperti badan usaha yang profit oriented. Kalau profit oriented, laba makin besar makin bagus.

“Kita adalah entitas berorientasi non laba, yang paling penting setiap pengeluaran atau biaya itu bisa dilakukan secara efisien dan efektif. Kemudian pendapatan-pendapatan yang telah dilakukan itu sesuai sebagaimana mestinya. Itu sudah menjadi satu hal yang baik dan ideal,” tandasnya.

Ia juga menekankan, pada tahun lalu USU memiliki temuan-temuan yang diharapkan tidak  terjadi lagi di tahun depan. Di mana temuan yang didapatkan pada 2020, masih berulang pada 2021.

Disebutkannya, poin-poin isinya sebenarnya karena USU kan belum memiliki sistem informasi yang terintegrasi dalam penyusunan laporan itu.

” Penyusunan laporan keuangan kita ujung-ujungnya masih dilakukan secara manual karena tidak bisa diintegrasikan dengan sistem. Tapi Pak Rektor sudah memberikan komitmen untuk mempercepat proses penyusunan sistem informasi yang terintegrasi. Jadi, jika itu terlaksana, semoga tidak ada lagi kesalahan berulang di tahun berikutnya,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) USU Prof dr. Guslihan Dasatjipta Sp.A (K), dan Rektor USU Dr Muryanto Amin, SSos, M.Si, secara terpisah juga menyampaikan rasa syukur dan sukacitanya atas perolehan opini WTP tersebut.

Disebutkannya, laporan keuangan USU 2021 secara umum cukup baik, cuma perlu ada beberapa perbaikan memang. Terutama untuk laporan terintegrasi. Walau surplusnya masih lebih kecil dari universitas lain, namun perubahan positif ini patut disambut gembira.

“Harapan kami dari MWA terkait WTP ini, ada beberapa rekomendasi yang diajukan Kantor Akuntan Publik, yang diharapkan sudah tidak nampak lagi di laporan 2022,” kata Prof Guslihan.

Menurut Prof Guslihan, hasil tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan di 2021 lebih baik dari 2020.

“Kita minta supaya laporan keuangan, asset dan lain-lain, pada  2022 ini USU sudah masuk ke sistem integrasi, sehingga bisa dilihat oleh siapapun dan di manapun. Rektor sudah menjanjikan hal itu,” katanya.

Rektor USU Muryanto Amin menyatakan hasil dari pemeriksaan rutin yang dilakukan Kantor Akuntan Publik tersebut sangat disyukuri, di mana efisiensi yang dilakukan USU di tengah pandemi, akhirnya membuahkan hasil.

“Kita bersyukur karena dapat WTP. Namun perbaikan-perbaikan harus semakin gencar dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi,” ucapnya.

USU selaku PTNBH, katanya tata kelola keuangan dan kepemilikan asset itu akan menjadi program prioritas yang perlu diperbaiki lagi sistemnya.

” Kita akan melakukan perubahan sistem yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Supaya lebih efektif, lebih memadai dan akurat sesuai standar akuntansi keuangan,” pungkasnya.

Sementara Harsya Aditya, selaku akuntan dari KAP Kanaka menyatakan, tolok ukur untuk melakukan pemeriksaan itu adalah tingkat kewajaran. Tingkat kewajaran ini direfleksikan di mana akuntan sudah memiliki patokan nilai tertentu.

Menurutnya kalau laporan keuangan itu adalah tanggungjawab manajemen. Sementara tanggung jawab KAP adalah memeriksa, di mana nanti dari hasil pemeriksaan itu ada opininya.

Opini inilah yang menyatakan bahwa suatu laporan keuangan tersebut wajar atau tidak, yang memiliki tolok ukur tertentu.

“Tolok ukurnya sendiri akan menyatakan jikalau suatu laporan keuangan sudah diperiksa, dan ternyata sudah tidak ada salah saji yang menurut kami tidak material, maka bisa dinyatakan laporan keuangan tersebut sudah wajar” ungkapnya.

Kalau dikaitkan dengan laporan keuangan USU, setelah dilakukan pemeriksaan selama periode 2021, ternyata bisa diyakinkan bahwa laporan keuangan  2021 ini sudah bebas dari salah saji yang material, sehingga layak untuk mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian.

Menurut Harsya, kalau tahun kemarin dari hasil pemeriksaan USU mengalami defisit, namun kinerja 2021 sudah lebih membaik.

“Pada 2020 itu kan dampak pandeminya masih sangat terasa. Sedangkan 2021 kinerjanya sudah meningkat, pendapatannya juga meningkat,” katanya

Ia menilai, yang perlu diperbaiki USU secara garis besar kelemahan yang dijumpai sebenarnya disebabkan USU secara strukturnya berjumlah cukup sehingga perlu memperkuat kerja sama antar unit kerja dan koordinasinya harus ditingkatkan lagi. Denikian juga pengembangan IT-nya.

Informasi lengkap mengenai USU bisa kunjungi website www.usu.ac.id (swisma)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.